"This is not about miles, every mountain has its own beauty to climb"

Catatan Perjalanan Gunung Gede – Petualangan Impian (Part 1)

Petualangan Impian

Semua ini berawal dari impian dari masa kuliah. Sudah 7 bulan saya berdomisili di Jakarta untuk mengais rejeki. Setiap kali aku datang pagi hari ke kantor, terlihat pemandangan Gunung Gede dan Pangrango yang begitu eksotis dan sangat ingin saya segera menuju kesana. Rencana pendakian ini sering urung kami realisasikan karena isu perijinan pendakian Gede yang sangat ribet dan harus memakai Guide seharga 300ribu (menurut kabar yang kami terima). Ini merupakan kabar yang sangat tidak menyehatkan untuk para pendaki seperti kami ini. Memang secara pengalaman, team yang akan mendaki belum satupun yang punya pengalaman mendaki Gede. Jadi kami berbekal dengan catatan perjalanan teman-teman pendaki yang dishare di internet. Terima kasih teman-teman.

Informasi pencabutan aturan harus memakai guide, kami dapatkan dari beberapa teman kami. Hasratku untuk melakukan rencana pendakian semakin besar. Namun lagi-lagi semua itu terbentur dengan perijinan yang lumayan ribet yaitu saya harus mendaftarkan semua anggota team sebelum H-7 pendakian ke Taman Nasional Gunung Gede Pangrango. Kalau harus survey dulu ke Cibodas bakal sangat memakan waktu karena dari tempat kostku ke Cibodas sangatlah jauh. Suatu kali ketika saya ada pekerjaan di kantor, ternyata teman kantor saya cerita bahwa dia baru mendaki ke Gunung Gede. Wah, kebetulan nih. Dari teman kantor inilah akhirnya saya mendapatkan informasi bahwa booking bisa dilakukan melalui website online www.gedepangrango.org , akhirnya saya mencoba mencari informasi dengan membuka website tersebut dan sayapun booking untuk tanggal 24-25 Juli 2010 dengan Pos Awal dan Akhir di Cibodas. Banyak sekali aturan yang harus saya baca disini. Pendakian maksimal dilakukan selama dua hari satu malam, tidak boleh lebih dan banyak lagi yang dilarang seperti membawa golok, membuat api unggun, membawa sampo, sabun dsb (lebih detail bisa dilihat di website). Dan akhirnya setelah mengumpulkan data team (data diri, no.ktp dsb) dan transfer untuk administrasi sebesar 35.000 maka perijinan sudah saya dapatkan dengan saya sebagai ketua kelompok. Awalnya saya mendaftarkan 5 anggota team yaitu noko, fajri, imam, baha’ dan gunanda. Namun kabar dari gunanda tak kunjung datang dan kabar dari imam gun ke Rinjani. Semua koordinasi saya lakukan melalui telepon dan perjanjiannya adalah hari Jum’at 23 Juli 2010 jam 24.00 kita kumpul di terminal kampung rambutan dengan membawa perlengkapan dan peralatan yang sudah kami koordinasi.

Seminggu perlengkapan kami siapkan dan tanggal 23 Juli pun tiba. Jum’at sore itu, aku pulang tengbur dari kantor dan segera menyiapkan segalanya serta melakukan packing ulang. Aku janjian dengan baha dan noko pukul 19.00 di depan ITC Cempaka Mas. Aku putuskan jalan kaki dari kostan dan mencoba untuk melakukan pemanasan. Rencana kami, kami akan ke kontrakannya noko daerah depok untuk mengambil sleeping bag kemudian menuju kampung rambutan. Dan seperti biasa kami harus melewati kemacetan the rock city. Jarum jam menandakan pukul 24, akhirnya bergabung dengan fajri dan imam yang sudah menunggu disana. Kebetulan sekali ada bus terakhir (katanya) yang lewat cibodas. Dan tak ada pilihan lain dan telah kalah oleh rasa kantuk yang tidak terkira setelah bekerja seharian maka kami melakukan deal dengan kernet bus. Tidur terlelap… Ngantuk!

Puncak Gede

Puncak Gede

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s