<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>page Rank</title>
	<atom:link href="http://rankga.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://rankga.wordpress.com</link>
	<description>&#34;Dan tak pernah berhenti mata ini memandang takjub segala kebesaranMu dari tanah tertinggi&#34;</description>
	<lastBuildDate>Wed, 25 Jan 2012 03:04:27 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
<cloud domain='rankga.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://1.gravatar.com/blavatar/bac637999403e66c32ff0290d634e3ed?s=96&#038;d=http%3A%2F%2Fs2.wp.com%2Fi%2Fbuttonw-com.png</url>
		<title>page Rank</title>
		<link>http://rankga.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://rankga.wordpress.com/osd.xml" title="page Rank" />
	<atom:link rel='hub' href='http://rankga.wordpress.com/?pushpress=hub'/>
		<item>
		<title>Catatan Perjalanan Gunung Pangrango &#8211; Melintasi Malam di Negeri Pangrango</title>
		<link>http://rankga.wordpress.com/2012/01/04/catatan-perjalanan-gunung-pangrango-melintasi-malam-di-negeri-pangrango/</link>
		<comments>http://rankga.wordpress.com/2012/01/04/catatan-perjalanan-gunung-pangrango-melintasi-malam-di-negeri-pangrango/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 04 Jan 2012 08:29:28 +0000</pubDate>
		<dc:creator>rankga</dc:creator>
				<category><![CDATA[Gunung]]></category>
		<category><![CDATA[Mandalawangi]]></category>
		<category><![CDATA[Pangrango]]></category>
		<category><![CDATA[soe hok gie]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://rankga.wordpress.com/?p=461</guid>
		<description><![CDATA[24 Juli 2011, Bang Rudy yang membangunkan ku dari lelapnya dekapan Pangrango. Yang terasa hanya dingin, masih mencoba membuka mata dan melepaskan badan dari sleeping bag. Sungguh tidak rela jika harus membuka sleeping bag. &#8220;Ayo bangun, bangun, bangun! Jadi ke puncak nggak?&#8221; Seruku. Perlahan tapi pasti satu persatu keluar tenda untuk menyesuaikan diri. Tenda kami [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=rankga.wordpress.com&amp;blog=1193598&amp;post=461&amp;subd=rankga&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>24 Juli 2011,</p>
<p>Bang Rudy yang membangunkan ku dari lelapnya dekapan Pangrango. Yang terasa hanya dingin, masih mencoba membuka mata dan melepaskan badan dari sleeping bag. Sungguh tidak rela jika harus membuka sleeping bag.</p>
<p>&#8220;Ayo bangun, bangun, bangun! Jadi ke puncak nggak?&#8221; Seruku.</p>
<p>Perlahan tapi pasti satu persatu keluar tenda untuk menyesuaikan diri. Tenda kami biarkan berdiri, semua peralatan yang tidak dibawa kami masukkan ke dalam tenda. Semoga barang-barang yang tidak dibawa bisa aman dan tidak hilang. Peralatan yang dibawa summit hanya perlengkapan masak, air dan makanan untuk sarapan di Puncak.</p>
<p>Setelah semua team siap, tidak lupa sejenak merapatkan lengan-lengan kami untuk berdoa demi kelancaran summit attack Pangrango. Dari semua team hanya Bang Rudy yang pernah naik ke Pangrango itupun sudah lama sekali dan kondisi kali ini di malam hari. Baru berjalan beberapa menit, sudah sempat kebingungan terhadap jalur. Hmmm, cilaka! Tanda-tandanya akan menyeramkan. Namun alangkah beruntungnya, ketika kami bertemu dengan team lain yang akan melakukan summit attack juga. Akhirnya diputuskan bareng dengan Team Ruli. Lumayan, jadi lebih rame.<span id="more-461"></span></p>
<p>Berjalan memecah keheningan malam alam Pangrango cukup memunculkan sensasi nyali tersendiri. Ada perasaan takut dimana-mana, jika tersesat, salah jalan, terpisah diantara anggota team ataupun bertemu dengan hewan buas secara tidak sengaja. Apalagi saya belum pernah mendaki Pangrango. Jalur awal pendakian dari Kandang Badak didominasi dengan hutan yang tingkat kerapatannya cukup tinggi. Selain itu banyak sekali pohon tumbang yang menghalangi jalan. Perlu tenaga ekstra untuk melompati atau merunduk melewati pohon tumbang ini.</p>
<p>Setelah berjalan 2 jam, jalur mulai menanjak. Tak jarang harus melewati jalur bersebelahan dengan jurang. Jalur semakin terjal dengan kemiringan sampai 60-80 derajat. Senter harus berperan besar disini karena harus mencari pegangan dan pijakan yang benar-benar kuat agak tidak terperosok. Akar tumbuhan besar cukup membantu sebagai pegangan dalam perjalanan. Cukup banyak kami berhenti di tanjakan-tanjakan ekstrim. Namun tetap diusahakan tidak berhenti lama.</p>
<p>Pukul 4 dini hari, dari suara angin yang semakin kencang menandakan bahwa puncak semakin dekat. Tumbuhan-tumbuhan perdu mulai terlihat. Trek jalan akan memutar ke kiri mengikuti kontur. Ternyata malam itu banyak yang tidur di jalan karena memang jalan mendekati puncak berupa lekukan tanah. Bukan maksud tidak sopan akhirnya kami melangkahi badan-badan mereka agar bisa terus berjalan. Angin mulai menjadi kencang dan dingin sekali. Malam itu angin gunung terus menerjang badan yang hanya berbalutkan baju dan jaket tipis. Tapi semangat yang membawa kami untuk tetap berjalan sampai akhirnya bertemu Gubuk Kecil di puncak gunung. Puncak Pangrango, dengan triangulasi berwarna hijau di sebelahnya.</p>
<p>Aku, Novi, Bagas, Fitra, Hatta, Diaz dan Bang Rudy akhirnya sampai di Puncak Pangrango. Senang sekali rasanya dan tak lupa kami abadikan moment indah ini dengan berfoto sepuasnya. Fotografer kami kali ini adalah Bagas. Thank you Bagas buat foto-fotonya yang nice banget.</p>
<p>Pemandangan pagi yang luar biasa, matahari mulai memunculkan sinarnya. Gagahnya puncak Gede terlihat jelas di sebelah timur. Namun sayang, Puncaknya tidak terlalu terbuka sehingga tidak dapat memandang bebas. Banyak pohon-pohon tinggi yang tumbuh di Puncak. Karena angin lumayan kencang akhirnya setelah menikmati sunrise, kami menuju arah barat untuk turun ke Lembah Mandalawangi.</p>
<p>Jalur ke Mandalawangi kanan kiri di dominasi dengan tumbuhan-tumbuhan perdu. Tidak sampai 15 menit kita akan menemui lembah dengan hamparan edelweiss di sana sini. Kita sampai di Lembah Mandalawangi pukul 04.30. Sejenak merapatkan hati kepada sang pencipta berjama&#8217;ah di Mandalawangi. Setelah itu langsung buka peralatan masak untuk bikin minuman hangat. Menikmati dinginnya Mandalawangi. Saya terkesan dengan edelweissnya yang masih tumbuh banyak di lembah ini. Semoga tetap lestari sampai anak cucu kita nanti.</p>
<div class="wp-caption aligncenter" style="width: 490px"><img class=" " title="Nikmat itu, bisa Sarapan di Mandalawangi" src="http://a5.sphotos.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-ash4/216759_10150293311973921_563993920_7633932_1393678_n.jpg" alt="Nikmat itu, bisa Sarapan di Mandalawangi" width="480" height="323" /><p class="wp-caption-text">Nikmat itu, bisa Sarapan di Mandalawangi</p></div>
<p>Kami sempat masak di pagi itu, tempat ini cukup memanjakan pecinta alam karena ada mata airnya dengan turun di pertemuan dua bukitnya. Sekilas terlihat bekas sungai yang mati membelah lembah mandalawangi. Dari lembah Mandalawangi kami sempat menikmati pemandangan Gunung Salak Kembar yang sangat cerah sekali. Sungguh sempurna pagi itu di Mandalawangi. Mandalawangi sungguh berikan kedamaiannya untuk kami dan semuanya yang mencintai bumi ini. Apalagi diiringi dengan lagunya BIP &#8220;Pelangi dan Matahari&#8221;. membumi dan mengharu biru .</p>
<p style="text-align:center;">padang hijau di balik gunung yang tinggi<br />
berhiaskan pelangi setelah hujan pergi<br />
ku terdampar di tempat seindah ini<br />
seperti hati sedang, sedang jatuh cinta</p>
<p style="text-align:center;">ku bahagia merasakannya<br />
andaikan aku bisa di sini selamanya<br />
‘tuk menikmatinya</p>
<p style="text-align:center;">sungai mengalir sebebas aku berpikir<br />
hembusan angin dingin membawa aku berlari<br />
mensyukuri semua yang telah kau beri<br />
hati yang rapuh ini kau kuatkan lagi</p>
<div class="wp-caption aligncenter" style="width: 490px"><img title="Lembah Mandalawangi dan Salak Kembar" src="http://a8.sphotos.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-snc6/263368_10150281181408921_563993920_7513335_5660791_n.jpg" alt="Lembah Mandalawangi dan Salak Kembar" width="480" height="362" /><p class="wp-caption-text">Lembah Mandalawangi dan Salak Kembar</p></div>
<div class="wp-caption aligncenter" style="width: 490px"><img class=" " title="Full Team - Mandalawangi" src="http://a1.sphotos.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-snc6/262803_10150282293593921_563993920_7526566_7512018_n.jpg" alt="Full Team - Mandalawangi" width="480" height="362" /><p class="wp-caption-text">Full Team - Mandalawangi</p></div>
<div class="wp-caption aligncenter" style="width: 490px"><img class=" " title="Full Team - Puncak Pangrango" src="http://a3.sphotos.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-ash4/254658_10150282300418921_563993920_7526656_5570990_n.jpg" alt="Full Team - Puncak Pangrango" width="480" height="362" /><p class="wp-caption-text">Full Team - Puncak Pangrango</p></div>
<div class="wp-caption aligncenter" style="width: 490px"><img class=" " title="Nice View From Pangrango" src="http://a3.sphotos.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-ash4/284604_10150282305568921_563993920_7526785_3189406_n.jpg" alt="Nice View From Pangrango" width="480" height="362" /><p class="wp-caption-text">Nice View From Pangrango</p></div>
<div class="wp-caption aligncenter" style="width: 463px"><img title="Triangulasi Pangrango" src="http://a2.sphotos.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-snc6/223784_10150298917148921_563993920_7684176_2062338_n.jpg" alt="Triangulasi Pangrango" width="453" height="604" /><p class="wp-caption-text">Triangulasi Pangrango</p></div>
<p>Salam Lestari!!!</p>
<p>Tidak heran jika Soe Hok Gie pernah mencintai Mandalawangi dengan puisinya :</p>
<div class="wp-caption aligncenter" style="width: 310px"><img title="Soe Hok Gie" src="http://rankga.files.wordpress.com/2012/01/gie1.jpg?w=300&#038;h=225" alt="Soe Hok Gie" width="300" height="225" /><p class="wp-caption-text">Soe Hok Gie</p></div>
<p style="text-align:center;">&#8220;Mandalawangi &#8211; Pangrango&#8221;</p>
<p style="text-align:center;">Senja ini, ketika matahari turun kedalam jurang2mu<br />
aku datang kembali<br />
kedalam ribaanmu, dalam sepimu dan dalam dinginmu<br />
walaupun setiap orang berbicara tentang manfaat dan guna<br />
aku bicara padamu tentang cinta dan keindahan<br />
dan aku terima kau dalam keberadaanmu<br />
seperti kau terima daku</p>
<p style="text-align:center;">aku cinta padamu, Pangrango yang dingin dan sepi<br />
sungaimu adalah nyanyian keabadian tentang tiada<br />
hutanmu adalah misteri segala<br />
cintamu dan cintaku adalah kebisuan semesta</p>
<p style="text-align:center;">malam itu ketika dingin dan kebisuan menyelimuti Mandalawangi Kau datang kembali<br />
Dan bicara padaku tentang kehampaan semua</p>
<p style="text-align:center;">“hidup adalah soal keberanian, menghadapi yang tanda tanya “tanpa kita mengerti, tanpa kita bisa menawar<br />
‘terimalah dan hadapilah</p>
<p style="text-align:center;">dan antara ransel2 kosong dan api unggun yang membara<br />
aku terima ini semua<br />
melampaui batas2 hutanmu, melampaui batas2 jurangmu</p>
<p style="text-align:center;">aku cinta padamu Pangrango<br />
karena aku cinta pada keberanian hidup</p>
<p style="text-align:center;">Jakarta 19-7-1966</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/rankga.wordpress.com/461/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/rankga.wordpress.com/461/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/rankga.wordpress.com/461/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/rankga.wordpress.com/461/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/rankga.wordpress.com/461/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/rankga.wordpress.com/461/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/rankga.wordpress.com/461/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/rankga.wordpress.com/461/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/rankga.wordpress.com/461/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/rankga.wordpress.com/461/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/rankga.wordpress.com/461/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/rankga.wordpress.com/461/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/rankga.wordpress.com/461/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/rankga.wordpress.com/461/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=rankga.wordpress.com&amp;blog=1193598&amp;post=461&amp;subd=rankga&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://rankga.wordpress.com/2012/01/04/catatan-perjalanan-gunung-pangrango-melintasi-malam-di-negeri-pangrango/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/0e721211ed5302bd5959da3ccf31d878?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">rankga</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://a5.sphotos.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-ash4/216759_10150293311973921_563993920_7633932_1393678_n.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">Nikmat itu, bisa Sarapan di Mandalawangi</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://a8.sphotos.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-snc6/263368_10150281181408921_563993920_7513335_5660791_n.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">Lembah Mandalawangi dan Salak Kembar</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://a1.sphotos.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-snc6/262803_10150282293593921_563993920_7526566_7512018_n.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">Full Team - Mandalawangi</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://a3.sphotos.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-ash4/254658_10150282300418921_563993920_7526656_5570990_n.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">Full Team - Puncak Pangrango</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://a3.sphotos.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-ash4/284604_10150282305568921_563993920_7526785_3189406_n.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">Nice View From Pangrango</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://a2.sphotos.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-snc6/223784_10150298917148921_563993920_7684176_2062338_n.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">Triangulasi Pangrango</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://rankga.files.wordpress.com/2012/01/gie1.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">Soe Hok Gie</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Catatan Perjalanan Gunung Pangrango &#8211; Mencumbu Guguran Air Hutan Pangrango</title>
