"This is not about miles, every mountain has its own beauty to climb"

Catatan Perjalanan Gunung Ciremai – Pesona Kawah 8

Jalur pendakian dari Linggarjati ini sangat jelas, karenanya menjadi pilihan utama para pendaki. Sebab itulah kami memilih memulai petualangan kami dari jalur ini. Dibandingkan dengan jalur lain, jalur Palutungan misalnya, jalur Linggarjati ini lebih curam dan sulit, dengan kemiringan sampai 70 derajat. Di jalur ini air hanya terdapat di Cibunar.

Dari Desa Linggarjati berjalan lurus, kami menemukan beberapa vila yang sangat bagus dan didepan kami tampak pemandangan yang sangat bagus. Laut Cirebon yang begitu eksotis terlihat dari tempat ini. Langkah pertama ini masih terlalu berat dan kami perlahan mengatur nafas. Kurang lebih 1/2 jam, mengikuti jalan desa melewati hutan pinus, kita akan sampai di Cibunar (750 m.dpl). Disini kita menjumpai jalan bercabang, ke arah kiri menuju sumber air dan lurus ke arah puncak. Kami persiapkan air dari sini. Kami harus bisa melakukan majanemen air agar tidak kehabisan air diatas. Wah ternyata tas ranselku menjadi muara dari segala cadangan air. Beraaaaaaaaaaaaaaaaaat!!! Ada 5 botol aqua 1,5 L yang bersemayam dimalam tasku. Tapi dicobalah.

Di awal-awal perjalanan kami agak begitu berat maklum sudah lama tidak naek gunung (kalau orang jawa bilang ‘belung tuek’). Yang jadi korban pertama adalah Fery. Temenku satu ini mulai ruku dan ngosh-ngoshan. Mungkin lagi adaptasi kali ya! Ayo Fer Semangat! SamiAllahuliman Hamidah!

Dari Cibunar, kita mulai mendaki melewati perladangan dan hutan Pinus. Mulai memasuki hutan lebat dan pohon-pohon tinggi serasa menjamah keperawanan tempat ini. Perjalanan begitu panjang, kami melewati Leuweung Datar (1.285 m.dpl), Condang Amis (1.350 m.dpl), dan Blok Kuburan Kuda (1.580 m.dpl). Tempat ini dapat digunakan untuk mendirikan tenda karena ada tempat yang luas, namun yang saya tau tempat ini menyimpan mistis. Dari Cibunar sampai ke Blok Kuburan Kuda dibutuhkan waktu kira-kira 3 jam.

Jalur semakin curam dan kita akan melewati Pengalap (1.790 m.dpl). Betul-betul menguras tenaga mengingat kami belum istirahat pun dari perjalanan panjang. Dari Pengalap ternyata posa selanjutnya berdekatan (jauh dari yang kami perkirakan). Tanjakan Binbin (1.920 m.dpl) dan Tanjakan Seruni (2.080 m.dpl) terlewati dengan cepat. Namun sebelum sampai Bapa Tere, kami putuskan untuk istirahat dan berhenti saat Magrib tiba. Entah kenapa, menurut pengalaman kami sebelumnya jika kami tetap melanjutkan perjalanan saat Magrib tiba selalu saja ada hal aneh. Dan kami tak mau mengambil resiko itu sekarang. Kami berhenti sejenak untuk memasak nasi dan mie. Namun ada yang special kali ini, kami mencoba membuat menu baru yaitu omlet. Mumpung bawa telor ma minyak goreng. Dari baunya saja sudah buat ngiler, apalagi perut ini sudah begitu laparnya. Tapi dasar baru nggoreng omlet langsung muncul tikus hutan. Mana tidak takut dengan manusia lagi. Huah, menyebalkan. Magrib itu kami lewatkan dengan makan malam dan istirahat sejenak. Karena rencananya kami akan lanjutkan perjalanan.

Pukul 07.00 Kami bergegas ternyata sebentar saja kami sampai di Bapa Tere (2.200 m.dpl). Kami bertemu dengan team lain yang ngecamp disini. Tapi kami tetap lanjut karena target kami adalah Pengasinan. Perjalanan malam sungguh hal yang saya benci, karena semua pandangan menjadi hitam dan kelam. Dan semua yang kulihat menjadi rahasia malam yang sewaktu-waktu bisa memberikan kejutan. Dari sinilah aku mulai merasakan tidak enak badan. Serasa dingin dan mual. Kayaknya aku mulai masuk angin. Jalan pun sudah sering kelelahan. Aku minta istirahat namun tak lama kami sampai di Batu Lingga (2.400m.dpl), dimana terdapat sebuah batu cukup besar ditengah jalur. Menurut cerita rakyat, dasar kawah Gunung Ciremai sama tingginya dengan Batu Lingga ini. Tapi entah kenapa ya ketika aku istirahat disini rasanya tidak begitu nyaman. Mungkin feeling indra keenam kali ya. Di tempat ini pun ada pohon yang besar sekali. Akhirnya aku minta untuk bikin tenda di atas lagi. Perjalanan dari Kuburan Kuda sampai ke Batu Lingga ini memakan waktu sekitar 3 – 4 jam.  Dengan penuh tertatih-tatih kami menemukan tempat yang agak luas dan kamipun memutuskan untuk mendirikan tenda disini. Jam 11 malam kami menikmati bumi Ciremai dan kamipun terlelap oleh pelukan alam dengan komitmen. Komitmen untuk bangun jam 5 dan segera berangkat naek ke puncak (kayaknya mustahil). Haha

