"This is not about miles, every mountain has its own beauty to climb"

Catatan Perjalanan Gunung Wilis (Part 1)

Saat itu 14-16 Juli 2007, aku ‘Rankga’ dan teman-teman kost GRS (Gebang Roda Sekolahan) akan melakukan pendakian ke Gunung Wilis yang berada di kabupaten Tulungagung. Mungkin banyak yang belum tau Tulungagung itu dimana sih? Tulungagung adalah kota dimana aku dibesarkan yang terletak di Jawa Timur bagian Selatan, dekat sekali dengan pesisir Pantai Selatan. Rencana sebelumnya adalah Qt akan mendaki ke Gunung Kawi namun berhubung yang tau jalan nggak jadi ikut ya akhirnya banting setir ke Gunung Wilis soalnya aku uda naek 2 Kali ke puncak. Lagian temen-temenQ masih awam mendaki gunung. Masih pertama kali ini mereka berminat untuk melakukan pendakian. Berangkat dari rasa penat yang melanda dalam hati setelah menempuh UAS dan hidup bergelut dengan jadwal-jadwal kuliah yang semakin membosankan. Maka rekan rekan (GRS) mencoba mencari sebuah solusi terhadap permasalahan ini. Dengan berbagai macam pertimbangan, akhirnya dapat ditarik satu kesimpulan untuk menghilangkan penat bersama akhir semester 4 ini. Semangat awal pun bergelora, bagaikan api yang berkobar-kobar hendak membakar apa saja yang ada dihadapannya namun banyak anggota yang akhirnya mengundurkan diri karena banyak hal. Tetapi nggak apa-apa Qt tetap harus berangkat. Mereka-mereka adalah aku, Juan, Ikin, Tejo, Pak Dhe, Imam, Nash, Laemri, dan M. Beruntunglah dari 12 orang, hilang 5 orang, dan mendapatkan “additional team” 2 orang, jadi jumlah  fix yang  ikut dalam pendakian ada 9 orang.
Puncak Wilis berketinggian 2.169 mdpl yang merupakan tempat tertinggi di Kabupaten Tulungagung. Puncak Wilis berada dalam satu lingkup pengunungan Wilis. Terdapat pula Puncak Liman yang berada di kabupaten Kediri. Pegunungan Wilis cukup luas karena masuk ke dalam 5 Kabupaten. Vegetasi Gunung Wilis masih sangat perawan karena hutannya masih alami dan lebat. Masih belum banyak orang yang mendaki puncak Wilis karena keberadaan gunung Wilis yang masih belum dikenal banyak orang. Maka dari itu, aku ingin memperkenalkan Puncak Wilis.
14 Juli 2007
Jam 9 pagi Qt bersembilan berkumpul di Rumah Tejo karena Colt yang kami pesan di terminal Tulungagung kemarin akan menunggu disana. Biasanya kalo ingin ke Puncak Wilis dari Terminal Tulungagung langsung aja naek colt kecil jurusan Sendang langsung turun pabrik susu Penampihan biayanya 5 ribuan. Sebelum berangkat aku, Juan, Ikin, Tejo, Pak Dhe, Imam, Nash, Laemri, dan M saling merapatkan jiwa dan hati masing-masing kepada Sang Ilahi, Sang Penjaga Hayat dan Maut hamba-hamba-Nya. Pukul 09.45 berangkat. Pukul 10.45 rombongan tiba di penampihan. Untuk lebih menambah semangat, Qt mengabadikan “jiwa-jiwa kosong pencari kerinduan” dalam jepretan camera HP 6600nya tejo. Qt istirahat dan mengecek perlengakapan agar tidak ada yang ketinggalan. Sebelum berangkat Qt berdoa dulu. Inget temen “Qt semua adalah teman, apapun yang terjadi Qt harus tetap bersama, kekuatan rantai ada pada mata rantai yang terlemah” jadi jaga temen Qt yang tidak kuat. Setelah itu,kami langsung menuju rumah pak RT setempat untuk minta ijin melakukan pendakian. Hal ini dimaksudkan untuk mengantisipasi klo terjadi  hal-hal di luar kemampuan team. Beberapa saat Qt sampai di pertigaan Candi Penampihan yang merupakan salah satu cagar wisata Tulungagung dari kejauhan gunung Wilis tertutup kabut begitu menyeramkan karena yang terlihat hanyalah hamparan hutan yang begitu lebat dan gelap tertutup kabut.