		<link>http://rankga.wordpress.com/2011/12/29/catatan-perjalanan-gunung-pangrango/</link>
		<comments>http://rankga.wordpress.com/2011/12/29/catatan-perjalanan-gunung-pangrango/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 29 Dec 2011 08:22:13 +0000</pubDate>
		<dc:creator>rankga</dc:creator>
				<category><![CDATA[Gunung]]></category>
		<category><![CDATA[Cibodas]]></category>
		<category><![CDATA[Pangrango]]></category>
		<category><![CDATA[soe hok gie]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://rankga.wordpress.com/?p=437</guid>
		<description><![CDATA[Pangrango is one of the mountains in my dreams because its proximity to my idol Soe Hok Gie. About all the beauty that Pangrango have from the writings of Gie. She told about the valley Mandalawangi in verse Gie&#8217;s poem. That&#8217;s what made ​​me curious, about beauty, life and peace in Mandalawangi. Berbekal ide antara [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=rankga.wordpress.com&amp;blog=1193598&amp;post=437&amp;subd=rankga&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Pangrango is one of the mountains in my dreams because its proximity to my idol Soe Hok Gie. About all the beauty that Pangrango have from the writings of Gie. She told about the valley Mandalawangi in verse Gie&#8217;s poem. That&#8217;s what made ​​me curious, about beauty, life and peace in Mandalawangi.</p>
<p>Berbekal ide antara aku dengan Novi, rencana perjalanan ini memang tidak sampai sebulan menjalankannya. Terhitung 2 minggu sebelum keberangkatan, aku sudah booking rencana pendakian di <cite>www.<strong>gedepangrango</strong>.org/</cite> (Taman Nasional Gede Pangrango) dengan mengurus SIMAKSI (Surat Ijin Masuk Kawasan Konsevasi). Seperti biasanya ada beberapa anggota yang sudah terdaftar, mengundurkan diri. Seleksi alamlah yang memilih orang-orang siap dan tepat dengan sendirinya. Kami mendaftarkan dua group pendakian, satu group Bagas dengan Fitra dan satu lagi Novi dengan aku. Dari beberapa artikel yang saya baca, perlu 7 jam perjalanan untuk sampai Puncak Pangrango dari Pos Cibodas (exclude kalau sering istirahat ya). Pengalaman pendakian Gede sebelumnya, proses pengeluaran SIMAKSI lumayan lama dan bisa keluar setelah jam 10 siang. Alhamdulillah, Bagas dapat kenalan penduduk di Cibodas yang menawarkan proses pengurusan SIMAKSI sehingga Jum&#8217;at malam SIMAKSI sudah ditangan. Meskipun menambah biaya sedikit untuk  mengganti ongkos keringat Penduduk itu.</p>
<p>Malam selepas pulang kantor langsung siap-siap untuk berangkat ke kampung rambutan. Janjian sama Bagas, Hatta, Dias dan Fitra pukul 20.00. Bertemu dengan beberapa rombongan lain yang ternyata juga mau ke Pangrango. Kami ditawari untuk carter mobil dari kampung rambutan ke cibodas. Boleh sih, kalau 20 ribu saja. Negoisasi berjalan alot dan akhirnyapun dapat juga dengan tambahan biaya 5 ribu. Lumayan berjepit-jepit di dalam mobil karena diisi dengan 9 orang.</p>
<p>Pukul 01 dini hari, kami sampai di pasar cibodas. Saya dan team menuju ke podok Bu Le&#8217; sedangan rombongan lain ke pondok Mang Idi. Fitra langsung menghubungi penduduk yang mengurus SIMAKSI untuk mengambil surat ijin kami agar besok bisa berangkat pagi. Tak berapa lama kemudian teman saya Novi yang dari nonton konser sampai juga di Cibodas. Selain itu ada teman Bagas satu lagi yang datang dari bandung, Mas Rudi. Semua personel sudah lengkap dan akhirnya dini hari itu beristirahat sejenak di Pondok Bu Le&#8217;.</p>
<p>23 Juli 2011,</p>
<div class="wp-caption aligncenter" style="width: 490px"><img class=" " title="Cibodas - Background Pangrango" src="http://a8.sphotos.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-snc6/224510_2273488638311_1281515118_32703725_6607728_n.jpg" alt="Cibodas - Background Pangrango" width="480" height="322" /><p class="wp-caption-text">Cibodas - Background Pangrango</p></div>
<p>Pukul 06.00 kita siap-siap untuk memulai perjalanan. Pagi itu suasana cerah di Puncak Pangrango sehingga sayang kalau dilewatkan tanpa berfoto ria. Seperti biasa di pintu masuk hutan dilakukan pengecekan terhadap peralatan yang dibawa. Kita diminta untuk mendaftar bahan makanan kemasan yang ada dalam ransel. Setelah itu baru pendakian dimulai dengan memasuki komplek pengurus Taman Nasional Gunung Gede Pangrango.<span id="more-437"></span></p>
<div class="wp-caption aligncenter" style="width: 490px"><img class=" " title="Let Go Together" src="http://a6.sphotos.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-ash4/281414_2273496718513_1281515118_32703732_4802977_n.jpg" alt="Let Go Together" width="480" height="322" /><p class="wp-caption-text">Let Go Together</p></div>
<p>Suasana dingin dipayungi dengan hutan hujan tropis menemani awal langkah kami. Jalanan berbentuk susunan batu yang sebenarnya kalau menurut saya malah bikin kaki sakit. Sempat berhenti di Telaga Biru, sekedar merasakan segarnya aliran sungai. Membasuh muka.</p>
<div class="wp-caption aligncenter" style="width: 490px"><img class=" " title="Telaga Biru" src="http://a4.sphotos.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-ash4/284330_2273531919393_1281515118_32703759_8267476_n.jpg" alt="Telaga Biru" width="480" height="322" /><p class="wp-caption-text">Telaga Biru</p></div>
<p>Lanjut melintasi jembatan kayu di rawa Gayonggong, tambah fantastis suasana cerah menampilkan ketegaran dan ketangguhan puncak Pangrango sebagai backgroundnya. Perlu agak hati-hati untuk melintasi medan jembatan ini karena ada beberapa kayu yang patah. Bisa jadi salah pijak lubang, akhirnya jatuh ke dalam rawa.</p>
<div class="wp-caption aligncenter" style="width: 490px"><img class=" " title="Rawa Gayonggong" src="http://a2.sphotos.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-ash4/285452_10150282290273921_563993920_7526520_6710538_n.jpg" alt="Rawa Gayonggong" width="480" height="362" /><p class="wp-caption-text">Rawa Gayonggong</p></div>
<p>Gemercik suara aliran sungainya memang tak pernah bisa tertandingi. Sempat berhenti di pertigaan jalur Puncak dan Air Terjun Cibereum menunggu teman-teman yang semakin jauh ketinggalan. Dari pertigaan Panyangcangan ini menuju air panas akan sangat panjang, jalan setapak yang memutar-mutar. Kanan kiri di dominasi jurang, namun vegetasi masih rapat. Trek dengan tanjangan yang biasa dan lebih banyak didominasi dengan bonus. Perlu sekitar 2 jam perjalanan untuk sampai di air panas.</p>
<div class="wp-caption aligncenter" style="width: 490px"><img class=" " title="Air Panas" src="http://a4.sphotos.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-ash4/226148_2273614481457_1281515118_32703945_7275800_n.jpg" alt="Air Panas" width="480" height="322" /><p class="wp-caption-text">Air Panas</p></div>
<p>Dari trek pertigaan Panyangcangan ke  Kandang Badak, team terpecah menjadi dua team. Saya dan Novi berada di depan. Setelah melewati air panas, jalur akan kembali masuk ke dalam kerapatan hutan namun jarak antar pos sangat dekat. 15 menit dari Air panas, kita ada jumpai pos dengan medan datar yang luas. Cukup untuk 7-10 tenda. Nama pos ini adalah Kandang Batu. Dan tak ada setengah jam kemudian sampai di Kandang Badak. Pukul 11.30 saya dan Novi sampai di Kandang Badak dan diputuskan makan siang sambil menunggu teman-teman yang dibelakang.</p>
<p>Sekitar pukul 15.00, batang hidung teman-teman yang lain baru muncul. Ternyata ada masalah dengan kaki Bagas. Sebenarnya target saya, bisa mendirikan tenda di Mandalawangi. Tapi karena faktor cuaca hutan jalur ke  Pangrango sedang hujan deras dan beberapa kondisi fisik teman-teman ada yang drop akhirnya di putuskan untuk membuka tenda di Kandang Badak. Planning diubah dengan memulihkan tenaga di Kandang Badak untuk sore ini. Dan dini harinya akan melanjutkan perjalanan ke Pangrango.</p>
<p>Sore itu, kami bangun 2 tenda dan langsung buka trangia untuk pesta malam ini. Cukup banyak nasi yang dimasak. Omlette super duper besar, akhirnya susah juga untuk dibalik. Pecah ditengah jalan deh omlettenya. Meskipun nggak bulat lagi, rasanya tetap maknyus sih. Apalagi ditambahi saos sambal yang kami bawa. Dengan melihat Fitra dan Hatta lahap makan, sudah cukup mengenyangkan perutku.</p>
<p>Dan malam itu terlewatkan begitu hangat di dalam tenda. Guguran air hutan pangrango kami lewatkan dengan memejamkan mata lebih awal.</p>
<p>&#8220;Sweet dream all my friend&#8221;</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/rankga.wordpress.com/437/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/rankga.wordpress.com/437/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/rankga.wordpress.com/437/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/rankga.wordpress.com/437/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/rankga.wordpress.com/437/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/rankga.wordpress.com/437/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/rankga.wordpress.com/437/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/rankga.wordpress.com/437/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/rankga.wordpress.com/437/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/rankga.wordpress.com/437/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/rankga.wordpress.com/437/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/rankga.wordpress.com/437/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/rankga.wordpress.com/437/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/rankga.wordpress.com/437/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=rankga.wordpress.com&amp;blog=1193598&amp;post=437&amp;subd=rankga&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://rankga.wordpress.com/2011/12/29/catatan-perjalanan-gunung-pangrango/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/0e721211ed5302bd5959da3ccf31d878?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">rankga</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://a8.sphotos.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-snc6/224510_2273488638311_1281515118_32703725_6607728_n.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">Cibodas - Background Pangrango</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://a6.sphotos.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-ash4/281414_2273496718513_1281515118_32703732_4802977_n.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">Let Go Together</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://a4.sphotos.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-ash4/284330_2273531919393_1281515118_32703759_8267476_n.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">Telaga Biru</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://a2.sphotos.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-ash4/285452_10150282290273921_563993920_7526520_6710538_n.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">Rawa Gayonggong</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://a4.sphotos.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-ash4/226148_2273614481457_1281515118_32703945_7275800_n.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">Air Panas</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Ultralight Hiking dan Trekking</title>
		<link>http://rankga.wordpress.com/2011/11/21/ultralight-hiking-dan-trekking/</link>
		<comments>http://rankga.wordpress.com/2011/11/21/ultralight-hiking-dan-trekking/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 21 Nov 2011 06:14:23 +0000</pubDate>
		<dc:creator>rankga</dc:creator>
				<category><![CDATA[Gunung]]></category>
		<category><![CDATA[Ultralight Hiking]]></category>
		<category><![CDATA[Ultralight Trekking]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://rankga.wordpress.com/?p=441</guid>
		<description><![CDATA[Apakah Ultralight hiking atau ultralight trekking itu?? Atau bisa juga pertanyaannya menjadi, kenapa orang-orang mau membawa beban 15 – 20 kg dengan ranselnya? yang didalamnya berisikan perbekalan, peralatan serta kebutuhan di saat berada di alam bebas. Dengan kondisi beban berat seperti itu akan membuahkan beberapa problem yaitu: Lambat, membosankan Kelelahan, lekas marah, dan rendahnya rasa [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=rankga.wordpress.com&amp;blog=1193598&amp;post=441&amp;subd=rankga&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Apakah Ultralight hiking atau ultralight trekking itu??</p>
<p>Atau bisa juga pertanyaannya menjadi, kenapa orang-orang mau membawa beban 15 – 20 kg dengan ranselnya? yang didalamnya berisikan perbekalan, peralatan serta kebutuhan di saat berada di alam bebas. Dengan kondisi beban berat seperti itu akan membuahkan beberapa problem yaitu:</p>
<p>Lambat, membosankan<br />
Kelelahan, lekas marah, dan rendahnya rasa kebersamaan saat di jalan setapak<br />
Meningkatkan kemungkinan untuk terluka, sakit dipunggung, keseleo mata kaki, lutut nyeri, otot sakit, memar atau lecet, sakit dibagian pinggul serta bahu, dll.<br />
Perjalanan hiking atau trekking yang panjang berarti juga akan membuat sedikitnya waktu untuk bersantai di tenda, menikmati asyiknya suasana saat di basecamp.<br />
Saat kita mulai mendirikan tenda dan mencoba beristirahat, kita akan merasa sangat letih dan membuat malas untuk melakukan hal lain.</p>
<p>Semua hal diatas merupakan penghambat untuk menikmati alam sekitarnya, sedangkan tujuan kita ke alam bebas adalah untuk menikmatinya, jadi kenapa tidak kita rubah?? Bagaimana jika kita pergi dengan ransel ukuran 30 – 40 lt untuk perjalanan 3 hari 2 malam? dengan ukuran dan berat ini, perjalanan yang biasanya terasa berat karena beban berat dari ransel seukuran 70 lt, akan terasa lebih ringan, dan tanpa beban yang terlampau berat. Serta kita akan lebih bisa menikmati alam bebas sepanjang perjalanan, dan juga kita bisa lebih cepat sampai dilokasi basecamp tidak dalam keadaan sangat lelah.</p>
<p>Dengan pemilihan peralatan dan mengaturnya dengan tepat, ransel kapasitas 40 lt akan terasa sangat cukup sekali untuk perjalanan diatas. Mengenai contoh-contoh peralatan ultralight akan dibahas pada bagian lain.</p>
