"This is not about miles, every mountain has its own beauty to climb"

Catatan Perjalanan Gunung Semeru – Sebuah Perjalanan Hati

Mahameru

Sebelum turun kita berdoa kembali. Kami tukeran jalur dengan rombongan dari singapura. Menurutku sih jalur yang kita lewati pas naek emang cukup berat terlalu berbelok dan banyak step-step yang terjal sekali. Berbeda dengan jalur turun yang kami ambil sekarang. Jarang ditemui step-step yang mengerikan. Kami turun dengan penuh semangat dengan penuh rasa bangga dan ingin segera cerita ke siapapun kalo kami baru dari Mahameru. Sungguh perjuangan yang sangat menakjubkan. Pada saat turun kami seperti maen ski di pasir. Meluncur dengan cepat dan seru sekali meskipun harus waspada kalo didepan ada jurang. Tapi yang bikin sakit pasir-pasirnya sering masuk ke dalam sepatu sehingga membuat luka di kaki. Jadi sekali-kali copot sepatu mnghilangkan kerikil yang masuk. Pukul set10an kami sudah nyampai arcopodo lagi. Mungkin karena kecapekan kami langsung pulas tertidur padahal rencana kita hari ini langsung turun ke Ranu Pane. Sejam kami tertidur sejenak di hutan arcopodo….. lelah…..

Keringnya tenggorokan menyadarkan kami dari mimpi. Aku bangun dan keluar dari ternyata waktu uda menunjukkan jam 11 lebih. Wah jadi turun nggak nie. Aku mencoba mencari botol air minum dan jerigen kami. Alangkah kagetnya hati ini karena semua botol-botol dan jerigen kami telah kosong. Mati aku, mana aku haus sekali. Kucoba kumpulkan beberapa tetesan dari sisa-sisa dalam botol. Setegukpun tak cukup. Tapi lumayan buat sejenak menawarkan rasa haus ini. Anak-anak bangun dan ada yang cari air tapi nggak ada air sama sekali. Kami harus segera packing dan turun. Ada satu jerigen yang kami sembunyikan di Kalimati. Packing sudah selesai kami siap untuk berangkat turun. Kami berkumpul dan pada waktu itu sang superhero “Aksan” mengeluarkan sebotol air minum kecil 500ml-an. Tapi dia bilang setelah dicari-cari air kita tinggal segini. Air minum ini dapat diminum jika itu emang uda kepepet. Itupun cuma steguk aja biar bisa bertahan. Sekitar 30 menit kami menuruni hutan Arcopodo. Debu-debu jalan setapak yang berhamburan ketika ku pijak semakin membuat tenggorokan kami kering. Langkah-langkah kami semakin cepat tak seperti biasanya karena segera ingin sampai di Kalimati dan mengambil air. Ketika kami sampai di Kalimati ternyata banyak pendaki juga yang sedang camp disini dan mau ke Mahameru. Kami mencari jerigen yang kami sembunyikan dibalik pohon, tak disangka jerigen kami ilang dengan airnya yang harusnya sudah membasahi tenggorokan kami. Emang kami nyembuiinnya setengah-tengah cuma dibalik pohon jadi wajar kalo ilang. Ah kami harus menahan haus kami lagi. Harapan kami hanya ada di hutan Cemoro Kandang. Tempat dimana kami menyimpan harta karun kami yang kedua. Semoga masih ada. Lumayan jauh dari Kalimati. Kami tak sempat lama-lama di Kalimati karena rasa haus ini sudah tak tertahankan. Langkah kami sudah begitu gontai kehausan. Perlahan-lahan kami melangkah mesti air dibotol sudah habis. Sejam berlalu, akhirnya kami ingat pada ditempat kami menyembunyikan harta karun. Si Fajri menurunkan tasnya mencari harta karun kita karena dia yang nyembunyiin dulu dan yang laen istirahat. Setelah fajri berputar-putar akhirnya dia menemukan harta karun kita, satu jerigen air menyegarkan…. Yang akan memperpanjang jejak langkah kami. Sejenak kami pesta air ditempat itu sampai kelempok’en orang jawa ngomong. Inilah pesta ternikmat yang pernah aku alami. Satu pejalaran yang harus diperhatikan dikemudian hari manajemen air harus sebaik mungkin.