Hatiq merinding tapi aku yakin jika Qt nggak aneh-aneh semua pasti berjalan lancar. Udara yang dingin-dingin sejuk seolah-olah membasahi wajah kami, menemani setiap langkah kaki kami. Jalanan yang menanjak, dengan ilalang yang tumbuh subur yang ditepinya dialiri air sungai yang menjadi mata air kehidupan bagi warga sekitar, seakan-akan menyapa kita semua. Sejauh mata memandang yang kami lihat adalah  gunung, sawah, rerumputan, air, awan, udara dingin, dan…………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………….s a h a b a t yang harus dilindungi.
Break!!!! Itulah kata-kata yang sering Qt dengar dari tiap-tiap mulut team GRS. Kata yang mengisyratkan Qt untuk istirahat sejenak melepas peluh. Setelah melewati Candi Penampihan Qt akan menemui pertigaan. Jika ke arah kiri akan lebih sulit karena Qt akan melewati jalan yang cukup terjal dan terdapat air terjun. Memang bagus tapi Qt ambil jalur kanan karena lebih landai walau jalannya agak harus dibuka pakai golok. Yang penting semua bisa sampai puncak. Pertemuan jalur ini adalah di Pos Watu Godek. . Kurang lebih 20 menit perjalanan, Qt tiba di daerah mata air, sungai kecil yang sangat jernih airnya. Di tempat ini Qt cukupkan persediaan minum dan istirahat sejenak untuk merapatkan hati kepada Sang Khalik, Sang Pencipta Alam Semesta. Sholat dhuhur Qt lakukan dengan jamaah, dibagi 2 gelombang. Ketika teman yang satu sedang sholat, teman yang lain menjaga barang-barang dan perlengkapan lainnya. Itulah sahabat.
Pukul 12.30 setelah semuanya, sholat dan mengisi air di sini. Qt melanjutkan perjalanan. Dengan kondisi yang lebih fresh, Qt melangkah dengan sangat yakin dan lebih bersemangat. Jalan yang Qt lalui semakin menanjak. Jalan – jalan setapak selalu Qt telusuri dengan semangat yang membara. Seolah-olah Qt membelah kawasan hutan di gunung wilis. Kanan kiri Qt adalah ilalang berduri yang siap menghadang perjalanan Qt. Daun-daun basah, rumput-rumput kecil seolah-olah mengisyaratkan pada Qt semua kalau puncak masih jauh di atas sana. Mengisyaratkan pada Qt kalau langkah kaki masih jauh, masih banyak rintangan yang harus Qt lalui.
Jalan yang sekarang Qt lalui semakin bervariasi, dari kemiringan rata-rata 45°-75°. Ilalang yang menemani di langkah-langkah pertama Qt, berganti dengan pohon-pohon besar yang menutupi Qt semua. Langit yang tertutup kabut, sudah tidak bisa Qt liat lagi. Udara dingin sudah menusuk-nusuk persendian. Kanan kiri jalan setapak Qt bukan lagi ilalang, tapi jurang terjal yang siap meruntuhkan perjalanan Qt semua. Entah berapa kali Qt sudah “break”, yang jelas setiap anggota punya hak untuk melakukan break. Banyak sudah air minum yang Qt habiskan untuk membasahi tenggorokan ini. Banyak juga keringat yang tercucur keluar dari tubuh Qt, malah tubuh dari Qt juga mengeluarkan uap karena adaptasi tubuh Qt pada lingkungan. Tapi yang paling penting, kondisi team_lah yang Qt kedepankan. Apabila ada salah satu dari anggota team yang sudah tidak kuat lagi, maka anggota team lainpun harus memakluminya. Harus menjaganya, harus menguatkan dan meneguhkan semangatnya. Chayooo!!!!!!!! Perasaan senang dan bahagia muncul ketika ada tulisan “puncak” yang dibingkai membentuk anak panah mengarah ke atas. Menandakan kepada Qt semua, bahwa puncak masih jauh diatas sana. Entah berapa km jauhnya????
Jalan ke puncak yang Qt lalui ada yang sangat menanjak dan panjang serta tidak ada tempat sedikitpun yang datar, sehingga sampek-sampek karena telah lelah Qt beristirahat di jalan yang menanjak tersebut. Pokoknya setiap ada jalan landai, Qt benar-benar sangat menikmati, Qt anggap itu sebagai “bonus” dari perjalanan yang melelahkan ini. Dari rencana, Qt akan menginap di daerah watu godhek. Daerah di pertengahan antara kaki dan puncak wilis. Hal ini di sebabkan karena kondisi Qt untuk melanjutkan langsung ke puncak sudah tidak memungkinkan lagi. Dari stock air yang sudah menipis, Qt akan mencarinya di dekat watu godhek. Terdapat sungai kecil dibawah watu godhek. Jalan setapak ke mata air masih jelas. Jadi di watu godhek Qt bisa persiapkan air untuk ke puncak.