<p>Untuk siapa ultralight hiking (backpacking) itu?<br />
Ultralight backpacking adalah untuk semua orang yang serius dengan kegiatan trekking atau naik gunung. Ransel yang berat akan merubah banyak orang baru yang tadinya mungkin akan bisa menikmati perjalanan trekking menjadi kapok dan tidak mau mencoba lagi.</p>
<p>Apakah aman?<br />
Setiap ultralight hiker atau trekker membawa semua peralatan yang sama tingkat safety pointnya seperti halnya yang dibawa oleh hiker atau trekker pada umumnya. Seperti, pakaian, alat tidur, shelter, P3K, wadah air dll. Tetapi, seperti hal lainnya dalam hidup ini, tidak ada garansi bagi yang tidak berpengalaman, salah keputusanlah yang menyebabkan masalah dalam pendakian, bukanlah peralatan. Ini bisa terjadi pada seseorang yang membawa banyak peralatan tanpa mengerti untuk apa dan kapan digunakannya. Biasakanlah diri dengan tehnik pendakian, serta dengan peralatan, dan juga biasakanlah latihan emergency tehnik dan diatas semua itu adalah berlatih untuk mengambil keputusan yang tepat. Semakin sering anda berlatih maka akan semakin mengerti bagaimana meminimal peralatan tanpa mengurangi kenyamanan anda. Saat ini ada banyak sekali peralatan yang dibuat dan dirancang seringan mungkin. Akan tetapi harganya masih sangat mahal, meskipun begitu anda bisa merancangnya sendiri dan membuatnya, tentu saja biayanya jauh lebih murah.</p>
<p>Lalu, apakah sebenarnya Ultralight hiking atau trekking itu?<br />
Ada banyak sekali individu-individu yang menerjemahkan arti Ultralight ini, tapi dari semua itu pada prinsipnya, ultralight hiking atau trekking itu adalah suatu cara atau tehnik melakukan perjalanan ke alam bebas dengan membawa peralatan dan perbekalan yang ringan dan tanpa meninggalkan prinsip-prinsip safety prosedur serta juga kenyamanan kita selama berada di alam bebas. Dan prinsip ultralight ini bukan hanya untuk perseorangan saja akan tetapi bisa juga diterapkan dalam perjalanan berkelompok. Dan kesemuanya itu membutuhkan perhitungan yang matang pada perencanaan perjalanan. Perlu diingat ultralight disini bukanlah mengurangi kwantitas dari peralatan yang dibawa, akan tetapi membuat sebuah peralatan menjadi simpel dan enteng tanpa kehilangan kwalitas penggunaannya.</p>
<p><strong>Peralatan ultralight hiking</strong></p>
<p>Ada banyak sekali bermacam type peralatan ultralight yang beredar dipasaran, dan saat ini beberapa diantaranya bisa didapatkan di Indonesia, akan tetapi harga peralatan tersebut masih tergolong mahal. Meskipun demikian kita bisa merancang sendiri peralatan yang kita butuhkan dan membuatnya. Berikut adalah beberapa contoh peralatan ultralight yang ada dan sangat simple dalam penggunaannya.</p>
<p><strong>Ransel</strong><br />
<a href="http://wantopur.files.wordpress.com/2010/11/marmot-back-pack.jpg"><img title="marmot back pack" src="http://wantopur.files.wordpress.com/2010/11/marmot-back-pack.jpg?w=150&#038;h=150&#038;h=150" alt="" width="150" height="150" /></a><br />
Semakin sedikit dan simple peralatan yang dibawa maka akan semakin kecil ransel yang dibutuhkan, hal tersebut juga merupakan kunci dari ultralight. Semakin simple suatu peralatan maka semakin kecil tempat yang dibutuhkan maka akan semakin banyak makanan yang bisa dibawa. Rencanakanlah dengan seksama lama perjalanan dan jumlah makanan yang dibawa. Carilah ransel yang simple dan ringan, ukuran 30 lt atau 40 lt sangat cocok untuk ultralight.</p>
<p>Lagi membutuhkan ransel visit this link, <a href="http://rakata_ind.tokobagus.com/">http://rakata_ind.tokobagus.com/</a></p>
<p><strong>Sleeping Bag</strong></p>
<p><a href="http://wantopur.files.wordpress.com/2010/11/deuter-deram-lite.jpg"><img title="deuter deram lite" src="http://wantopur.files.wordpress.com/2010/11/deuter-deram-lite.jpg?w=150&#038;h=150&#038;h=150" alt="" width="150" height="150" /></a></p>
<p>Untuk sleeping bag saat ini ada jenis ultralight baik berbahan down maupun sintetis. Seperti contoh disini packing yang sangat kecil dan ringan. Diatas semua itu kemampuan isolasinya tidak berkurang.</p>
<p><strong>Matras</strong></p>
<p><img class="alignnone" src="http://t2.gstatic.com/images?q=tbn:ANd9GcRdgoO49rlmJF7n8rOEFGniCmxtJiy_5CADq4n9BDryjYnAZfti" alt="" width="259" height="194" /></p>
<p>Untuk matras atau alas tidur, saat ini ada bahan alumimium foil berlapis busa yang sangat ringan dan bisa dilipat, mekipun tipis tapi kemampuan aluminium menahan uap lembab dari tanah sangat baik sekali, jenis matrass ini tersedia dalam ukuran yang lebar dan cukup untuk tenda atau bivy untuk satu orang.</p>
<p><strong>Shelter/Tenda</strong></p>
<p><a href="http://wantopur.files.wordpress.com/2010/11/msr_hubba_vest.jpg"><img title="MSR_Hubba_Vest" src="http://wantopur.files.wordpress.com/2010/11/msr_hubba_vest.jpg?w=150&#038;h=94&#038;h=94" alt="" width="150" height="94" /></a></p>
<p>Shelter adalah suatu keharusan, jika akan bermalam di alam bebas. ada berbagai jenis shelter atau bivy ultralight untuk kapasitas satu orang. Trap juga bisa kita jadikan shelter, dengan sedikit improvisasi trap bisa dijadikan sebuah shelter yang nyaman dan tentu saja ringan dan tanpa kehilangan fungsinya sebagai shelter.</p>
<p><strong>Alat Masak</strong></p>
<p><a href="http://wantopur.files.wordpress.com/2010/11/mini-trangia.jpg"><img title="Mini-Trangia" src="http://wantopur.files.wordpress.com/2010/11/mini-trangia.jpg?w=150&#038;h=104&#038;h=104" alt="" width="150" height="104" /></a></p>
<p>Ada banyak sekali alat masak ultralight untuk penggunaan satu atau dua orang, sebagai contoh disini kompor spritus dengan satu misting dan penutupnya yang juga bisa berfungsi sebagai penggorengan. Selain kompor jenis spritus saat ini juga tersedia di pasaran kompor gas ultralight buatan primuss sweden.</p>
<p>Lagi membutuhkan cooking set, visit this link <a href="http://rakata_ind.tokobagus.com/">http://rakata_ind.tokobagus.com/</a></p>
<p><strong>Cup/gelas</strong></p>
<p><strong></strong>Untuk cup minum model sierra cup adalah pilihan yang baik sekali, karena selain bisa digunakan sebagai tempat minum kita juga bisa menggunakannya sebagai wadah untuk membuat eeg scramble atau jenis masakan simple lainnya, serta juga bisa dipakai untuk menghangatkan jagung manis dan lainya tergantung improvisasi.</p>
<p><strong>Wadah Air</strong></p>
<p><img class=" alignnone" src="http://t0.gstatic.com/images?q=tbn:ANd9GcQVx0kq4tE_uLYnVzNEQXS9CbVRvhfPWSj7-gqqfbj-YjCksA4GHQ" alt="" width="224" height="224" /></p>
<p>Tempat minum lipat dari plastik atau kulit sangat praktis dan tidak memakan tempat saat kosong, ada banyak sekali botol lipat saat ini beredar dipasaran, baik itu keluaran nalgene ataupun playtipus. Dan meskipun dalam keadaan diisi air tutupnya sangat rapat dan tidak bocor. Selain itu wadah air lipat untuk membawa air dari lokasi mata air ke tempat camping juga dibutuhkan yang praktis dan bisa dilipat. dibandingkan dengan botol aluminium atau plastik.<strong><br />
</strong></p>
<p><strong>Pakaian</strong></p>
<p><a href="http://wantopur.files.wordpress.com/2010/11/ponco.jpg"><img title="ponco" src="http://wantopur.files.wordpress.com/2010/11/ponco.jpg?w=150&#038;h=150&#038;h=150" alt="" width="150" height="150" /></a><a href="http://wantopur.files.wordpress.com/2010/11/tnf-jaket.jpg"><img title="tnf jaket" src="http://wantopur.files.wordpress.com/2010/11/tnf-jaket.jpg?w=93&#038;h=150&#038;h=150" alt="" width="93" height="150" /></a><a href="http://wantopur.files.wordpress.com/2010/11/kaos-tnf.jpeg"><img title="kaos tnf" src="http://wantopur.files.wordpress.com/2010/11/kaos-tnf.jpeg?w=112&#038;h=150&#038;h=150" alt="" width="112" height="150" /></a></p>
<p>Jaket polar dan goretex adalah pilihan yang baik untuk isolasi dingin dan udara lembab, dan ponco adalah pilihan baik juga untuk perlindungan terhadap hujan, disamping bisa digunakan sebagai alas. Untuk pakaian bawalah pakaian yang sesuai dengan musim saat anda mengadakan perjalanan, t-shirt katun dan celana pendek katun tipis sangat baik untuk musim kemarau. Usahakan untuk merencanakannya seefisien mungkin agar tidak kelebihan atau kekurangan.</p>
<p><strong>Hal lainnya</strong><br />
Hal lainnya adalah sama dengan peralatan trekking lainnya, seperti Senter, navigasi aids, survival kits, P3K praktis, dan lainnya. Satu hal lagi yang tidak kalah pentingnya dalam perencanaan sebuah perjalanan dengan prinsip ultralight, adalah packing makanan. Buanglah setiap kotak atau bungkus makanan yang tidak penting, jika makanan bisa dipindahkan kedalam kantong plastik akan lebih mudah lagi dibanding jika tetap harus dalam kotaknya yang akan memakan tempat di dalam ransel serta tentu saja tambahan berat. Didalam ultralight hiking atau trekking, berat extra 1ons saja akan sangat mempengaruhi perjalanan kita.</p>
<p>Jika anda memutuskan untuk memakai gaya ultralight hiking atau ultralight trekking, jangan pernah berhenti untuk berimprofisasi dan mencoba hal baru dalam menimalkan peralatan anda tanpa mengurangi kemampuan peralatan tersebut.</p>
<p>Diambil / copy dari <a href="http://www.highcamp.info/">www.highcamp.info</a></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/rankga.wordpress.com/441/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/rankga.wordpress.com/441/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/rankga.wordpress.com/441/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/rankga.wordpress.com/441/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/rankga.wordpress.com/441/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/rankga.wordpress.com/441/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/rankga.wordpress.com/441/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/rankga.wordpress.com/441/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/rankga.wordpress.com/441/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/rankga.wordpress.com/441/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/rankga.wordpress.com/441/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/rankga.wordpress.com/441/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/rankga.wordpress.com/441/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/rankga.wordpress.com/441/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=rankga.wordpress.com&amp;blog=1193598&amp;post=441&amp;subd=rankga&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://rankga.wordpress.com/2011/11/21/ultralight-hiking-dan-trekking/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/0e721211ed5302bd5959da3ccf31d878?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">rankga</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://wantopur.files.wordpress.com/2010/11/marmot-back-pack.jpg?w=150&#38;h=150" medium="image">
			<media:title type="html">marmot back pack</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://wantopur.files.wordpress.com/2010/11/deuter-deram-lite.jpg?w=150&#38;h=150" medium="image">
			<media:title type="html">deuter deram lite</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://t2.gstatic.com/images?q=tbn:ANd9GcRdgoO49rlmJF7n8rOEFGniCmxtJiy_5CADq4n9BDryjYnAZfti" medium="image" />

		<media:content url="http://wantopur.files.wordpress.com/2010/11/msr_hubba_vest.jpg?w=150&#38;h=94" medium="image">
			<media:title type="html">MSR_Hubba_Vest</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://wantopur.files.wordpress.com/2010/11/mini-trangia.jpg?w=150&#38;h=104" medium="image">
			<media:title type="html">Mini-Trangia</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://t0.gstatic.com/images?q=tbn:ANd9GcQVx0kq4tE_uLYnVzNEQXS9CbVRvhfPWSj7-gqqfbj-YjCksA4GHQ" medium="image" />

		<media:content url="http://wantopur.files.wordpress.com/2010/11/ponco.jpg?w=150&#38;h=150" medium="image">
			<media:title type="html">ponco</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://wantopur.files.wordpress.com/2010/11/tnf-jaket.jpg?w=93&#38;h=150" medium="image">
			<media:title type="html">tnf jaket</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://wantopur.files.wordpress.com/2010/11/kaos-tnf.jpeg?w=112&#38;h=150" medium="image">
			<media:title type="html">kaos tnf</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Sawarna Village</title>
		<link>http://rankga.wordpress.com/2011/11/04/sawarna-village/</link>
		<comments>http://rankga.wordpress.com/2011/11/04/sawarna-village/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 04 Nov 2011 10:15:59 +0000</pubDate>
		<dc:creator>rankga</dc:creator>
				<category><![CDATA[Backpacker]]></category>
		<category><![CDATA[Goa Lalay]]></category>
		<category><![CDATA[Sawarna]]></category>
		<category><![CDATA[Tanjung Layar]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://rankga.wordpress.com/?p=390</guid>
		<description><![CDATA[19 Juli 2011 Jam 5 pagi, temen-temen sudah berkumpul di kantor. Elf sudah siap berangkat ke Sawarna. Namun sebelum menuju TKP, jemput komandan dulu Pak Widayat di TMII. Cukup lama menunggu Pak Wid, tak begitu jelas harus ketemu dimana. Intinya bulet sejam di TMII. Sekitar jam 7, team sudah lengkap yaitu Teh Heppy, Mba Tati, [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=rankga.wordpress.com&amp;blog=1193598&amp;post=390&amp;subd=rankga&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>19 Juli 2011</p>
<p>Jam 5 pagi, temen-temen sudah berkumpul di kantor. Elf sudah siap berangkat ke Sawarna. Namun sebelum menuju TKP, jemput komandan dulu Pak Widayat di TMII. Cukup lama menunggu Pak Wid, tak begitu jelas harus ketemu dimana. Intinya bulet sejam di TMII. Sekitar jam 7, team sudah lengkap yaitu Teh Heppy, Mba Tati, Ayu, Muji, Adit, Saya, Teh Lusi dan suaminya serta tak lupa Komandan Pak Wid (yang akhirnya kami bentuk Group Sensasi). Let&#8217;s go to Sawarna!</p>
<p>Perjalanan yang sangat panjang untuk sampai ke Desa Sawarna. Rute yang kami ambil adalah melalui Cikidang, Pelabuhan Ratu dan berakhir di Sawarna. Melewati perkebunan yang tertata rapi yang berbukit-bukit dan terasa sangat menantang. Namun ada yang janggal waktu itu karena mobil Elf nya saat melewati tanjakan sering tidak kuat dan hanya bisa memakai gigi satu. Yang terpikirkan hanya gimana nanti pulangnya? padahal perjalanan masih jauh dengan kondisi mobil yang begini (apa karena mobil disposal ya? :p). But everything is so fun!</p>