Kami lanjutkan perjalanan kami pulang. Raga ini semakin segar dan langkah ini semakin mantap menyusuri hutan Cemoro Kandang. Seperempat jam kemudian kami sampai di oro-oro ombo. Kami sempatkan foto disini. Seperti didunia teletubbies. Ranu Kumbolo 30 menit lagi… Di Ranu Kumbolo kami cuma sebentar hanya foto-foto, istirahat makan siang dengan roti-roti sisa kami dan membersihkan diri biar raga ini menjadi lebih segar. Sejenak kami singgah disini. Pukul set3 sore kami mulai meneruskan perjalanan turun ke Ranu Pane. Perjalanan ini serasa panjang sekali. SeingatQ setelah watu rejeng kami hanya harus melewati 3 punggungan. Tetapi setelah kuitung-itung sudah lebih dari 6 punggungan tapi tetep nggak nyampe-nyampe. Waktu uda menunjukkan magrib… Tapi kami masih belum keluar dari hutan. Hati ini menjadi was-was takut ilang ditengah hutan. Sekitar pukul 7 malam akhirnya kami melihat remang-remang lampu desa. Langkah kami semakin semangat. Pukul 7 lebih kami nyampe pos Ranu Pane. Kami disambut banyak petugas pendakian-pendakian Semeru. Mereka sedang membuat api unggun. Dan mereka masih membicarakan orang yang hilang di Mahameru semenjak kami berangkat. Ternyata masih belum ketemu. Wah kasian tu anak!!! Ibu dan Bapaknya masih mengunggu ditemukan. Seinget 2 hari setelah aku turun akhirnya anaknya diketemukan dan masih hidup. Alhamdulillah. Kami istirahat meluruskan kaki-kaki kami sejenak sambil membicarakan pengalaman kami. Pak Sopir jep yang mengantarkan kami waktu berangkat kemudian menghampiri kami menawarkan jasanya nganter kami ke pasar Tumpang. Kami tawar menawar kena 25rb kalo nggak salah. Malam itu kami langsung turun ke pasar Tumpang, sebenarnya nek bisa langsung turun ke kota kostannya Aksan tapi ternyata pak sopir nggak berani katanya nanti bisa kena polisi. Malam sekali kami nyampe Tumpang. Laper banget langsung cari makan trus bingung mau tidur dimana. Akhirnya kami inget sama Pak Yon,salah satu pengurus pos Pendakain Semeru di Tumpang. Akhirnya malam itu kami singgah dulu di rumah Pak Yon. Lelah dan segera tidur.

Senin 7 Agustus 06

Pagi itu kami berpamitan ke Pak Yon, kami mau pulang. Tak terasa kemarin kami uda nyampe puncak Mahameru. Makasih Pak Yon atas bantuannya. Akhirnya kami berenam berpisah dengan Aksan, dia langsung ke kostannya di Malang. Dan kami berenam menuju stasiun Blimbing menuju kota kami tercinta Tulungagung……

Matur Sembah Nuwun Kagem :

Allah SWT, atas Mahameru-Nya yang sangat menakjubkan dan kesempatan untuk merasakan semua keindahannya.

Temen-temen penjejak Mahameru, makasih uda nganter aku ke Mahameru… Moga ada kesempatan naek gunung bareng-bareng kalian lagi.

Pak Yon, rela memberikan tempat dirumah Bapak padahal wujud kami sudah sangat blepotan.

Pak Sopir… Thanks ya uda ngasih diskon ongkos jeepnya…..

One response

  1. nice blog! gambarnya gedein dong oom🙂

    9 September 2009 at 3:00 pm

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s