"This is not about miles, every mountain has its own beauty to climb"

Catatan Perjalanan Gunung Semeru – Kejamnya Kalimati

Kalimati, Sabtu pagi 5 Agustus 2006

dingin hanya dingin

seperti jarum-jarum menusuk tulang

angin berlarian membawa dingin

entah apa itu! hanya dingin yang ada

Tersadar oleh dinginnya angin dan rangkaian kata dari orang-orang tenda sebelah yang sudah ribut menengemasi tenda dan barangnya, aku membuka mata. Ahh silau mentari dari dalam tenda membuatku enggan membuka mata. Aku mau keluar tenda tapi apa sobat-sobatku juga masih belum sadar. Aku coba perlahan menenangkan diri dari kondisi yang ada. Beberapa saat Anas, Matrik, dan Aji juga ikut bangun. Kayaknya diluar dingin banget coz dari dalam suara angin terdengar bergemuruh kencang sekali. Setelah berdiam diri didalam tenda lumayan lama akhirnya kami memberanikan diri keluar dari tenda. Ih dinginya serem, dingin banget apalagi anginnya kuenceng. Aku liat tenda sebelah udah agak bersih tinggal beberapa porter turis membereskan barang-barangnya sedang para turisnya berangkat tuk kembali alias gak nerusin ke puncak. Sesaat setelah aku keluar dari tenda buat cari matahari segar, aku dipanggil sama salah satu porter orang Prancis tersebut. Dia menawarkan air karena daripada dibawa balik berat dan dekat lagi sudah ranu kumbolo. Beruntung banget dapat supply air, sehingga kita g’perlu cari air. “Kok g’naek Puncak Pak!” tanyaku kepada Bapak yang beri air tadi sambil ngisi jerigen kosong kami. “Waduh anginnya kenceng di puncak, turisnya g’jadi naek dan juga cuma dua hari kok ijinnya.” Jawabnya. Dalam hati aku jadi berfikir kalau angin semalam emang bener-bener kenceng, wah bisa enggak aku sampai puncak. Tak lama kemudian rombongan porter pergi balik. Waduh tinggal kita sendirian nech di Kalimati dengan angin-angin yang kenceng n dingin. Akhirnya aku, Matrik, Aji, ma Annas coba berpanas-panas ria dibawah matahari tapi kayaknya g’ngefek sama aja tetep dingin. Dari tadi kok cuma kita bertiga yang nongol mana tiga sobat yang laen. Ternyata Aksan, Andi, n Fajri masih tidur tuch di tenda coz tadi malam tidurnya agak malam. Aji sama Matrik tau-tau ngilang mereka deketin api unggun dari rombongan orang Prancis buat ngangetin badan. Sedang aku sama Annas disuruh fotoin dia. Dia nulis pesen buat temennya di Surabaya kata-katane ”VQ salammu da ta’ sampein tapi mereka jahat anginnya dingin + kencang, pasirnya menusuk mata tapi burung2nya ramah”. Gantian aku minta difoto dengan background puncak semeru dan tulisan Kalimati. Abis dah terlalu kedinginan akhirnya aku ma Annas pergi ke api unggun gabung ma Matrik n Aji. Kayaknya mereka udah anget. Lama-lama perut dah mulai keroncongan nich akhirnya Matrik ambil Energen sama mie instant buat dimakan langsung. Eh ternyata tiga anak yang tidur akhire bangun juga, mereka langsung gabung ma kita buat anget-angetan. Sambil makan-makan kecil kita ngobrol n cerita-cerita yang kadang bercanda juga. Kita juga ngobrolin cerita tentang rencana kita ntar siang buat lanjutin ke Arcopodo. Rencananya sich ntar berangkat jam 12 siang, n sekarang masak dulu buat g’kelaparan. Kita wajib makan untuk hidup. Heee2x. Bergegas komandan dapur Andi n Fajri siapin buat masak di pondok pendaki biar g’terlalu kena angin. Sedang yang laen packing n bongkar tenda. Abis selesai packing sambil nunggu makan kita nyantai-nyantai, duduk-duduk buat manas-manas di bawah terik matahari walau g’kerasa panasnya.

Siang hari, kami mau melanjutkan perjalanan ke Arcopodo. Arcopodo sudah dekat tinggal naek dari Kalimati sekitar 2 jam. Beberapa saat meninggalkan Kalimati kita menjumpai sungai yang lebar namun isinya adalah bebatuan dan pasir yang terlihat cukup angker. Disinilah tempat lava muntahan letusan Semeru mengalir turun jika Gunung ini meletus. Dalam perjalanan ini sangat banyak dijumpai debu-debu yang ketika kita menginjak jalan setapak ini maka debu-debu akan beterbangan. Medan mulai menanjak tajam disini karena kita sudah berada dalam Gunung Utama Semeru. Nafasku yang ngos-ngosan disertai debu yang beterbangan membuatku menjadi susah untuk bernafas. Rasanya ingin menghirup udara yang bebas dengan loss. Dua jam berselang akhirnya kita sampai di Arcopodo tempat camp terakhir sebelum kita mendaki sampai puncak Semeru. Kita sampai pada siang hari. Sehingga kita punya banyak waktu untuk menyiapkan tenaga untuk pendakian ke Puncak nanti malam. Seperti biasa kita bagi tugas antara memasak, perapian, dan bikin tenda setelah berfoto-foto ria. Disini kita sempat bisa bersms-an ria dengan teman-teman kita dirumah. Kita menikmati alam hutan Arcopodo sampai malam mulai turun ke bumi.

Malam itu, kami membuat api unggun. Terdengar ada seseorang dari kejauhan. Mendekat dan trus mendekat dan ternyata orang tersebut adalah tim SAR yang sedang mencari orang hilang disekitar Kalimati dan Arcopodo. kita sempet ngobrol-ngobrol dengan bapak tersebut yang menurut informasi orang hilang tersebut belom diketemukan. Hari mulai menunjukkan sekitar jam 7an. Kita menunggu masakan matang. Menu kewajiban para pendaki sarden dan mie instan. Tiba-tiba ada rombongan orang Singapura dan gaetnya tiba di Arcopodo. Gaet tersebut minta ijin kita untuk numpang menghangatkan badan di api unggun kita untuk ke dua orang Singapura tersebut. Otomatis kita iyakan dong. Hih, Keren bisa ketemu orang Singapura di sini. Kita bingung ni mau ngomong apa dengan orang Singapuranya. Ya asal nyeplos aja de akhirnya. Setelah tenda mereka selesai maka orang-orang tersebut menuju tendanya yang sudah didirikan ma gaet mereka. Akhirnya kita makan deh, trus langsung tidur. Soalnya katanya Aksan malam ini kita harus tidur awal soalnya besok dini hari kita muncak. Akhirnya jam 9an kita tertidur di hutan Arcopodo………..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s