<div class="wp-caption aligncenter" style="width: 470px"><img title="Pelabuhan Ratu" src="http://a1.sphotos.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-snc7/308120_10150398385213921_563993920_8325758_313964680_n.jpg" alt="Pelabuhan Ratu" width="460" height="613" /><p class="wp-caption-text">Pelabuhan Ratu</p></div>
<p>Tercatat 5 jam duduk di kursi goyang mobil Elf. Pukul 12 siang kami baru sampai di desa ini, sudah include dengan nyasar dan tanya-tanya jalan ke orang ya. Kesan pertama sampai di Sawarna, desa yang terpencil dengan jalan yang banyak lubang. Ternyata meskipun dekat dengan Jakarta tapi masih ada aja suasana pedesaan.</p>
<p>Perut uda kelaparan dan pertama kali sampai di Sawarna langsung cari tempat makan. Tempat makan alakardanya tapi harganya lumayan mahal. Yah daripada kelaparan, penjualnya pasang harga tinggi karena tau kita dari jauh dan pasti jarang banget di toko dia. Dari sini juga akhirnya diputuskan untuk ke Goa Lalay terlebih dahulu baru ke Pantai Tanjung Layar.</p>
<div class="wp-caption aligncenter" style="width: 470px"><img title="Persawahan Sawarna" src="http://a7.sphotos.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-ash4/308120_10150398385218921_563993920_8325759_747334441_n.jpg" alt="Persawahan Sawarna" width="460" height="614" /><p class="wp-caption-text">Persawahan Sawarna</p></div>
<p>Untuk menuju ke Goa Lalay kita akan melewati hamparan sawah yang hijau dan menyeberangi sungai dengan airnya yang jernih. Menikmati suasana seperti ini sungguh sangat menyejukkan hati jadi ingat dengan kampung halaman. Dalam perjalanan menuju goa, kami ditawari penduduk sekitar untuk ditemani ke dalam goa. Namun, kami urung dulu untuk memakai jasanya karena ingin berpetualang sendiri. Lebih menantang kalau sama-sama nggak tau kan. Setelah menyeberangi sungai dengan jembatan kayu yang khas, kami harus memutari batuan kapur. Tak lama kami sampai di muka goa yang sebenarnya kami sendiri nggak yakin benar itu goanya. Kami mencoba masuk ternyata didalam goa terdapat sungai yang cukup dalam, sampai diatas lutut. Kondisi seperti ini membuat kami tidak yakin untuk meneruskan perjalanan tanpa ada guide. Kebetulan disebelah goa ada penduduk yang sedang panen dan akhirnya kami meminta satu orang untuk menemani kami menjelajahi goa Lalay.<span id="more-390"></span></p>
<div class="wp-caption aligncenter" style="width: 650px"><img title="Mulut Goa Lalay" src="http://a2.sphotos.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-ash4/308120_10150398385233921_563993920_8325760_2055390536_n.jpg" alt="Mulut Goa Lalay" width="640" height="479" /><p class="wp-caption-text">Mulut Goa Lalay</p></div>
<p>Perjalanan mengesankan baru dimulai saat memasuki muka goa. Aliran deras dan dalamnya sungai itu membuatku merinding masuk ke dalam kegelapan goa. Bermodal headlamp yang  kupakai, akhirnya aku dan group SenSasi menjelajahi goa dengan arahan guide. Banyak stalagtit dan stalagmit yang luar biasa di dalam goa ini. Bentuknya pun yang bermacam-macam sangat membuatku terkesan. Tapi hati-hati dalam melangkah karena saat menyusuri sungai kita tidak tau bahwa dasar sungai banyak batu yang lancip bisa kena kaki.  Kadang kita harus naik ke atas pinggiran sungai untuk melewati bagian sungai yang tidak dapat ditembus badan. Lumayan seru saat melewati pinggiran sungai karena berupa lumpur yang dalam dan banyak sekali kotoran kelewar yang sebenarnya bikin aku jijik. Ribuan kelelawar yang menggantung diatap goa. Kami arahkan senter ke arah kerumunan kelelawar dan mereka pun tidak terganggu dengan kehadiran kami ditempat ini. Cukup jauh kami memasuki goa, ada sekitar setengah kilo. Sebenarnya goa ini masih panjang namun kami berhenti ditempat seperti pelataran yang untuk melanjutkan perjalanan harus melalui celah yang sangat sempit. Tak ada yang lain selain ambil gambar. Jepret sana, jepret sini.</p>
<div class="wp-caption aligncenter" style="width: 650px"><img title="Caving Goa Lalay" src="http://a8.sphotos.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-snc7/308120_10150398385238921_563993920_8325761_2143259852_n.jpg" alt="Caving Goa Lalay" width="640" height="479" /><p class="wp-caption-text">Caving Goa Lalay</p></div>
<p>Ada satu moment yang sangat menarik adalah ketika kami semua mematikan lampu senter. Dunia ini terasa sangat gelap sekali, apalagi semua team berdiam. Saya serasa hidup sendiri dalam kegelapan. Jadi alangkah beruntungnya kita jika masih diberi kenikmatan dapat melihat dunia dan memiliki banyak teman yang selalu menemani. Itulah SenSasinya menyusuri goa kali ini.</p>
<div class="wp-caption aligncenter" style="width: 470px"><img title="Jembatan Kayu" src="http://a6.sphotos.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-ash4/308120_10150398385243921_563993920_8325762_1214303928_n.jpg" alt="Jembatan Kayu" width="460" height="613" /><p class="wp-caption-text">Jembatan Kayu</p></div>
<p>Setelah berkumpul kembali ke Mobil Elf, langsung melanjutkan perjalanan ke Pantai Ciantir. Ternyata jaraknya nggak terlalu jauh, hanya satu km saja. Dari tempat parkir mobil di pinggir jalan ke Pantai lumayan jauh. Kami memutuskan jalan kaki. Seperti biasa dibuka dengan menyeberangi sungai yang lumayan lebar dengan jembatan kayu yang bergoyang-goyang. Cukup membuat dunia bergoyang serasa melayang terkena angin. Jalur menuju pantai melewati gang-gang permukiman warga yang banyak disewakan sebagai cottage. Pasti tidak akan menyangka karena ternyata banyak Bule-Bule disini. Ternyata yang mereka cari adalah ombak di Pantai Ciantir ini yang bagus untuk selancar. Setelah berjalan sekitar 2 Km, sampailah di bibir Pantai. Pantai dengan pasir putih dan ombak yang cukup besar. Pantainya berjajar panjang dari barat ke timur. Suasana sore itu masih sepi karena matahari masih lumayan terik. Tapi tenang karena banyak warung yang menyediakan tempat berteduh disertai makanan cemilan. Duduk bersama dipinggir pantai, menikmati deburan ombak sungguh menyenangkan.</p>
<div class="wp-caption aligncenter" style="width: 650px"><img title="Persawahan Sawarna" src="http://a3.sphotos.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-snc7/392350_10150398388098921_563993920_8325778_1924389752_n.jpg" alt="Persawahan Sawarna" width="640" height="383" /><p class="wp-caption-text">Persawahan Sawarna</p></div>
<div class="wp-caption aligncenter" style="width: 650px"><img title="Pasir Putih Ciantir" src="http://a5.sphotos.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-ash4/392350_10150398388103921_563993920_8325779_743386817_n.jpg" alt="Pasir Putih Ciantir" width="640" height="480" /><p class="wp-caption-text">Pasir Putih Ciantir</p></div>
<div class="wp-caption aligncenter" style="width: 650px"><img title="Pantai Ciantir" src="http://a8.sphotos.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-ash4/392350_10150398388108921_563993920_8325780_1664664776_n.jpg" alt="Pantai Ciantir" width="640" height="426" /><p class="wp-caption-text">Pantai Ciantir</p></div>
<p>Sebenarnya kita mau ke pantai Tanjung Layar, namun kata Pak Wid pantai itu ada disebelah barat Pantai Ciantir. Karena Tanjung layar paling bagus momentnya untuk sunset. Pantai Tanjung Layar adalah pantai yang ada batu berbentuk seperti layar perahu yang besar. Dia mengajak kembali ke Mobil dan pergi ke pantai sebelah baratnya (asumsinya Letak Tanjung Layar) agar dapat moment sunsetnya. Padahal aku sempat melihat ada batu seperti bentuk tanjung layar disebelah timur pantai ini. Aku kira itu Pantai Tanjung Layar, eh saat tanya ke penjual di Warung benar. Dan alangkah apesnya Pak Wid dan beberapa teman lain sudah kembali ke mobil.  Setelah diskusi dengan beberapa teman lain, mereka sudah terlalu capek untuk jalan kembali ke Pantai Tanjung Layar. Akhirnya diputuskan untuk naik mobil lagi menuju ke sebelah Barat mencari Pantai yang bisa dapetin momen sunset tanpa jalan kaki.</p>
<p>Berangkatlah kita mencari tempat untuk menikmati sunset. Jalannya ternyata memasuki hutan yang gelap. Sebenarnya agak ngeri juga takut nanti pulangnya melewati hutan ini lagi dalam gelap malam. Ya takutnya ada kejahatan di malam hari. Tapi karena masih sering berpapasan dengan mobil lain, hati menjadi lebih tenang. Setengah jam-an berlalu, akhirnya menemukan pantai dan saya lupa nama pantai itu. Kami memutuskan untuk berhenti disitu dan menikmati sunset sore itu. Bermain-main dipinggir pantai yang memiliki banyak karang ternyata mengasyikkan. Apalagi ternyata banyak ikan-ikan hias yang terjebak dalam karang. Sampai drivernya pun, ikut mencari ikan dengan meminjam jaring ke warung sebelah.</p>
<div class="wp-caption aligncenter" style="width: 650px"><img title="Pantai Bayah" src="http://a4.sphotos.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-snc7/392350_10150398388123921_563993920_8325782_1842085371_n.jpg" alt="Pantai Bayah" width="640" height="479" /><p class="wp-caption-text">Pantai Bayah</p></div>
<p>Sunset sore itu, sangat indah sekali. Bulatan matahari begitu jelas dan besar di selingi dengan awan putih semburat menjadi pelengkap akhir petualangan kami. Satu harapan semoga group SenSasi bisa terus bareng-bareng menjelajahi keindahan Indonesia dan akhirnya tujuan utama untuk refreshing dari penatnya pekerjaan di Ibukota bisa selalu tercapai dengan jiwa petualang kami. Salam SenSasi!!!</p>
<div class="wp-caption aligncenter" style="width: 650px"><img title="Pantai Bayah" src="http://a2.sphotos.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-ash4/392350_10150398388118921_563993920_8325781_533878630_n.jpg" alt="Pantai Bayah" width="640" height="479" /><p class="wp-caption-text">Pantai Bayah</p></div>
<dl>
<dt></dt>
</dl>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/rankga.wordpress.com/390/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/rankga.wordpress.com/390/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/rankga.wordpress.com/390/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/rankga.wordpress.com/390/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/rankga.wordpress.com/390/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/rankga.wordpress.com/390/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/rankga.wordpress.com/390/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/rankga.wordpress.com/390/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/rankga.wordpress.com/390/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/rankga.wordpress.com/390/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/rankga.wordpress.com/390/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/rankga.wordpress.com/390/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/rankga.wordpress.com/390/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/rankga.wordpress.com/390/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=rankga.wordpress.com&amp;blog=1193598&amp;post=390&amp;subd=rankga&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://rankga.wordpress.com/2011/11/04/sawarna-village/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/0e721211ed5302bd5959da3ccf31d878?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">rankga</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://a1.sphotos.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-snc7/308120_10150398385213921_563993920_8325758_313964680_n.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">Pelabuhan Ratu</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://a7.sphotos.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-ash4/308120_10150398385218921_563993920_8325759_747334441_n.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">Persawahan Sawarna</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://a2.sphotos.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-ash4/308120_10150398385233921_563993920_8325760_2055390536_n.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">Mulut Goa Lalay</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://a8.sphotos.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-snc7/308120_10150398385238921_563993920_8325761_2143259852_n.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">Caving Goa Lalay</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://a6.sphotos.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-ash4/308120_10150398385243921_563993920_8325762_1214303928_n.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">Jembatan Kayu</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://a3.sphotos.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-snc7/392350_10150398388098921_563993920_8325778_1924389752_n.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">Persawahan Sawarna</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://a5.sphotos.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-ash4/392350_10150398388103921_563993920_8325779_743386817_n.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">Pasir Putih Ciantir</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://a8.sphotos.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-ash4/392350_10150398388108921_563993920_8325780_1664664776_n.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">Pantai Ciantir</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://a4.sphotos.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-snc7/392350_10150398388123921_563993920_8325782_1842085371_n.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">Pantai Bayah</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://a2.sphotos.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-ash4/392350_10150398388118921_563993920_8325781_533878630_n.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">Pantai Bayah</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Sempu Island (Part 2)</title>
		<link>http://rankga.wordpress.com/2011/11/03/sempu-island-part-2/</link>
		<comments>http://rankga.wordpress.com/2011/11/03/sempu-island-part-2/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 03 Nov 2011 10:32:56 +0000</pubDate>
		<dc:creator>rankga</dc:creator>
				<category><![CDATA[Backpacker]]></category>
		<category><![CDATA[Segara Anakan]]></category>
		<category><![CDATA[Sempu]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://rankga.wordpress.com/?p=386</guid>