Berjalan sekitar 3 jam, akhirnya Qt melewati jalanan yang menurun. Hal ini menandakan watu godhek sudah ada di depan mata. Tak ayal juga, ternyata pukul 15.30 Qt sampai di watu godhek. Tidak luas lahan yang di berikan di watu godhek, tapi hal ini sudah cukup bagi Qt semua untuk melepas penat yang melanda. Tas dan peralatan lain langsung Qt sandarkan di sekitar, badan yang sudah terasa “keju-keju” Qt dudukkan sejenak. sekitar 15 menit diam sejenak, Qt kembali menyiapkan hal-hal yang diperlukan untuk menginap di sini. Qt bagi tugas. Ada yang bagian mencari air, mengecek stock makanan, mendirikan tenda, mencari kayu, membuat api unggun, dll. Ikin, Pak Dhe, Imam, Lemri, turun mencari air ke bawah untuk memasak mie dan nasi. Pada waktu itu aku menciptakan komunikasi yang efektif bagi temen-temen yang meninggalkan basecamp (watu godhek) untuk mencari air, yaitu dengan berteriak sekeras-kerasnya mengucapkan “hello gank!!!!”, maka person yang bersangkutan (orang yang meninggalkan basecamp untuk mencari air) harus menjawabnya dengan sekeras-kerasnya juga agar bisa didengar oleh orang yang bersangkutan. Mereka menjawab ‘16”. Jadi, ketika teman-teman yang berada di basecamp berteriak “hello gank!!!”, teman-teman yang meninggalkan base camp menjawab “16!!!!!” sungguh efektif.
Tejo bagian mengecek dan mengumpulkan stock makanan. M, nash, dan aku bagian mendirikan tenda dan mencari kayu buat api unggun dan tongkat. Sedang Juan mencoba membuat api unggun untuk sekedar menghangatkan badan. Tidak lupa juga  di watu godhek ini Qt sholat ‘ashar. Meminta perlindungan pada Sang Khalik. Pukul 16.30 team “pencari air” sudah kembali dengan membawa air yang cukup untuk persediaan nanti. Tidak lupa juga, sesampai di watu godhek mereka gabung sholat juga. Dalam keadaan apapun, sholat tetap Qt jaga. Temen yang belum sholat selalu Qt ingatkan. Itulah sahabat, teman………………………………………………………….
Banyak hal-hal yang menggelikan di watu godhek ini. Juan yang tidak sadar di lengannya (bawah ketiak) ada bekas gigitan lintah (pacet) dianggap sebagai gigitan nyamuk biasa. Tak ayal, setelah aku mengingatkan kalau itu bekas gigitan pacet, juan langsung kelabakan minta ampun. Wajahnya jadi pucat ga karuan. Tapi kasihan juga melihanya. Dengan obat-obatan seadanya, akhirnya luka yang ada bisa Qt tutup dengan hansaplast. Selamat deh teman Qt….
Di watu godhek ini, suhu lebih dingin di banding sebelumnya. Qt bisa melihat pemandangan ngarai yang menjulang curam ke bawah. Langit yang ada diatas sudah sulit Qt pandangi karena tetutup dengan daun-daun yang menaungi kawasan ini. Dinamakan watu godhek ini, disebabkan di daerah ini terdapat batu besar. Di watu godhek ini seiring didatangi kabut basah yang datang tiba-tiba. Tak ayal, hal ini kadang membuat suhu menjadi sangat dingin. ketinggian watu godhek ini 1600 meter diatas permukaan air laut. Dan masih 700 meter lagi ke puncak sana. Secara bergantian Qt menbantu membuat mie dan nasi, yang lain menjaga kobaran api unggun agar tidak padam. Sulit sekali membuat api unggun dalam kondisi seperti ini. Dingin dan basah.
Malam pun tiba, secara bergantian Qt pun sholat magrib, dan isya’. Ketika teman yang satu sholat, teman yang lainnya menjaga dan mencoba menerangi di sekitar dengan lampu senter. Di bagian bawah, api unggun masih setia menghangatkan badan Qt.
Setelah sholat isya’ semuanya, acara inti yang ditunggu-tunggu telah tiba. Makaaaan…. Mie dan nasi yang telah Qt buat, selesai pada waktunya. Qt makan bersama-sama. Meskipun cuma nasi dan mie, rasanya seperti makan di restoran yang sangat mewah. Enak dan lezat…….alhamdulillah. selesai makan, pukul 20.00 Qt siap-siap untuk tidur. Menyiapkan fisik untuk ke puncak besok. Qt 9 orang, tenda 2 buah. Tiap person saling berbagi tempat dengan yang lainnya. Nash, Tejo, Ikin, Pak Dhe satu tenda. Yang lainnya di tenda satunya. Akrab……

