"This is not about miles, every mountain has its own beauty to climb"

Beijing – Shanghai, China Part 1

Alangkah beruntungnya saya, ketika semua hasil kerja keras project di kantor membawa saya ke Negeri Tirai Bambu. Tidak pernah terbayang sebelumnya, tetapi saya berharap ini tidak menjadi akhir dari impian yang saya punya.

Tembok Besar China

Tembok Besar China

14 September 2011,

Untuk pertama kalinya saya melakukan penerbangan ke luar negeri. Pukul 24.00 dijadwalkan saya dan beberapa teman kantor yang mendapatkan reward project melakukan penerbangan ke Filipina menggunakan Philippine Airline. Sejenak meninggalkan Indonesia, tanah yang selalu saya cintai.

15 September 2011,

Ninoy Aquino International Airport

Kami transit terlebih dahulu di Manila untuk berganti pesawat Philippe Airline rute Manila – Beijing. Pemandangan yang menakjubkan terlihat dari jendela pesawat. Terlihat gugusan pulau Filipina yang masih hijau. Apalagi sinar-sinar matahari pagi mulai menembus awan di Filipina. Pukul 06.00 waktu Filipina (GMT +8) kami sampai di Ninoy Aquino International Airport.

Beijing Capital International Airport

Bandara international yang modern dan luas sehingga ketika kami turun dari pesawat melihat bandara ini sangat terkesan sepi. Waktu di Beijing sama dengan Filipina, sehingga selisih satu jam lebih cepat dari Jakarta. Pukul 12.00 waktu Beijing, kami di jemput oleh tour guide dari China di Beijing Capital International Airport menggunakan bus. Hal yang unik adalah tour guide di sini sudah bisa berbahasa Indonesia dengan lancar.

Temple of Heaven

Temple of Heaven

Temple of Heaven

Temple of Heaven (Tiantan atau Kuil Surga) adalah salah satu wisata sejarah Beijing yang kami kunjungi pertama kali. Temple of Heaven merupakan kompleks kuil Taoist seluas 2,73 km², yang berlokasi di tenggara kota Beijing.  Bangunan utamanya adalah The Hall of Prayer for Good Harvests. Kuil ini dipergunakan oleh para kaisar dari dinasti Ming dan Qing untuk upacara tahunan agar mendapat hasil panen yang bagus. Kuil ini dibangun pada 1406 sampai 1420 oleh kaisar Yongle, dan sempat direnovasi oleh kaisar Qianlong pada abad ke 18.

The Hall of Prayer for Good Harvests berbentuk bulat dengan atap bersusun tiga. Bangunan berdiameter 32 meter dengan tinggi 38 meter. Kuil tersebut dibuat sepenuhnya dari kayu tanpa sepucuk paku pun. Bangunan ini ditetapkan sebagai UNESCO World Heritage Site pada tahun 1998.

Tiantan tidak hanya ramai oleh turis mancanegara namun juga ramai oleh turis lokal. Kuil ini di kelilingi oleh taman dengan tanaman-tanaman yang hijau. Jadi tidak heran jika banyak kaum lansia di Beijing menghabiskan waktunya di Tempat ini. Kegiatan mereka antara lain mengayam, bermain catur, musik dan sebagainya.

Temple Of Heaven

Temple Of Heaven

Taman di Temple Of Heaven

Taman di Temple Of Heaven

Jin Sha Theater

Setelah dari Temple of Heaven, pukul 16.00 waktu Beijing kami meluncur ke Jin Sha Theater untuk melihat acrobat show. Satu jam sebelum pertunjukan kami sudah sampai di sana. Namun bangku-bangku penonton sudah mulai ramai saja. Banyak sekali atraksi yang di tampilkan di tempat ini. Benar-benar luar biasa dan kreatif.

Acrobat (1)

Acrobat (1)

Acrobat (2)

Acrobat (2)

Acrobat (3)

Acrobat (3)

Jin Shan Theatre

Jin Shan Theatre

Selama di Beijing kami menginap di Dafang Hotel. Hotel ini bersih, tempatnya nyaman dan fasilitas kamar mandinya juga bagus.

16 September 2011,

Hari ini kami akan melakukan kunjungan ke salah satu dari 7 keajaiban dunia yaitu Tembok Besar China. Namun dalam perjalanan menuju Tembok China, kami sempat mengunjungi salah satu toko aneka batu Giok (Bona Jade). Toko ini lumayan besar dan menawarkan bermacam-macam aneka batu giok. Menurut guide, saat ini sudah mulai banyak pedagang yang menjual giok palsu. Tetapi ditempat ini semua batu giok yang dijual dijamin keasliannya.

Tembok China

Perjalanan cukup panjang untuk mencapai Tembok China. Sekitar 3 jam dari tempat penginapan yang kami tempati. Tembok Besar China dibangun berabad-abad lalu oleh Kaisar Qin Shi Huangdi selama Dinasti Qin sekitar 221 SM. Tembok ini dibangun untuk melindungi utara China dari serangan puak Mongol dan Turkik.

Tembok berada di sepanjang Shanhaiguan bagian timur hingga ke Lop Lake bagian barat. Panjangnya mencapai 8.852.8 km, dengan bentuknya yang memungkinkan wisatawan melihat pemandangan sungai dan perbukitan di sekeliling tembok. Tinggi Tembok Besar China sekira 30 kaki dan lebar 15 kaki. Ini merupakan bangunan hasil karya manusia yang terpanjang. Sungguh tidak bisa dibayangkan proses pembuatannya yang bisa mencapai puncak-puncak bukit.