		<description><![CDATA[Pagi masih mendung dikawasan Cagar Alam Pulau Sempu. Gerimis pagi mengawali hari ini. Tapi sayangnya tidak jadi hujan, mendung cuma lewat saja. Padahal kalau hujan bisa lebih gila. Pagi buta, suasana pasir pinggir segara anakan sudah ramai. Anjar sudah mengayunkan pancingnya namun sayang tidak ada ikan yang didapat dari semalam. Mata saya tertarik oleh lekukan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=rankga.wordpress.com&amp;blog=1193598&amp;post=386&amp;subd=rankga&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Pagi masih mendung dikawasan Cagar Alam Pulau Sempu. Gerimis pagi mengawali hari ini. Tapi sayangnya tidak jadi hujan, mendung cuma lewat saja. Padahal kalau hujan bisa lebih gila. Pagi buta, suasana pasir pinggir segara anakan sudah ramai. Anjar sudah mengayunkan pancingnya namun sayang tidak ada ikan yang didapat dari semalam.</p>
<p>Mata saya tertarik oleh lekukan karang yang terbuka seperti pintu untuk melihat ke arah Samudra Hindia. Pemandangan dari punggungan karang ini sangat indah karena dapat melihat bebas sampai ke garis perbatasan langit dengan laut. Deburan ombak laut Selatan yang keras menjadi pelengkap indahnya sunrise di Pagi itu. Batu karang yang besar juga kita temui di tengah lautan lepas ini.</p>
<div class="wp-caption aligncenter" style="width: 650px"><img title="Segara Anakan" src="http://a1.sphotos.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-snc6/252477_10150231294383921_563993920_7153636_6499936_n.jpg" alt="Segara Anakan" width="640" height="383" /><p class="wp-caption-text">Segara Anakan</p></div>
<p>Pemandangan ke arah Segara Anakan juga tidak kalah menarik. Warna airnya yang menghijau dibatasi dengan karang-karang yang tegak tinggi, benar-benar mempesona hati. Karang di Segara Anakan berbentuk seperti pagar yang tinggi berjajar melindungi tempat ini dari Laut Samudra Hindia. Pada ujung yang berbatasan dengan Laut Lepas terdapat lubang yang menyebabkan air laut dapat masuk ke kawasan ini sehingga terbentuk danau. Danau inilah yang dinamakan Segara Anakan. Kalau di artikan dalam bahasa Indonesia adalah &#8220;Anak dari Laut&#8221;. Jadi terbayarlah meskipun untuk menuju ke tempat ini harus bergelut dengan lumpur-lumpur sedalam lutut kaki.<span id="more-386"></span></p>
<div class="wp-caption aligncenter" style="width: 650px"><img title="Pantai Segara Anakan" src="http://a5.sphotos.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-snc6/249432_2067686020623_1498982920_2379773_5589818_n.jpg" alt="Pantai Segara Anakan" width="640" height="427" /><p class="wp-caption-text">Pantai Segara Anakan</p></div>
<p>Pantainya bersih dan berpasir putih. Pasti rugi banget kalau tidak mandi dan berenang ke Segara Anak. Airnya begitu jernih dan dingin. Sebenarnya bisa dibuat snorkeling tapi sayang tidak bawa kacamata renang. Berenang atau berendam lebih tepatnya sambil foto ditengah segara anak dengan Anas, Enggar, Mecil dan Noko. Hanya Anjar yang berada di Pinggir Danau. Kali ini Noko yang jadi fotografer (salah sendiri pegang Kamera :p). Jadi tugas kami cuma bergaya dan berpose ria. Siang itu, hanya kami habiskan dengan bermain pasir, bermain air dan menikmati surga dunia di Segara Anakan.</p>
<div class="wp-caption aligncenter" style="width: 650px"><img title="Berenang Di Segara Anakan" src="http://a3.sphotos.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-ash4/260338_10150231303803921_563993920_7153822_6399560_n.jpg" alt="Berenang Di Segara Anakan" width="640" height="383" /><p class="wp-caption-text">Berenang Di Segara Anakan</p></div>
<div class="wp-caption aligncenter" style="width: 650px"><img title="Karang Bolong" src="http://a3.sphotos.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-snc6/247052_2067658699940_1498982920_2379730_8292042_n.jpg" alt="Karang Bolong" width="640" height="427" /><p class="wp-caption-text">Karang Bolong</p></div>
<div class="wp-caption aligncenter" style="width: 650px"><img title="Basecamp" src="http://a8.sphotos.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-snc6/253827_10150231304233921_563993920_7153824_5364945_n.jpg" alt="Basecamp" width="640" height="383" /><p class="wp-caption-text">Basecamp</p></div>
<p>Rasa lapar akhirnya mengajak kami untuk berhenti bermain air. Kembali ke basecamp dan membuka peralatan masak. Siang ini masak omlet dan kentang rebus. Masakan yang sederhana ini menjadi sangat nikmat bila kita lagi kelaparan. Makan siang ditemani dengan deburan ombak yang masuk melalui celah tebing ke Segara Anakan. Silahkan bayangkan dengan imajinasi kalian sendiri karena kata-kata saya tidak mungkin cukup untuk menggambarkan keindahan Pulau Sempu. Namun, sayangnya semakin banyak yang mengetahui tempat ini kondisi pantai dan jalurnya menjadi kotor oleh sampah-sampah manusia. Kata Anas waktu dulu ke tempat ini, tidak sekotor ini. Yah, sebagai pecinta maupun penikmat alam seyogyanya tetap jaga kelestarian alam dengan tidak membuang sampah disembarang tempat.</p>
<div class="wp-caption aligncenter" style="width: 650px"><img title="Samudra Hindia" src="http://a5.sphotos.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-snc6/254138_2067645619613_1498982920_2379706_8043117_n.jpg" alt="Samudra Hindia" width="640" height="479" /><p class="wp-caption-text">Samudra Hindia</p></div>
<div class="wp-caption aligncenter" style="width: 650px"><img title="Together &quot;Segara Anak&quot;" src="http://a5.sphotos.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-snc6/251104_2067650779742_1498982920_2379719_985813_n.jpg" alt="Together &quot;Segara Anak&quot;" width="640" height="495" /><p class="wp-caption-text">Together &quot;Segara Anak&quot;</p></div>
<p>Pukul 11.30 diputuskan untuk packing dan perjalanan kembali ke Teluk Semut. Perhitungan waktu perjalanan yang lumayan lama karena jalur berlumpur. Namun ternyata dalam 1,5 jam kami sudah sampai di Teluk Semut. Padahal estimasinya bisa sampai 3 jam. Ini dikarenakan jalur sudah lumayan kering dibandingkan dengan kemarin sehingga lebih mudah bergerak. Sampai di Teluk Semut, saya menelpon Pak Samsuri untuk menjemput kami dan menyeberang ke Pantai Sendang Biru. Tak butuh waktu lama untuk menunggunya sembari kami beristirahat meluruskan kaki.</p>
<div class="wp-caption aligncenter" style="width: 650px"><img title="Let's Go to Sendang Biru" src="http://a6.sphotos.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-snc6/253711_2067651699765_1498982920_2379721_3653570_n.jpg" alt="Let's Go to Sendang Biru" width="640" height="480" /><p class="wp-caption-text">Let&#039;s Go to Sendang Biru</p></div>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/rankga.wordpress.com/386/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/rankga.wordpress.com/386/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/rankga.wordpress.com/386/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/rankga.wordpress.com/386/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/rankga.wordpress.com/386/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/rankga.wordpress.com/386/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/rankga.wordpress.com/386/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/rankga.wordpress.com/386/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/rankga.wordpress.com/386/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/rankga.wordpress.com/386/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/rankga.wordpress.com/386/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/rankga.wordpress.com/386/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/rankga.wordpress.com/386/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/rankga.wordpress.com/386/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=rankga.wordpress.com&amp;blog=1193598&amp;post=386&amp;subd=rankga&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://rankga.wordpress.com/2011/11/03/sempu-island-part-2/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/0e721211ed5302bd5959da3ccf31d878?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">rankga</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://a1.sphotos.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-snc6/252477_10150231294383921_563993920_7153636_6499936_n.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">Segara Anakan</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://a5.sphotos.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-snc6/249432_2067686020623_1498982920_2379773_5589818_n.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">Pantai Segara Anakan</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://a3.sphotos.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-ash4/260338_10150231303803921_563993920_7153822_6399560_n.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">Berenang Di Segara Anakan</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://a3.sphotos.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-snc6/247052_2067658699940_1498982920_2379730_8292042_n.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">Karang Bolong</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://a8.sphotos.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-snc6/253827_10150231304233921_563993920_7153824_5364945_n.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">Basecamp</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://a5.sphotos.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-snc6/254138_2067645619613_1498982920_2379706_8043117_n.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">Samudra Hindia</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://a5.sphotos.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-snc6/251104_2067650779742_1498982920_2379719_985813_n.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">Together &#34;Segara Anak&#34;</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://a6.sphotos.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-snc6/253711_2067651699765_1498982920_2379721_3653570_n.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">Let&#039;s Go to Sendang Biru</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Sempu Island &#8211; Kingdom of Mud (Part 1)</title>
		<link>http://rankga.wordpress.com/2011/06/24/catatan-perjalanan-sempu-island-kingdom-of-mud/</link>
		<comments>http://rankga.wordpress.com/2011/06/24/catatan-perjalanan-sempu-island-kingdom-of-mud/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 24 Jun 2011 01:51:34 +0000</pubDate>
		<dc:creator>rankga</dc:creator>
				<category><![CDATA[Backpacker]]></category>
		<category><![CDATA[Laut]]></category>
		<category><![CDATA[Malang]]></category>
		<category><![CDATA[Pulau]]></category>
		<category><![CDATA[Segara Anak]]></category>
		<category><![CDATA[Sempu]]></category>
		<category><![CDATA[Sendang Biru]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://rankga.wordpress.com/?p=285</guid>
		<description><![CDATA[Bau sawah mulai terasa polos di indera penciumku. Hamparan sawah di kota kebesaranku mulai terlihat dari jendela kereta Senja Kediri. Pukul 05.00, aku sudah sampai kediri. Sesuai kesepakatan dengan teman-temanku SMA, pada  tanggal 02 Juni 2011 kumpul pukul 07.00 di sta. Tulungagung. Tapi kuputuskan untuk pulang ke Rumah dulu karena masih jam 06 pagi. Sambutan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=rankga.wordpress.com&amp;blog=1193598&amp;post=285&amp;subd=rankga&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class="wp-caption aligncenter" style="width: 650px"><img title="Segara Anak" src="http://farm4.static.flickr.com/3054/5859571520_790be1bcea_z.jpg" alt="Segara Anak" width="640" height="427" /><p class="wp-caption-text">Segara Anak</p></div>
<p>Bau sawah mulai terasa polos di indera penciumku. Hamparan sawah di kota kebesaranku mulai terlihat dari jendela kereta Senja Kediri. Pukul 05.00, aku sudah sampai kediri. Sesuai kesepakatan dengan teman-temanku SMA, pada  tanggal 02 Juni 2011 kumpul pukul 07.00 di sta. Tulungagung. Tapi kuputuskan untuk pulang ke Rumah dulu karena masih jam 06 pagi. Sambutan hangat dan senyum dari Ibuku sungguh menyenangkan hati.</p>
<p>&#8220;Jarene ape nang malang?&#8221; tanya Ibu (ind: katanya mau ke malang?)</p>
<p>&#8220;Mari ngene Bu, jam 7 janjian di sta. Tulungagung karo Anjar, Noko, terus budhal nang malang.&#8221; jawabku (ind: habis ini Bu, jam 7 janji bertemu di sta. Tulungagung sama Anjar dan Noko terus berangkat ke Malang)</p>
<p>&#8220;Opo ndak kesel? Yo wes ati-ati.&#8221; lanjut Ibu (ind: Apa nggak capek? Ya sudah hati-hati)</p>
<p>&#8220;Nggih Bu&#8221; jawabku (ind: iya bu)</p>
<p>Sarapan nasi pecel, mengobati rasa kangen dengan makanan-makanan desa setelah hidup berbulan-bulan di Jakarta. Sebelum berangkat ke sta. Tulungagung, aku menghubungi Noko via telpon. Ternyata dia baru bangun tidur, padahal hampir jam 7. Wake up the Mad Man!</p>
<p>Mandi, bongkar tas dan berharap yang ku bawa adalah barang-barang yang memang perlu dibawa. Aku minta diantar sama adikku ke stasiun sekaligus ingin cari tiket kereta untuk balik ke Jakarta hari minggu. Namun na&#8217;as tiket sudah habis dan aku minta tolong Ayahku untuk pesan bus Harapan Jaya saja.</p>
<p>Pukul 07.00 sta. Tulungagung,</p>
<p>Hanya ada aku dan Anjar. Dari kejauhan muncul sesosok makhluk kecil dengan ransel yang begitu besar. Ternyata Candra alias Mecil, cewek adik kelas Arismaduta yang ingin ikut juga ke Sempu. Dengan wajah yang sayu, dia bercerita tentang keapesannya hari ini. Alat masaknya yang pecah, jaketnya yang jatuh 2 kali dijalan dan lanjut minta tolong pak Polisi untuk membantu mencari jaketnya yang jatuh. Tapi untungnya jaketnya ketemu juga di Selatan perempatan tamanan. Alhamdulillah.<span id="more-285"></span></p>
<p>Tak lama kemudian, Noko datang dan sekaligus membawa mobil untuk mengantarkan kami ke perempatan Jepun. Anas sudah menunggu disana. Rencananya akan naik bus sampai ke Kepanjen. Baru saja turun dari mobil noko, langsung aja para kernet bus merebut ransel kita dan dimasukkan ke dalam bagasi. Wah seenaknya saja nih kernet busnya. Padahal aku lihat didalam bus sudah penuh dengan orang berdiri. Terpaksa masuk ke dalam bus dan mencoba complain. Tapi biasalah, si kernet hanya mengelak dan beralasan kalau akan banyak yang turun habis ini dengan tampang innocent. Menyebalkan sekali.</p>
<p>Di Terminal Patria Blitar, kami dioper ke Bus Bagong untuk lanjut ke Kepanjen. Lebih nyaman karena banyak bangku yang kosong. Selama perjalanan Anjar dan Candra tidur didepan. Maklum kalau Anjar kan takut mabuk. Sedangkan aku, noko dan anas lebih banyak cerita karena lumayan lama nggak ketemu. Cerita-cerita hal menarik dari kehidupan, kerjaan ataupun percintaan.</p>
