"This is not about miles, every mountain has its own beauty to climb"

Karimunjawa, Surga Bawah Laut Perairan Jawa (Part 2)

Perairan Karimunjawa

Perairan Karimunjawa

02 Januari 2012

Malam yang nyenyak bagi saya, rasa capek dengan kegiatan kemarin sudah terbayar. Pagi yang cerah menyambut hari ketiga di Karimunjawa bersama teman-teman. Memulai hari dengan membersihkan diri dan sarapan pagi yang nikmat sungguh membangkitkan energi positif. Pukul 09.00 kami sudah berkumpul di dermaga lagi untuk melanjutkan explorasi di Kepulauan Karimunjawa yang lainnya. Tujuan kami hari ini adalah Pulau Gosong, Pulau Gosong Tengah, Pulau Kecil, Pulau Tengah yang berada di sisi barat Pulau Karimun.

Dalam perjalanan menuju Pulau Gosong, saya melewati Pulau Batu dan Pantai Legon Lele yang menjadi perlabuhan saya dan Denta pertama kali di Karimunjawa. Jadi teringat perjuangan selama perjalanan Jawa – Karimun. Pulau Karimunjawa masih didominasi dengan hutan-hutan lebat di sisi bukit-bukit yang tinggi. Hanya pesisir-pesisir Karimunjawa saja yang menjadi pemukiman penduduk.

Pulau Gosong

Pulau Gosong

Pulau Gosong

Empat puluh lima menit berlalu, akhirnya perahu kami sampai di Pulau Gosong. Pulau yang hanya berupa gundukan pasir putih di tengah lautan ini sungguh eksotis sekali. Lebar pulau ini hanya sekitar 3 meter. Langit biru yang cerah dengan semburat awan putih menambah sempurna panorama yang tersaji. Menurut informasi dari awak kapal kami, pulau ini akan tenggelam jika air laut sedang pasang. Mengabadikan foto di Pulau Gosong seperti film-film hollywood skenario terdampar di Pulau yang berada di tengah lautan.

Pulau Kecil

Perjalanan berlanjut ke spot snorkeling pertama hari ini yang berada di dekat Pulau Kecil. Jangkar kapal diturunkan di tengah lautan. Kami semua mulai memakai perlengkapan snorkeling dan sepatu katak. Satu per satu mulai turun ke lautan.

Pulau Kecil

Pulau Kecil

Sejuta keindahan tersaji dalam panorama bawah laut yang memukau. Apalagi suasana yang cerah membuat sinar matahari dapat menembus air laut yang jernih sampai ke karang-karang di dasar laut. Hal ini membuat karang semakin berwarna karena terkena pantulan sinar matahari. Setelah kemarin masih canggung untuk berfoto ria di dalam laut, saya  tidak boleh melewatkan kesempatan untuk mengabadikan hari-hari saya dengan terumbu karang. Mas Kuntet dengan cekatan mencoba mengambil gambar saya yang berpose diantara terumbu karang.

Pulau Tengah

Saat makan siang tiba, kami di ajak Mas Kuntet untuk bersandar di Pulau Tengah. Pulau Tengah ibarat sebuah oase di tengah laut. Pulau seluas 4 hektar ini merupakan salah satu tempat favorit untuk merapat dan membakar ikan. Sebuah warung makan kecil berbentuk rumah panggung menyajikan kelapa muda, minuman hangat, dan juga gorengan sebagai pelengkap makan siang yang nikmat. Dua buah resort dibangun di antara pohon-pohon kelapa, siap menjadi tempat beristirahat dan menginap.

Pulau Tengah

Pulau Tengah

Di pinggir pantai, kami membakar ikan dan menikmati makan siang sajian dari Mas Kuntet. Indahnya dunia menikmati makan siang bersama teman-teman. Apalagi perut ini sudah mulai kelaparan setelah snorkeling di spot pertama. Suasana di Pulau Tengah saat itu sangat ramai. Banyak juga rombongan-rombongan yang lain ikut menikmati makan siangnya di Pulau ini.

Pulau Gosong Tengah

Snorkeling di Perairan Karimunjawa

Snorkeling di Perairan Karimunjawa

Dalam kondisi perut kenyang, kami melanjutkan perjalanan ke spot snorkeling kedua di daerah Pulau Gosong Tengah. Kondisi terumbu karang masih bagus seperti spot-spot yang lainnya. Namun hal yang paling berkesan saat melakukan snorkeling disini adalah kami sempat menemukan ikan nemo yang asyik bermain diantara anemon-anemon laut. Benar-benar tempat yang dapat dikatakan sebagai surga bawah laut.