Saya dan Mas Huri tidak melewatkan kesempatan untuk meniti tangga tembok china sampai ke puncak bukit. Beberapa tanjakan cukup ekstrim kemiringannya. Tentunya sangat menguras tenaga, namun ketika sampai di atas pemandangan luar biasa tersaji. Jajaran tembok China terlihat eksotis membatasi bukit-bukit menjadi dua bagian.

Tembok China

Tembok China

Perjalanan dilanjutkan menuju tempat makan siang di sebuah pedesaan di dekat tembok China. Masakan yang disajikan disini lebih cocok sepertinya untuk lidah-lidah orang Indonesia. Saya lebih enak dan tidak asin seperti masakan makan malam kemarin.

Summer Palace (Yihe Yuan)

Danau Kunming, Summer Palace

Danau Kunming, Summer Palace

Yihe Yuan atau Summer Palace merupakan istana yang letaknya 15 km dari pusat kota Beijing. Istana ini digunakan sebagai tempat tinggal Kaisar saat musim panas. Terdapat danau buatan manusia yang bernama Danau Kunming dan sebuah bukit Longevity Hill 60 mdpl. Luas istana ini adalah 2,9 kilometer persegi dan tiga perempatnya merupakan Danau Kunming. Desember 1998, UNESCO memasukkan Summer Palace sebagai warisan dunia.

Summer Palace

Summer Palace

17 September 2011

Tiananmen

Tiananmen

Tiananmen

Hari ketiga di Beijing diawali dengan berwisata sejarah China. Pagi hari kami berkunjung ke Tiananmen. Banyak sekali wisatawan yang bertaburan di kawasan sejarah ini. Tempat ini merupakan lapangan yang sangat luas dan digunakan untuk tempat berdemontrasi rakyat China. Panjang lapangan ini sekitar 800m dari utara ke selatan dan lebar 500m dari barat ke timur dengan luas kira2 440.000m2.

Di Tiananmen Square ada beberapa bangunan dan kegiatan seperti:

  1. Tiananmen Tower yang berdiri di ujung utara.
  2. Monumen Pahlawan Rakyat yang berada di tengah lapangan.
  3. Balai Besar/Agung Rakyat yang terletak di bagian barat.
  4. Memorial Hall Mao Zedong yang terletak disisi selatan.
  5. Museum Nasional Cina disisi timur Tinanmen Square.

Forbidden City

Forbidden City

Forbidden City

Setelah puas berfoto-foto ria di Tiananmen, saya berlanjut menuju Istana Kaisar. Forbidden City adalah sebuah Istana Kekaisaran China dengan struktur bangunan kuno terbesar yang mewah. Forbidden City berada di pusat kota Beijing. Istana ini merupakan rumah bagi 24 Kaisar di Zaman Dinasti Ming dan Dinasti Qing, sebagai Dinasti terakhir dalam sejarah Kekaisaran Cina. Luas dari Forbidden City sekitar 72ha dengan luas bangunan keseluruhan sekitar 150.000 meter persegi dan terdiri dari 90 istana dan halaman, 980 gedung dan 8704 kamar.

Para wisatawan yang akan masuk ke Forbidden City harus melalui Tiananmen Gate. Setelah melalui gerbang ini, maka akan mencapai pintu masuk utama ke istana, yaitu Meridian Gate. Gerbang Meridian adalah tempat dimana kaisar mengumumkan kalender lunar baru pada musim dingin. Melintasi Gerbang Meridian akan memasuki jembatan Golden Stream kemudian tiba di pelataran luar. Di pelataran luar ini terdiri dari 3 bangunan utama, yaitu Supreme Harmony (Tahedian), Hall OF Central Harmony (Zhonghedian) dan Hall of Preserving Harmony (Baohedian). Hall of Supreme Harmony adalah ruang Utama dengan struktur yang paling penting dan terbesar di The Forbidden City. Kaisar Tahta Dragon (Longyi) diam di aula ini. Hall of Central Harmony adalah tempat Kaisar beristirahat sebelum memimpin acara besar yang di selenggarakan di Hall of Supreme Harmony.

Untuk menyusuri setiap jengkal bagian istana ini memerlukan waktu yang lumayan sangat lama. Perlu sekitar 2 jam perjalanan dari pintu masuk sampai ke pintu keluar. Sungguh bangunan yang sangat megah dan mewah di zamannya.

Bagian Dalam Istana

Bagian Dalam Istana

Forbidden City

Forbidden City

Foto Stadion Sarang Burung Beijing

Setelah capek menyusuri istana kaisar, kami istirahat dan makan siang di salah satu restoran China. Perjalanan selanjutnya adalah melihat Stadion fenomenal yang baru saja di bangun untuk keperluan Olimpiade Beijing 2008. Stadion megah ini menjadi ciri khas tersendiri di kota Beijing. Namun, saya tidak sempat masuk ke dalam stadion sarang burung. Saya dan teman-teman hanya melihat dari kejauhan.

Hari ini ditutup dengan wisata belanja di Silk Market dan beberapa tempat belanja lainnya. Barang-barang yang dijual beraneka macam. Banyak sekali souvenir unik yang bisa dipakai untuk oleh-oleh saat kembali ke Tanah Air. Tetapi untuk membeli disini harus memiliki bakat untuk menawar barang karena harga yang dipatok masih tinggi. Jika pintar bernego harga pasti akan mendapatkan berbagai macam barang bagus dengan harga yang murah meriah.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s