<p>Perjalanan yang cukup panjang dan kami sampai juga di pertigaan Kepanjen pukul 11.00 siang. Sempat bingung dan coba tanya-tanya ke penduduk sekitar karena memang tidak tau harus naik angkot apa. Menurut informasi ibu toko, harus naik angkot berwarna hijau (warna gas tabung elpiji) sampai ke Gondang Legi dulu. Kemudian oper ke turen. Dari turen baru akan ada angkot yang menuju langsung Sendang Biru. Anjar bilang masih 3 jam lagi untuk menuju Sendang Biru. Ternyata Anjar pernah ke Sendang Biru tapi tidak sampai menyeberang ke Pulau Sempu. Wah, perjalanan masih panjang (nggak kebayang capeknya).</p>
<p>Kami disarankan untuk jalan terlebih dulu ke arah timur menuju tempat ngetem angkot hijau. Tepatnya sih disebelah palang pintu kereta (dekat stasiun Kepanjen). Tak berapa lama, ada angkot hijau yang datang. Dan coba untuk nego carter angkot tersebut langsung ke Sendang Biru. Pak Sopir minta biaya 300ribu tapi coba kami tawar 150ribu tidak mau. Karena jaraknya cukup jauh sekitar 70Km. Akhirnya sopir tersebut mau mengantar ke Turen langsung dengan 10 ribu saja. Kami berlima menuju ke Sendang Biru naik angkot namun ada satu teman dari Malang (Pong) naik motor ke Sendang Biru.</p>
<p>Sampai di Turen, rasanya perut ini sudah begitu lapar sekali. Akhirnya diputuskan untuk cari makan terlebih dahulu sambil cari angkot ke Sendang Biru. Soto pun menjadi pelabuhan kelaparan perut kami. Lumayan enak dengan dinginnya es teh di siang hari yang terik. Saat akan menikmati makanan di warung Soto. Ada sopir angkot yang datang, menawarkan perjalanan ke Sendang Biru.</p>
<p>Sopir Angkot &#8220;Mau ke Sendang Biru ya Mas?&#8221;.</p>
<p>&#8220;Iya, mas. Berapa kalau mau kesana&#8221; Jawabku.</p>
<p>&#8220;Langsung ke Pos KSDA cuma 12 ribu mas&#8221; Sahutnya.</p>
<p>&#8220;Nggak boleh kurang ya mas, 10 ribu ajalah&#8221; aku coba nawar.</p>
<p>Sopir itu menjawab &#8220;Wah nggak boleh mas, 12 ribu uda paling murah. Kalau iya, angkotku tak bawanya kesini&#8221;.</p>
<p>tiba-tiba ibu yang jualan soto menimpali &#8220;Iyo biar makan dulu mas-masnya ini. Berangkatnya masih nanti habis makan&#8221;.</p>
<p>&#8220;Ya sudah mas&#8221; kataku.</p>
<p>Setelah selesai makan soto, angkotnya pun datang dengan kondisi yang sudah penuh. &#8220;Walah mau ditaruh mana nih badan, kami kan berlima&#8221; pikirku. Ransel-ransel diikat diatas angkot. Kursi angkot depan diisi 4 dan belakang ada sekitar 12an. Gila bener nih sopir. Aku dan Noko terjepit di pintu. Tapi yang paling keren, Anas duduk berbagi di kursi sopir. Teknik sopir terbaru sepertinya kalau mau ke kiri biar Anas yang belokin kalau ke kanan Abang Sopirnya. Hahaha. Itupun kernetnya, akhirnya tidak bisa masuk.</p>
<p>Dari sinilah perjalanan Rock &#8216;n Roll dimulai dan hal tergila yang pernah aku temui. Angkot sudah penuh sesak, hanya berharap cepat sampai tujuan. Angkot mulai dilajukan dan mampir dulu ke Pom Bensin. Sopirnya bermodal utang 20 ribu ke penumpang untuk beli bensin (jiah ampun deh). Masih di Turen, tiba di sebuah pertigaan laju angkot di berhentikan sama si sopir. Katanya mau nunggu kernetnya yang ditinggal tadi. Gila amat, mau ditaruh mana kernetnya. Di dalam angkot sudah penuh sesak kayak pepes berjajar di jepit-jepit. Cukup lama menunggu sehingga membuat badan terasa pegal dan panas minta ampun. Para penumpang sudah mulai menggerutu kepanasan dan posisi tidak wueeenak.</p>
<p>Akhirnya datang juga kedua kernetnya (satu aja tidak cukup malah bawa 2 orang lagi). Namun tidak disangka kernetnya naik ke atas angkot. Tanpa basa basi meluncurlah ke Sendang Biru. Seratus persen Gokil buat nih Sopir. Tidak bisa dibayangkan dengan jalur yang naik turun dan harus duduk diatas angkot itupun di jalan masih sempat naikin penumpang satu lagi ke atas angkot (judul yang paling pas sepertinya demi sesuap nasi). Semoga selamet semua deh Mas &gt;_&lt;</p>
<p>Betapa beruntungnya selama perjalanan tidak terdeteksi keberadaan polisi. Kalaulah ada pasti tilangnya banyak sekali nominalnya. LOL</p>
<p>Setelah 2 jam kepejit dalam angkot ajaib (sampai nggak bisa bergerak sedikitpun-tanya aja sama noko kalau nggak percaya. hehehe), akhirnya sampai juga di depan Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA). Ah serasa hidup kembali dan terbebas dari kegokilan didalam angkot. Bau-bau ikan asin sudah tercium dimana-mana. Suasana ramai cukup kental disini. Banyak pengunjung yang sedang menyiapkan perbekalan dan ada pula yang baru saja pulang dari Pulau Sempu.</p>
<p>Kami mampir dulu ke Resort Konservasi Wilayah Pulau Sempu. Kantor ini dijaga oleh Petugas Konservasi Pulau Sempu. Pulau Sempu termasuk dalam kawasan konservasi dan cagar alam, bukan kawasan wisata. Pulau ini dibiarkan alami begitu saja, sebagai habitat dari berbagai hewan dan tumbuhan disana. Untuk masuk ke dalam kawasan Konservasi, diperlukan surat ijin masuk kawasan konservasi (SIMAKSI). Prosedurnya sama dengan seperti perijinan yang pernah saya lakukan untuk melakukan pendakian Gunung Gede. SIMAKSI bisa diurus dari kantor BKSDA Surabaya (atau bisa juga di BKSDA Probolinggo dan Jember) dengan mengajukan ijin berkegiatan observasi, penelitian satwa serta operasi bersih. Kalau untuk kegiatan wisata jangan harap mendapatkan ijin karena Pulau Sempu merupakan daerah konservasi. Meskipun sangat ribet tetapi saya setuju karena demi menjaga kelestarian habitat dan alam. SIMAKSI tidak dapat langsung diurus di Pos BKSDA Pulau Sempu karena pos ini tidak berwenang untuk menerbitkan ijin. Jadi saran saya, jika Anda ingin pergi ke Pulau Sempu siapkan SIMAKSI terlebih dahulu. Adapun informasi alamat tempat pengurusan SIMAKSI adalah sebagai berikut</p>
<ul>
<li>Balai Besar KSDA Jawa Timur
<p>http://www.baungcamp.com/</p>
<p>Jl. Bandara Juanda Airport Surabaya 61253<br />
Tlp. (031) 8667239<br />
Fax. (031) 8671985</li>
<li>Seksi Konservasi Wilayah VI, di Jl.Mastrip No.88 Probolinggo</li>
<li>Kantor Bidang KSDA Wilayah III, di Jl.Jawa No.36 Jember</li>
</ul>
<p>Setelah melakukan perijinan kepada petugas konservasi, saatnya cek persediaan air. Maklum menurut informasi, sumber air tawar jarang ditemui. Sebenarnya ada namun untuk menuju ke sumber air tawar diperlukan waktu yang lumayan lama. Dari segara anakan harus ke kiri melewati  tiga pantai.</p>
<p>Kami isi botol-botol dan jerigen dengan air dari warung makan. Packing ulang dan siap menuju ke Pantai Sendang Biru untuk selanjutnya menyeberang ke Pulau Sempu. Terliat dari jauh, Pong yang sedang mau mencari tempat parkiran motor. Selamat bergabung bro!!! and we are full team now.</p>
<p>Langsung menuju bibir pantai Sendang Biru untuk carter perahu menyeberang ke Pulau Sempu. Sebenarnya Pulau Sempu terlihat sangat dekat dari bibir pantai. Mungkin kalau diukur jarak lurus kurang dari satu kilometer. Di pinggir pantai, sudah ada koordinator peyeberangan ke Pulau Sempu. Ongkos penyeberangan adalah 100 ribu pulang pergi. Pembayaran dilakukan dimuka dan setelah sepakat kami diberi no. perahu yang akan kami tumpangi.</p>
<div class="wp-caption alignleft" style="width: 192px"><img class=" " title="Berlayar" src="http://a4.sphotos.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-snc6/255650_2067640499485_1498982920_2379692_48350_n.jpg" alt="Berlayar" width="182" height="137" /><p class="wp-caption-text">Berlayar</p></div>
<p>Deru mesin perahu nelayan mulai terdengar macho diantara riuh deburan ombak. Sang Nelayan sibuk mengoperasikan perahunya. Suasana senja menemani kami saat menyeberang ke Teluk Semut, Pulau Sempu. Hanya membutuhkan waktu 15 menit untuk menyeberang ke Pulau Sempu. Teluk semut sore itu sedang surut sehingga terlihat sekali gugusan karang di pinggir pantai sehingga nelayan tidak berani mengantarkan sampai masuk teluk.</p>
<p>Senja itu banyak juga yang kembali dari segara anak. Melihat dari penampilan pengunjung yang pulang, jalan setapak ke Segara Anak pasti sangat dipenuhi lumpur. Sepertinya aku salah kostum (siap guling-guling pakai sandal gunung &gt;_&lt;). Cuaca mendung menyelimuti senja itu. Sepertinya akan kemalaman di jalan lagi. Damn!</p>
<p>Sebenarnya secara jarak antara Teluk Semut dengan Segara Anak berjarak 2 Km, namun menurut cerita bisa sampai 4 jam untuk melewati jalan setapak ke Segara Anak. Faktor hujan yang sangat mempengaruhi medan sehingga jalan kadang sangat berlumpur. Sampai di teluk semut langsung masuk ke dalam hutan, ingin banget nggak kemalaman dijalan. Di awal etape saja sudah tumbang berkali-kali dengan posisi pantat jatuh sampai tanah. Benar-benar medan yang sangat asing bagiku. Dengan cadangan air berliter-liter di pundak semakin sulit untuk menjaga keseimbangan di medan licin. Tak butuh waktu lama, akupun menyerah untuk tetap memakai sandal. Terpaksa jalan tanpa alas kaki. Berharap tidak ada barang tajam yang aku injak.</p>
<p>Etape tanjakan bukit diawal sukses dilalui meskipun aku sudah berkali-kali guling-guling dengan lumpur. Rasanya kakiku yang baru saja cedera agak kerasa sakit sehingga aku sering ketinggalan rombongan. Akhirnya tukeran ransel dengan noko. Sedangkan Mecil dan Anas sudah jalan jauh didepan. Jalan semakin sulit karena tingkat kelembaban hutan semakin tinggi. Hutan di pulau Sempu sangatlah rimbun, sampai-sampai sinar matahari susah untuk masuk sampai ke tanah.</p>
<p>Sampai di Puncak bukit pertama jalan akan menurun dengan jalan semakin berlumpur. Kedalaman lumpur ada yang sampai selutut. Kalau anas sebut, &#8220;ZONK&#8221;. Perlu hati-hati untuk menuruni bukit dengan medan licin seperti ini, bisa-bisa terpeleset dan jatuh ke jurang. Kami melakukan beberapa teknik untuk mencari jalur potong kompas yang lebih kering agar tidak sering jatuh tentunya. Diujung turunan terdapat sungai kecil dengan pohon kayu ala kadarnya sebagai jembatan. Namun sepertinya presentase jatuh lebih besar kalau melewati badan kayu tersebut. Lebih baik melompat saja.</p>
<p>Trekking kembali menanjak untuk melewati bukit kedua. Jalur semakin basah dan kondisi tubuh semakin capek. Maklum saja baru dari Jakarta langsung berangkat bertualang.</p>
<p>Sempat ada kejadian konyol saat perjalanan sore itu, kebetulan kami melakukan trekking berbarengan dengan kelompok mahasiswa. Sepertinya sih memang bukan pecinta alam tapi wisatawan lokal. Tanpa sadar ada cewek yang membuang botol air minum ke jalan.</p>
<p>Spontanlah Pong tanya &#8220;Loh Mbak kok dibuang!&#8221;</p>
<p>&#8220;Emang buat apa mas.&#8221; jawab cewek itu. Serentak jawaban itu serasa menohok hati (masih ada aja orang kayak gini).</p>
<p>&#8220;Jangan dibuang dijalan dong mba, ini kan ngotorin tempat ini&#8221;. Sahut pong sambil ketawa sinis dan mengambil botol air minum itu untuk dibawa.</p>
<p>Hal mengecewakan tentunya, banyak sekali sampah dijalanan. Sebagai cagar alam, tentunya orang-orang yang dapat masuk kawasan ini adalah orang-orang terpilih. Selayaknya juga harus ikut menjaga kawasan ini agar tetap bersih. Bukan malah mengotori. Pilihan untuk mengadakan kegiatan operasi bersih perlu dilakukan rutin.</p>
<p><em>&#8220;Come on Guys, Save Our Earth.&#8221; Jangan hanya ingin menikmati saja tapi jaga juga dong alam kita. </em></p>
<p>Hari semakin malam, kondisi gelap semakin menyulitkan perjalanan kami. Keluarkan senter dan perjalanan semakin terasa panjang. Kondisi seperti ini, sangat sulit untuk memilih jalur. Lebih enak melewati jalur normal meskipun kadang lumpurnya lumayan dalam.</p>
<p>Setelah melewati turunan kedua, kami bertemu lagi dengan sungai. Namun, semangat ini seperti kembali lagi setelah terlihat lampu tenda menyala dari kejauhan. Ayo sudah dekat nih. Jalur berubah memutari bukit dengan sebelah kanan jurang yang curam. Setelah dilihat dengan seksama ternyata di kanan adalah segara anak dengan airnya yang jernih. Tak sabar untuk sampai Pantai Segara Anak akhirnya kami potong kompas dengan langsung menceburkan diri ke pantai. Segar sekali rasanya. Noko baru ingat kalau iphone dan BB-nya ada didalam tas. Langsung bingung berharap barang-barang elektroniknya masih bisa berfungsi mengingat tas kecilnya sudah basah tercebur ke air segara anak. Menjejak di air dengan buliran pasir putih benar-benar melegakan hati.</p>
<p>Kami sampai di Segara Anakan pukul 7an. Langsung mencari tempat camp di Pinggir Segara Anakan dan mendirikan tenda. Malam ini, yang jadi chef adalah noko dan mecil. Rencana mau buat perkedel kentang dan oseng-oseng sawi. Menikmati malam tenang dengan beberapa tenda di sebelah sambil bercerita kehidupan dengan teman-teman begitu mengasikkan.</p>
<div class="wp-caption aligncenter" style="width: 650px"><img title="Malam Keakraban Di Segara Anak" src="http://farm6.static.flickr.com/5063/5859015055_f470ce9bac_z.jpg" alt="Malam Keakraban Di Segara Anak" width="640" height="331" /><p class="wp-caption-text">Malam Keakraban Di Segara Anak</p></div>
<p>Pesta makan malam dimulai pukul 9an. Rasanya lumayan nikmat. Akhirnya ganti menu juga, setelah sekian lama kalau jalan-jalan makannya selalu nasi dan mie instant. Top markotop buat hasil karya noko, cuma oseng sawinya agak asin (mau membunuh kita lo nok, hahaha).</p>
<p>Disini angin tidak terlalu kencang dan herannya tidak banyak nyamuk. Lanjut cerita kehidupan sambil tidur-tiduran di luar tenda. Berbekal lilin yang menyala, melalui malam dengan kedamaian. Sampai tak terasa akhirnya tertidur di pelukan Pulau Sempu. Nice day!</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/rankga.wordpress.com/285/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/rankga.wordpress.com/285/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/rankga.wordpress.com/285/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/rankga.wordpress.com/285/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/rankga.wordpress.com/285/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/rankga.wordpress.com/285/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/rankga.wordpress.com/285/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/rankga.wordpress.com/285/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/rankga.wordpress.com/285/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/rankga.wordpress.com/285/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/rankga.wordpress.com/285/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/rankga.wordpress.com/285/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/rankga.wordpress.com/285/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/rankga.wordpress.com/285/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=rankga.wordpress.com&amp;blog=1193598&amp;post=285&amp;subd=rankga&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://rankga.wordpress.com/2011/06/24/catatan-perjalanan-sempu-island-kingdom-of-mud/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/0e721211ed5302bd5959da3ccf31d878?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">rankga</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://farm4.static.flickr.com/3054/5859571520_790be1bcea_z.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">Segara Anak</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://a4.sphotos.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-snc6/255650_2067640499485_1498982920_2379692_48350_n.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">Berlayar</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://farm6.static.flickr.com/5063/5859015055_f470ce9bac_z.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">Malam Keakraban Di Segara Anak</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Mandalawangi Pangrango</title>