9 responses

  1. primen ki halo gank e jawabane 16, imam njaluk dipecat ki…ha2x

    2 June 2009 at 1:06 pm

    • rankga

      Masalahe seng munggah ki karo konco2Q kost jeh makane no.kostan kan 16 makane jawabe 16. iKu imam bukan imam arismaduta cuy

      6 June 2009 at 6:30 pm

  2. Imanda

    Weks!darimana asal muasal munculny angka 16???

    6 June 2009 at 11:50 am

    • rankga

      Kenapa pake 16 ya karena Qt semua berasal dari kostan gebang roda no 16 makanya 16 hahahaha

      6 June 2009 at 6:07 pm

  3. Imanda

    La trus kok pakek hallo gank?
    Harusny hallo 16!
    G kreatip ki, copy paste arismduta!hehe

    6 June 2009 at 11:10 pm

    • rankga

      Bene kan namanya juga gank pisan???

      7 June 2009 at 7:35 pm

  4. imanda

    weks!
    wayahe ngne lo

    rankga,”gebang 16!!!!”

    gank,”ok toy!!!!!!”

    hohohoho
    apik to!!

    7 June 2009 at 8:46 pm

  5. setyaji

    mas bro….insyallah pertengahan april ane mau nyoba ke gunung wilis….ada info cp basecamp wilis ato ga ada yg berbaik hati jd temen ane ke puncak wilis?? hehehe

    3 April 2014 at 4:17 pm

    • rankga

      sukses gan ke gunung wilisnya. Kebetulan saya nggak nyimpen cp nya. hehe, pengen gan cuma sekarang uda domisili di depok ada kerjaan juga yang belum bisa ditinggal.

      7 April 2014 at 1:06 pm

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s