9 Agustus 2009 ‘Komitmen hanyalah komitmen’

Pagi itu, kami bangun jam setengah 7 tak sesuai janji hati. Mentari sudah mengintip dari sela-sela dedaunan pepohonan Ciremai. Kami bergegas masak dan menyiapkan segala kebutuhan kami untuk summit attack siang ini. Tenda dan ransel kami tinggalkan ditempat ini karena jika kami bawa mungkin hanya akan memperlambat langkah kami. Kami siapkan 1 botol 1,5 liter, botol kecil, fanta dan beberapa P3K dan roti untuk makan siang. Pagi ini pun kami mulai, sebentar jalan kami sudah sampai di Sangga Buana Bawah (2.545 m.dpl) dan Sangga Buana Atas (2.665 m.dpl), mulai di jalur ini kita bisa memandang lautan awan yang begitu besar dan putih. Tampak Gunung Slamet dari kejauhan. Medan semakin terjal dan panas. Banyak sekali batu-batuan besar dan tanah akan berdebu ketika di pijak. Membuat tenggorokan ini selalu kering dan mengakibatkan banyak minum. Selanjutnya kita akan sampai di Pengasinan (2.860 m dpl), yang dibutuhkan waktu sekitar 1,5 jam dari tempat camp kami.

Puncak

Kami bertemu dengan team lain yang bertemu di pos pendakian. Mereka tak semuanya naek ke puncak. Ada satu orang yang tetap di Pengasinan. Dari Pengasinan kita sudah dapat melihat puncak ciremai yang sudah tinggal sedikit lagi. Di sekitar Pengasinan ini akan dijumpai Edelweis Jawa (Bunga Salju) yang langka itu. Seperti taman edelweiss yang terhampar luas. Indahnya! Dari Pengasinan menuju puncak Sunan Telaga atau Sunan Cirebon (3.078 m.dpl) masih dibutuhkan waktu sekitar 0,5 jam lagi, dengan melewati jalur yang berbatu-batu. Dengan sisa tenaga kami kerahkan tenaga untuk cepat sampai di Puncak, dan tak beberapa lama mata ini diberi kesempatan untuk melihat keindahan kawah Ciremai yang begitu besar. Allahu Akbar! Inilah tanah tertinggi di Jawa Barat!

Pukul 10:00 kami di puncak Ciremai.

Dari puncak, akan kita saksikan pemandangan kawah-kawah Gunung Ciremai yang fantastis. Bila cuaca cerah kita juga dapat menikmati panorama yang menarik ke arah kota Cirebon, Majalengka, Bandung, Laut Jawa, Gunung Slamet dan gunung-gunung di Jawa Barat. Pemandangan lebih menarik akan kita jumpai pada waktu matahari terbit dari arah Laut Jawa. Namun alangkah kurang beruntung buat kita karena pada waktu itu cuacana sedang berawan. Suhu di puncak bisa mencapai 8 -13 C.

Untuk merayakan keberhasilan kami menginjakkan kaki di Puncak Ciremai, ada pesta kecil-kecilan yaitu minum fanta yang Fery bawa dari bawah. Haha! Suatu kenikmatan yang tak tergantikan. Setelah bersusah payah tenggorokan ini segar… Semua moment kami di Puncak Ciremai kami abadikan dalam kamera yang kami bawa. Ada yang unik dari Puncak ini, baru pertama kali ini saya naek gunung dan di puncak bisa telepon teman kami yang ada di Rumah. Suatu yang langka. Detik demi detik begitu mengagumkan menikmati alam Puncak Ciremai. Terutama Kawahnya yang eksotis membentuk angka 8.

Tak Lupa aku, sodiq, gunanda, fery, fajri, imam mengabadikan kebersamaan kami dipuncak dengan berbagai Gaya dan Posisi. Sodiq memulai kebiasaannya untuk menyediakan baju putih untuk ditanda tangani semua team ekpedisi Ciremai. Sudah jadi tradisi dia untuk mengumpulkan tanda tangan temen-temen yang ikut naek gunung dengan dia. Satu Gunung Satu Baju, Satu kebersamaan.

One response

  1. rankga

    Perjalanan yang sangat menyenangkan dan bisa aku bilang gila. Dengan waktu 2 hari bisa naek gunung yang belum pernah naek diantara kami dan nggak tau jalurnya seperti apa. Hanya berbekal catatan perjalanan…
    Tapi sangat seru. Mantap!

    2 July 2010 at 2:10 pm

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s