		<link>http://rankga.wordpress.com/2011/06/23/mandalawangi-pangrango/</link>
		<comments>http://rankga.wordpress.com/2011/06/23/mandalawangi-pangrango/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 23 Jun 2011 07:31:56 +0000</pubDate>
		<dc:creator>rankga</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://rankga.wordpress.com/?p=372</guid>
		<description><![CDATA[Senja itu Ketika matahari turun ke jurang-jurangmu Aku datang kembali ke dalam ribaanmu Dalam sepimu dan dalam dinginmu Walau setiap orang berbicara tentang manfaat dan guna Aku bicara padamu tentang cinta dan keindahan Dan aku terima kau dalam keberadaanmu Seperti kau terima dalam daku Aku cinta padamu, Pangrango yang dingin dan sepi Sungaimu adalah nyanyian [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=rankga.wordpress.com&amp;blog=1193598&amp;post=372&amp;subd=rankga&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<pre>Senja itu
Ketika matahari turun ke jurang-jurangmu
Aku datang kembali ke dalam ribaanmu
Dalam sepimu dan dalam dinginmu

     Walau setiap orang berbicara tentang manfaat dan guna
     Aku bicara padamu tentang cinta dan keindahan
     Dan aku terima kau dalam keberadaanmu
     Seperti kau terima dalam daku

Aku cinta padamu, Pangrango yang dingin dan sepi
Sungaimu adalah nyanyian keabadian tentang tiada
Hutanmu adalah misteri segala
Cintaku dan cintamu adalah kebisuan semesta

     Malam itu
     Ketika dingin dan kebisuan menyelimuti Mandalawangi
     Kau datang kembali dan berbicara padaku
     Tentang kehampaan semua

Hidup adalah soal keberanian
Menghadapi tanda tanya tanpa kita mengerti
Tanpa kita menawar
Terimalah dan hadapilah

     Dan diantara ransel-ransel kosong dan api unggun yang membara
     Aku terima ini semua
     Melampaui batas-batas jurangmu

Aku cinta padamu, Pangrango
Karena aku cinta pada keberanian hidup

by Soe Hok Gie</pre>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/rankga.wordpress.com/372/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/rankga.wordpress.com/372/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/rankga.wordpress.com/372/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/rankga.wordpress.com/372/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/rankga.wordpress.com/372/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/rankga.wordpress.com/372/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/rankga.wordpress.com/372/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/rankga.wordpress.com/372/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/rankga.wordpress.com/372/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/rankga.wordpress.com/372/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/rankga.wordpress.com/372/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/rankga.wordpress.com/372/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/rankga.wordpress.com/372/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/rankga.wordpress.com/372/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=rankga.wordpress.com&amp;blog=1193598&amp;post=372&amp;subd=rankga&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://rankga.wordpress.com/2011/06/23/mandalawangi-pangrango/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/0e721211ed5302bd5959da3ccf31d878?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">rankga</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Fotografi dengan Kamera Pocket Versi Darwis Triadi</title>
		<link>http://rankga.wordpress.com/2011/06/22/fotografi-dengan-kamera-pocket-versi-darwis-triadi/</link>
		<comments>http://rankga.wordpress.com/2011/06/22/fotografi-dengan-kamera-pocket-versi-darwis-triadi/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 22 Jun 2011 09:04:02 +0000</pubDate>
		<dc:creator>rankga</dc:creator>
				<category><![CDATA[Fotografi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://rankga.wordpress.com/?p=365</guid>
		<description><![CDATA[Dahulu tidak banyak orang mengabadikan perjalanannya  dengan kamera, lantaran harga kamera cukup mahal. Seiring perkembangan waktu, harga kamera sekarang sangat terjangkau, terutama kamera digital dalam bentuk pocket. Tak heran, siapapun bisa menenteng kamera pocket atau kamera saku di tempat liburan. Maklum, cara penggunaannya tidak terlalu sulit. Cukup dengan menekan tombol, gambar yang diinginkan sudah bisa [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=rankga.wordpress.com&amp;blog=1193598&amp;post=365&amp;subd=rankga&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Dahulu tidak banyak orang mengabadikan perjalanannya  dengan kamera, lantaran harga kamera cukup mahal. Seiring perkembangan waktu, harga kamera sekarang sangat terjangkau, terutama kamera digital dalam bentuk <em>pocket</em>. Tak heran, siapapun bisa menenteng kamera <em>pocket </em>atau kamera saku di tempat liburan. Maklum, cara penggunaannya tidak terlalu sulit.</p>
<p><div class="wp-caption alignleft" style="width: 206px"><a title="Darwis Triadi (Foto: Nopiyanti)" href="http://www.tnol.co.id/images/stories/2011/Juni/Wisata/Memotret_dengan_kamera_poket/Darwis_Triadi.jpg" rel="lightbox[9589]" target="_blank"><img title="Darwis Triadi" src="http://www.tnol.co.id/images/stories/thumbs/196x262-images-stories-2011-Juni-Wisata-Memotret_dengan_kamera_poket-Darwis_Triadi.jpg" alt=" " width="196" height="262" /></a><p class="wp-caption-text">Darwis Triadi</p></div>Cukup dengan menekan tombol, gambar yang diinginkan sudah bisa dibidik. Nah, dengan kemudahan itu membuat kamera saku sering menjadi salah satu “amunisi” bagi orang-orang yang ingin berwisata ke tempat tertentu. Tujuan mereka, apalagi kalau bukan untuk membidik keindahan alam setempat.</p>
<p>Mengenai hasil bidikan, kamera saku bisa menghasilkan gambar bagus, asal mengetahui cara penggunaanya. “Dengan kamera <em>pocket</em> kita tidak beban untuk memotret, karena kita bisa lihat langsung <em>light view-</em>nya. Persoalannya,  kadang kita tidak mengetahui menggunakan kamera <em>pocket</em>,” ujar fotografer ternama Darwis Triadi kepada <strong>TNOL </strong>di Kementrian Budaya dan Pariwisata (Kemenbudpar), Kamis (9/6).</p>
<p>Mengenai penggunaan kamera <em>pocket </em>untuk mengabadikan tempat-tempat wisata, Darwis Triadi memberikan teknik memakai kamera <em>pocket</em> agar dapat menghasilkan gambar yang bagus.</p>
<p>Berikut, saran-saran dari Darwis:</p>
<p><strong>1.</strong><strong> </strong><strong>Penggunaan <em>flash</em>. </strong>Saat berwisata ke suatu tempat, terkadang kita masih berkeliling di malam hari. Kita pun sering menggunakan kesempatan itu untuk berfoto-foto. Agar dapat menghasilkan gambar bagus di malam hari, Darwis menyarankan penggunaan <em>flash</em> tak terlalu jauh dari objek lantaran <em>flash pocket</em> tidak begitu kuat. Sebaiknya, jarak objek dengan <em>flash </em>sekitar 1-2 meter.</p>
<p><div class="wp-caption alignright" style="width: 255px"><a title="Foto: Istimewa" href="http://www.tnol.co.id/images/stories/2011/Juni/Wisata/Memotret_dengan_kamera_poket/pocket-camera.jpg" rel="lightbox[9589]" target="_blank"><img title="Kamera Pocket" src="http://www.tnol.co.id/images/stories/thumbs/245x187-images-stories-2011-Juni-Wisata-Memotret_dengan_kamera_poket-pocket-camera.jpg" alt="" width="245" height="187" /></a><p class="wp-caption-text">Kamera Pocket</p></div><strong>2.</strong><strong> </strong><strong>Pemakaian ASA. </strong>Dalam kamera <em>pocket</em>, ada ASA. Variabelnya dari 100 sampai tertinggi. Darwis menyarankan, jangan menggunakan Auto ASA karena kurang bagus. Sebaiknya, penggunaan ASA dibagi dua. Kalau suasana terang gunakan ASA 100 atau masukkan ke Auto saja. Jika kondisi sore gunakan ASA tinggi, bisa ASA 400 atau 800 biar saat mengambil gambar tidak goyang. Kecuali memaka <em>tripod</em>, bila memakai <em>tripod </em>menggunakan ASA 100 tidak masalah. Tapi, saat kamera kita pegang tangan, diperlukan men-<em>capture </em>gambar dengan ketepatan yang stabil sehingga ASA tinggi memegang peranan penting.<br />
<strong> </strong></p>
<p><strong>3.</strong><strong> </strong><strong>Lihat momentum. </strong>Momentum, sangat memegang peranan penting pula saat mengambil gambar. Sayang, berhubung kita berwisata ke tempat tertentu terkadang kita tidak mengetahui kapan moment bagus datang. Mengutip pendapat dari temannya, Darwis menerangkan, yang bisa men-<em>capture </em>terbaik dari tempat itu adalah orang yang tinggal disana. Sebab, mereka memiliki waktu 24 jam sehingga mengetahui seluk-beluknya.</p>
<p><div class="wp-caption alignleft" style="width: 280px"><a title="Foto: Istimewa" href="http://www.tnol.co.id/images/stories/2011/Juni/Wisata/Memotret_dengan_kamera_poket/01.jpg" rel="lightbox[9589]" target="_blank"><img title="Kamera Pocket" src="http://www.tnol.co.id/images/stories/thumbs/270x207-images-stories-2011-Juni-Wisata-Memotret_dengan_kamera_poket-01.jpg" alt="" width="270" height="207" /></a><p class="wp-caption-text">Kamera Pocket</p></div>Foto: Istimewa“Saya pergi ke Rinjani, belum tentu mendapat momentum bagus. Tapi, orang yang tinggal disana hampir dari hari ke hari melihat sesuatu yang bagus,” imbuh Darwis. Meski sebagai pendatang di kawasan wisata, namun jangan berkecil hati mengenai pengambilan gambar. Lantaran Darwis menyarankan agar mengambil foto pada pagi atau sore hari. “Kalau bicara <em>landscape </em>atau momen, entah menangkap suatu kultur di daerah tersebut. Pertama memotret bagus itu, biasanya pagi dan sore. Siang tidak bagus karena posisi kita tropis,” terang Darwis.</p>
<p>Mengambil foto paling bagus adalah pukul 06.30-08.00 WIB. Berikutnya 15.30-17.30 WIB. Bagi Darwis mengambil gambar <em>landscape </em>antara jam seperti itu, supaya mendapatkan dramatik cahaya. “Karena dramatik cahaya ada diposisi itu saja, dari ujung ketemu ujung. Sisanya tinggal lihat momentumnya saja.,” ucap Darwis. Menurut Darwis, beberapa tempat wisata di Indonesia seperti Bali, Sumbawa, Ternate, Manado, Papua, sangat menarik dibadikan dengan lensa kamera, terutama dari kamera <em>pocket</em>. <em></em></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/rankga.wordpress.com/365/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/rankga.wordpress.com/365/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/rankga.wordpress.com/365/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/rankga.wordpress.com/365/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/rankga.wordpress.com/365/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/rankga.wordpress.com/365/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/rankga.wordpress.com/365/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/rankga.wordpress.com/365/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/rankga.wordpress.com/365/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/rankga.wordpress.com/365/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/rankga.wordpress.com/365/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/rankga.wordpress.com/365/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/rankga.wordpress.com/365/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/rankga.wordpress.com/365/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=rankga.wordpress.com&amp;blog=1193598&amp;post=365&amp;subd=rankga&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://rankga.wordpress.com/2011/06/22/fotografi-dengan-kamera-pocket-versi-darwis-triadi/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/0e721211ed5302bd5959da3ccf31d878?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">rankga</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://www.tnol.co.id/images/stories/thumbs/196x262-images-stories-2011-Juni-Wisata-Memotret_dengan_kamera_poket-Darwis_Triadi.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">Darwis Triadi</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://www.tnol.co.id/images/stories/thumbs/245x187-images-stories-2011-Juni-Wisata-Memotret_dengan_kamera_poket-pocket-camera.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">Kamera Pocket</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://www.tnol.co.id/images/stories/thumbs/270x207-images-stories-2011-Juni-Wisata-Memotret_dengan_kamera_poket-01.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">Kamera Pocket</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Teknik Dasar Fotografi</title>
		<link>http://rankga.wordpress.com/2011/06/22/teknik-dasar-fotografi/</link>
		<comments>http://rankga.wordpress.com/2011/06/22/teknik-dasar-fotografi/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 22 Jun 2011 08:39:27 +0000</pubDate>
		<dc:creator>rankga</dc:creator>
				<category><![CDATA[Fotografi]]></category>
		<category><![CDATA[Dasar]]></category>
		<category><![CDATA[Teknik]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://rankga.wordpress.com/?p=378</guid>
		<description><![CDATA[Beberapa kali mencoba memotret di luar ruangan dengan cuaca yang sering berubah kadang-kadang bikin kita ilfil, tapi kalau boleh berandai-andai apa yang terjadi seandainya teknologi mutakhir yang sangat memanjakan anda tiba-tiba kacau? tentu anda akan kembali bertumpu kepada pengetahuan dasar rekayasa agar tetap bisa bekerja dengan alat dan cara yang benar. Demikian pula halnya fotografi [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=rankga.wordpress.com&amp;blog=1193598&amp;post=378&amp;subd=rankga&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class="wp-caption alignleft" style="width: 160px"><img style="border:0 none;" title="Fotografi" src="http://i165.photobucket.com/albums/u49/rajaporno/ph3.jpg" alt="" width="150" height="103" border="0" /><p class="wp-caption-text">Fotografi</p></div>
