"This is not about miles, every mountain has its own beauty to climb"

Sempu Island (Part 2)

Pagi masih mendung dikawasan Cagar Alam Pulau Sempu. Gerimis pagi mengawali hari ini. Tapi sayangnya tidak jadi hujan, mendung cuma lewat saja. Padahal kalau hujan bisa lebih gila. Pagi buta, suasana pasir pinggir segara anakan sudah ramai. Anjar sudah mengayunkan pancingnya namun sayang tidak ada ikan yang didapat dari semalam.

Mata saya tertarik oleh lekukan karang yang terbuka seperti pintu untuk melihat ke arah Samudra Hindia. Pemandangan dari punggungan karang ini sangat indah karena dapat melihat bebas sampai ke garis perbatasan langit dengan laut. Deburan ombak laut Selatan yang keras menjadi pelengkap indahnya sunrise di Pagi itu. Batu karang yang besar juga kita temui di tengah lautan lepas ini.

Segara Anakan

Segara Anakan

Pemandangan ke arah Segara Anakan juga tidak kalah menarik. Warna airnya yang menghijau dibatasi dengan karang-karang yang tegak tinggi, benar-benar mempesona hati. Karang di Segara Anakan berbentuk seperti pagar yang tinggi berjajar melindungi tempat ini dari Laut Samudra Hindia. Pada ujung yang berbatasan dengan Laut Lepas terdapat lubang yang menyebabkan air laut dapat masuk ke kawasan ini sehingga terbentuk danau. Danau inilah yang dinamakan Segara Anakan. Kalau di artikan dalam bahasa Indonesia adalah “Anak dari Laut”. Jadi terbayarlah meskipun untuk menuju ke tempat ini harus bergelut dengan lumpur-lumpur sedalam lutut kaki.

Pantai Segara Anakan

Pantai Segara Anakan

Pantainya bersih dan berpasir putih. Pasti rugi banget kalau tidak mandi dan berenang ke Segara Anak. Airnya begitu jernih dan dingin. Sebenarnya bisa dibuat snorkeling tapi sayang tidak bawa kacamata renang. Berenang atau berendam lebih tepatnya sambil foto ditengah segara anak dengan Anas, Enggar, Mecil dan Noko. Hanya Anjar yang berada di Pinggir Danau. Kali ini Noko yang jadi fotografer (salah sendiri pegang Kamera :p). Jadi tugas kami cuma bergaya dan berpose ria. Siang itu, hanya kami habiskan dengan bermain pasir, bermain air dan menikmati surga dunia di Segara Anakan.

Berenang Di Segara Anakan

Berenang Di Segara Anakan

Karang Bolong

Karang Bolong

Basecamp

Basecamp

Rasa lapar akhirnya mengajak kami untuk berhenti bermain air. Kembali ke basecamp dan membuka peralatan masak. Siang ini masak omlet dan kentang rebus. Masakan yang sederhana ini menjadi sangat nikmat bila kita lagi kelaparan. Makan siang ditemani dengan deburan ombak yang masuk melalui celah tebing ke Segara Anakan. Silahkan bayangkan dengan imajinasi kalian sendiri karena kata-kata saya tidak mungkin cukup untuk menggambarkan keindahan Pulau Sempu. Namun, sayangnya semakin banyak yang mengetahui tempat ini kondisi pantai dan jalurnya menjadi kotor oleh sampah-sampah manusia. Kata Anas waktu dulu ke tempat ini, tidak sekotor ini. Yah, sebagai pecinta maupun penikmat alam seyogyanya tetap jaga kelestarian alam dengan tidak membuang sampah disembarang tempat.

Samudra Hindia

Samudra Hindia

Together "Segara Anak"

Together “Segara Anak”

Pukul 11.30 diputuskan untuk packing dan perjalanan kembali ke Teluk Semut. Perhitungan waktu perjalanan yang lumayan lama karena jalur berlumpur. Namun ternyata dalam 1,5 jam kami sudah sampai di Teluk Semut. Padahal estimasinya bisa sampai 3 jam. Ini dikarenakan jalur sudah lumayan kering dibandingkan dengan kemarin sehingga lebih mudah bergerak. Sampai di Teluk Semut, saya menelpon Pak Samsuri untuk menjemput kami dan menyeberang ke Pantai Sendang Biru. Tak butuh waktu lama untuk menunggunya sembari kami beristirahat meluruskan kaki.

Let's Go to Sendang Biru

Let’s Go to Sendang Biru

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s