Bermain Bersama Nemo

Bermain Bersama Nemo

Pulau Menjangan Besar

Perjalanan hari ini ditutup dengan melihat penangkaran hiu di Pulau Menjangan Besar. Hiu-hiu yang berukuran sedang dipelihara dalam kolam di pinggir pantai. Beberapa dari kami menguji adrenalin dengan berenang bersama kumpulan hiu. Rasanya berdebar-debar ketika kumpulan hiu mendekat. Apalagi banyak yang usil dengan berusaha mencubit beberapa kaki teman agar kaget seolah-olah digigit ikan hiu tersebut.

Berenang Bersama Ikan Hiu

Berenang Bersama Ikan Hiu

3 Januari 2012

Dermaga Kapal Penumpang Karimunjawa

Pagi sekali, kami sudah dibangunkan oleh Mas Kuntet untuk segera bersiap-siap ke dermaga kapal. Hal ini dimaksudkan agar kami bisa mendapatkan tempat duduk di kapal ferry KMP Muria. Benar saja ketika sampai di dermaga sudah banyak sekali orang yang ingin menyeberang juga ke Pulau Jawa. Meskipun pintu kapal belum dibuka, orang-orang sudah banyak yang berkerumun mengantri masuk.

Kami berkumpul di depan loket. Mas Kuntet membagikan makanan dan menyarankan untuk makan terlebih dahulu. Beberapa dari kami memilih untuk tidak sarapan karena memang belum ada selera. Rasanya masih belum puas menjelajahi Karimunjawa tetapi cuti kerja saya telah habis dan harus segera kembali ke rutinitas. Kami tidak lupa menyampaikan salam terima kasih untuk Mas Kuntet yang telah menemani kami selama di Karimunjawa.

Setelah mengantri dan berebutan untuk masuk ke dalam kapal, akhirnya saya, Denta, Indri dan Imam dapat tempat duduk di bangku depan dekat kantin. Sedangkan Noko dan Anas bergabung dengan rombongan dari Semarang. Perjalanan yang panjang selama enam jam harus ditempuh untuk sampai ke Dermaga Kartini. Meskipun terbilang lama, tetapi saya tidak bisa tidur selama perjalanan. Saya memilih untuk menikmati perjalanan dengan memandang ke arah laut lepas. Satu hal yang menjadi perpisahan yang istimewa ketika dalam perjalanan saya sempat menjumpai pelangi yang muncul diatas lautan. Salah satu salam perpisahan yang sangat berkesan.

Pelangi, Salam Perpisahan dari Karimunjawa

Pelangi, Salam Perpisahan dari Karimunjawa

Jepara

Pukul 13.00, kami sampai di Dermaga Kartini. Kami memutuskan untuk makan siang terlebih dahulu di kawasan Pantai Kartini. Ada bangunan yang unik berbentuk penyu besar. Pasti tidak akan lengkap jika harus terlewat tanpa mengabadikannya ke dalam frame persegi panjang.

Penyu Raksasa, Pantai Kartini

Penyu Raksasa, Pantai Kartini

Selesai makan siang, kami menaiki becak memutari kota Jepara sambil mencari oleh-oleh. Kota Jepara memang tidak luas, jadi mengelilingi kota dengan becak merupakan suatu pengalaman yang menarik. Kota bersejarah yang menjadi tempat lahirnya pahlawan perempuan Indonesia, RA. Kartini.

Puas berkeliling kota, kami menuju Terminal Jepara. Alhamdulillah, saya masih mendapatkan tiket bus ke Jakarta. Saya harus berpisah Denta, Indri, Imam, Noko dan Anas di Terminal Jepara. Mereka berlima akan berlanjut ke Surabaya. Suatu pengalaman yang tidak akan terlupakan karena bisa mengeksplorasi Karimunjawa bersama kalian semua. Dan perjalanan saya ke Karimunjawa ditutup dengan perjalanan panjang kembali ke Ibukota.

Indonesia memang negara yang memiliki sejuta keindahan. Dengan segala keindahan yang dimiliki, pasti akan menawarkan perkembangan pariwisata yang menguntungkan. Di balik keuntungan tersebut pasti akan ada resiko terhadap kelestarian alam. Sebagai wisatawan yang baik, layaknya kita dengan bijak juga ikut serta menjaga kelestarian dengan tidak ikut andil dalam mengotori kawasan pariwisata. Harapannya keindahan alam Indonesia masih dapat disaksikan oleh anak cucu kita nanti. Salam lestari untuk Indonesia!

– Foto dari dokumen pribadi –

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s