<p>Beberapa kali mencoba memotret di luar ruangan dengan cuaca yang sering berubah kadang-kadang bikin kita ilfil, tapi kalau boleh berandai-andai apa yang terjadi seandainya teknologi mutakhir yang sangat memanjakan anda tiba-tiba kacau? tentu anda akan kembali bertumpu kepada pengetahuan dasar rekayasa agar tetap bisa bekerja dengan alat dan cara yang benar.</p>
<p>Demikian pula halnya fotografi digital yang bertumpu kepada beberapa rumus saat memakai teknologi kamera SLR film. Ingin tahu apa yang bisa bekerja pada kamera film namun bisa diterapkan pada kamera digital? Berikut beberapa teknik dasar dalam fotografi.</p>
<ol>
<li>Cerah, gunakan rumus 16; dasar eksposur untuk beberapa pengambilan gambar pada hari yang cerah adalah f/16 pada ISO tertentu, biasanya f/6 pada kecepatan rana 1/100 dipakai ISO/ASA 100, dari sini anda bisa atur untuk f/22 pada pemotretan di pantai ( atau gurun) dan f/11 untuk siang yang mendung.</li>
<li>Malam gunakan rumus 11, 8, 5.6; ada beberapa aturan yang berbeda saat memotret saat ada malam hari, umumnya f/11 pada ISO terset saat bulan purnama. Pada bulan separuh gunakan kecepatan shutter f/8 dan saat bulan seperempat gunakan f/5.6.</li>
<li>Rumus kamera goyang; kecepatan shutter paling lambat saat anda memegang kamera biasanya adalah lebih dari seper dari panjang fokal yang anda gunakan, missal bila anda memakai lensa 50mm, bidik dengan 1/60 detik atau lebih cepat. Kurang cahaya? Gunakan lampu kilat, tripod, penyangga apapun agar kamera tetap berdiri tegak. Bila shutter lambat, kamera akan cenderung goyang yang artinya anda akan mempoeroleh hasil gambar yang kurang tajam atau bahkan blur.</li>
<li>Anatomi Gray card; Metering dari 18 persen dari gray card netral (neutral gray card) adalah cara yang baik untuk mendapatkan nilai midtone yang akan memberi anda berbagai eksposure dari scene yang berbeda. lantas gimana kalau kelupaan bawa Gray card? cukup buka lebar tangan anda menghadap asal sinar, biarkan terbaca buka satu stop dan potretlah, tentu beberapa warna kulit yang berbeda akan menghasilkan nilai f-stop yang berbeda.</li>
<li>Depth of field atau DOF; ketika memfokuskan kepada subyek yang dalam, fokuskan pada sebuah titik kurang lebih sepertiga untuk memaksimalkan DOF. Karena daerah DOF (DOF zone) berada dibelakang dari titik lebih kurang tiga kali lebih dalam dari daerah DOF (DOF zone) didepannya. Ini akan berjalan baik untuk semua aperture dan panjang fokal, tetapi pada aperture yang lebih kecil dan panjang fokal yang pendek serta jarak potret yang lebih jauh akan memperbesar daerah DOF-nya.</li>
<li>Rumus Cetak Digital; cara menghitung besar cetakan foto digital dengan memakai kamera digital, anda cukup sisi vertical dan horizontal pixel dengan angka 200, untuk gambar yang lebih tajam seperti catalog atau kualitas cetak untuk pameran, bagi bilangan pixel tersebut dengan 250.</li>
<li>Rumus exposure; ada anjuran kuno “ekspos pada sisi terang, maka sisi (gelap) bayangan akan menyesuaikan”, hal ini bisa berjalan pada slide film maupun digital, namun pada negative fil terutama yang berwarna lebih baik anda over-eksposkan 1 stop.</li>
<li>Rumus tentang lampu kilat (flashlight / blitz ); saaat memakai unit lampu flash otomatis yang tidak mempunyai rasio / perbandingan auto flash-fill, set ISO-nya flash pada dua kali ISO yang anda pakai, ukur meter, pilih sebuah f-stop kemudian set aperture autoflash pada f-stop yang sama dan bidik. Hasil rasionya 2:1 flash-fill akan menghasilkan bayangan satu stop lebih gelap dari subyek utama.</li>
<li>Rumus Jarak lampu kilat (flashlight / blitz ); ingin tahu seberapa banyak jarak ekstra lampu flash pada ISO yang lebih cepat? rumusnya adalah: lipat dua kali jarak, empat kalinya kecepatan. Sebagai contah kalau lampu flash anda bekerja baik pada jarak 6 meter pada ISO 100 (baik pada kamera film maupun kamera digital), maka lampu flash akan mampu bekerja dengan baik pada 12 meter pada ISO 400.</li>
<li>Rumus resolusi Megapixel; untuk melipatgandakan resolusi dalam digital kamera anda, anda harus mengkalikan empat bukan dua, mengapa? Karena angka pixel pada sisi vertical dan horizontal harus dilipat-duakan menjadi lipat dua dari sensor gambar.</li>
<li>Rumus action-stopping; untuk memperoleh action-stop frame yang tegak lurus dengan dengan sumbu lensa, anda membutuhkan shutter speeds 2 stop lebih cepat dari action moving yang melaju mendekat atau menjauh dari anda. Untuk action-moving pada sudut 45 derajat dari sumbu lensa anda bisa memakai cukup satu stop lebih lambat. Misalkan: jika ada orang berlari menuju anda dengan kecepatan moderat yang biasanya dapat dihentikan pada 1/125 detik, maka anda membutuhkan shutter speed 1/500 detik untuk subyek yang melintas menjauh atau mendekat dri lensa dan shutter speed 1/250detik bila dia berlari pada arah miring 45 derajat.</li>
<li>Rumus matahari terbenam; untuk mendapatkan gambar sunset terekspos, ukurlah (metering) langsung keatas matahari (jangan langsung ke matahari). Jika anda ingin gambar pemandangan ini tampak diambil setengah jam kemudian, tinggal kurangi satu exposure compensation-nya.</li>
</ol>
<p>Pertama kali dipublikasikan pada November 2004, namun dipublikasi ulang oleh Jason Schneider pada September 2007 dan dialihbahasakan oleh yoxx pada 9 September 2008. Semoga bermanfaat.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/rankga.wordpress.com/378/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/rankga.wordpress.com/378/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/rankga.wordpress.com/378/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/rankga.wordpress.com/378/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/rankga.wordpress.com/378/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/rankga.wordpress.com/378/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/rankga.wordpress.com/378/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/rankga.wordpress.com/378/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/rankga.wordpress.com/378/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/rankga.wordpress.com/378/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/rankga.wordpress.com/378/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/rankga.wordpress.com/378/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/rankga.wordpress.com/378/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/rankga.wordpress.com/378/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=rankga.wordpress.com&amp;blog=1193598&amp;post=378&amp;subd=rankga&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://rankga.wordpress.com/2011/06/22/teknik-dasar-fotografi/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/0e721211ed5302bd5959da3ccf31d878?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">rankga</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://i165.photobucket.com/albums/u49/rajaporno/ph3.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">Fotografi</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>10 Destinasi Wisata Alam di Indonesia</title>
		<link>http://rankga.wordpress.com/2011/06/22/10-destinasi-wisata-alam-di-indonesia/</link>
		<comments>http://rankga.wordpress.com/2011/06/22/10-destinasi-wisata-alam-di-indonesia/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 22 Jun 2011 08:33:43 +0000</pubDate>
		<dc:creator>rankga</dc:creator>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://rankga.wordpress.com/?p=361</guid>
		<description><![CDATA[Libur t&#8217;lah tiba! Kemana Anda merencanakan liburan Anda kali ini? Apakah berbelanja ke Singapura? Wisata ke Eropa? Atau traveling ke China? Atau..bersafari di Afrika? Hmm..kenapa juga harus jauh-jauh berlibur ke luar negeri? Tanah air kita tercinta ini menyimpan banyak ragam eksotisme dan keindahan alam, yang mungkin belum sempat Anda kunjungi lho! Nah, sebelum berlibur jauh-jauh [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=rankga.wordpress.com&amp;blog=1193598&amp;post=361&amp;subd=rankga&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:center;"><em>Libur t&#8217;lah tiba!</em> Kemana Anda merencanakan liburan Anda kali ini? Apakah berbelanja ke Singapura? Wisata ke Eropa? Atau <em>traveling </em>ke China? Atau..bersafari di Afrika? Hmm..kenapa juga harus jauh-jauh berlibur ke luar negeri? Tanah air kita tercinta ini menyimpan banyak ragam eksotisme dan keindahan alam, yang mungkin belum sempat Anda kunjungi <em>lho</em>!</p>
<p style="text-align:center;">Nah, sebelum berlibur jauh-jauh ke luar negeri, kenapa juga <em>nggak </em>mencoba dulu berlibur ke beberapa tempat di bawah ini, yang asli Indonesia tapi tak kalah eksotis dan memukau.. <em>Check it out!</em></p>
<p style="text-align:center;"><strong>1. Pulau Komodo, Nusa Tenggara Timur</strong></p>
<div class="mceTemp mceIEcenter" style="text-align:center;">
<dl class="wp-caption aligncenter">
<dt class="wp-caption-dt"><a title="Istimewa" href="http://www.tnol.co.id/images/stories/Jacks_Milyarder/10_Destinasi_Eksotis/komodo-island.jpg" rel="lightbox[9581]" target="_blank"><img title="Pulau Komodo" src="http://www.tnol.co.id/images/stories/thumbs/315x215-images-stories-Jacks_Milyarder-10_Destinasi_Eksotis-komodo-island.jpg" alt="" width="315" height="215" /></a></dt>
<dd class="wp-caption-dd">Pulau Komodo</dd>
</dl>
</div>
<p style="text-align:center;">Taman Nasional Komodo (TN Komodo) merupakan kawasan yang terdiri dari beberapa pulau dengan perairan lautnya. Pulau-pulau tersebut merupakan habitat satwa komodo (<em>Varanus komodoensis</em>) yaitu reptil purba yang masih tersisa di bumi. Kondisi alamnya unik, terdapat padang savana yang luas dengan pohon lontarnya (<em>Borassus flabellifer</em>). Pulau Komodo terletak di sebuah selat antara Pulau Flores di Nusa Tenggara Timur (NTT) dan Sumbawa di Nusa Tenggara Barat (NTB). Pada peariran di pulau Komodo juga terdapat perairan yang termasuk keajaiban dunia bawah air. Dasar laut perairan Komodo adalah yang terbaik di dunia, di permukaan laut menyembulnya daratan-daratan kering yang berbukit karang. Sangat pantas jika pulau Komodo dimasukan dalam daftar keajaiban di Indonesia.</p>
<p style="text-align:center;"><strong>2. Raja Ampat, Papua Barat</strong></p>
<div class="wp-caption aligncenter" style="width: 325px"><a title="Istimewa" href="http://www.tnol.co.id/images/stories/Jacks_Milyarder/10_Destinasi_Eksotis/raja-ampat.jpg" rel="lightbox[9581]" target="_blank"><img title="Raja Ampat" src="http://www.tnol.co.id/images/stories/thumbs/315x215-images-stories-Jacks_Milyarder-10_Destinasi_Eksotis-raja-ampat.jpg" alt="" width="315" height="215" /></a><p class="wp-caption-text">Raja Ampat</p></div>
<p style="text-align:center;">Kepulauan Raja Ampat merupakan tempat yang sangat berpotensi untuk dijadikan sebagai objek wisata, terutama wisata penyelaman. Raja Ampat terdiri dari 4 pulau besar yaitu Misool, Salawati, Batanta dan Waigeo. Perairan Kepulauan Raja Ampat, menurut berbagai sumber, merupakan salah satu dari 10 perairan terbaik untuk <em>diving site</em> di seluruh dunia. Bahkan, mungkin juga diakui sebagai nomor satu untuk kelengkapan flora dan fauna bawah air pada saat ini. Selain itu, sekitar 75% spesies karang dunia berada di Raja Ampat. Tak satupun tempat dengan luas area yang sama memiliki jumlah spesies karang sebanyak ini. Selain itu, spesies unik yang bisa dijumpai pada saat <em>diving</em> di Raja Ampat adalah beberapa jenis kuda laut katai, wobbegong, dan pari Manta (<em>Manta Ray</em>). Juga ada ikan endemik Raja Ampat, yaitu Eviota raja, yaitu sejenis ikan gobbie. Di Manta point yg terletak di Arborek, Selat Dampier, Anda bisa menyelam dengan ditemani beberapa ekor <em>Manta Ray</em> yang jinak, sama seperti ketika Anda menyelam di Kepulauan Derawan, Kalimantan Timur.</p>
<p style="text-align:center;"><strong>3. Pulau Bintan, Kepulauan Riau</strong></p>
<div class="wp-caption aligncenter" style="width: 325px"><a title="Istimewa" href="http://www.tnol.co.id/images/stories/Jacks_Milyarder/10_Destinasi_Eksotis/pulau-bintan.jpg" rel="lightbox[9581]" target="_blank"><img title="Pulau Bintan" src="http://www.tnol.co.id/images/stories/thumbs/315x215-images-stories-Jacks_Milyarder-10_Destinasi_Eksotis-pulau-bintan.jpg" alt="" width="315" height="215" /></a><p class="wp-caption-text">Pulau Bintan</p></div>
<p style="text-align:center;">Pulau Bintan teletak di Provinsi Kepulauan Riau. Suasana di pulau ini sungguh memikat dengan keindahan alamnya. Kemilau pasir putih, birunya air laut, dan rimbunnya pepohonan merupakan perpaduan yang membuat pulau ini begitu eksotis. Di pulau ini juga tersedia banyak resor yang bisa disewa untuk bulan madu, <em>private beach</em>, wisata selam (<em>diving</em> dan <em>snorkeling</em>), serta wisata kuliner yang bisa jadi alternatif saat berlibur bersama keluarga.</p>
<p style="text-align:center;"><strong>4. Ngarai Sianok, Bukittinggi, Sumatera Barat</strong></p>
<div class="wp-caption aligncenter" style="width: 325px"><a title="Istimewa" href="http://www.tnol.co.id/images/stories/Jacks_Milyarder/10_Destinasi_Eksotis/ngarai-sianok.jpg" rel="lightbox[9581]" target="_blank"><img title="Ngarai Sianok" src="http://www.tnol.co.id/images/stories/thumbs/315x215-images-stories-Jacks_Milyarder-10_Destinasi_Eksotis-ngarai-sianok.jpg" alt="" width="315" height="215" /></a><p class="wp-caption-text">Ngarai Sianok</p></div>
<p style="text-align:center;">Ngarai Sianok terletak di pusat Kota Bukittinggi, membujur dari selatan Nagari Koto Gadang terus ke utara, Nagari Sianok Enam Suku dan berakhir di Palupuh dengan panjang 15 km, kedalaman 100 meter dan lebar 200 meter. Ngarai Sianok atau &#8216;Lembah Pendiam&#8217; ini adalah suatu lembah yang indah, hijau dan subur, didasarnya mengalir sebuah anak sungai yang berliku-liku dengan indah, menelusuri celah-celah tebing yang berwarna-warni dengan latar belakang gunung Merapi dan Singgalang yang menghijau. Sungguh keindahan alam yang mempesona. Untuk menikmati keelokan ngarai ini cukup mudah, karena Ngarai Sianok merupakan sebuah ngarai di pusat kota yang tidak ditemui di kota-kota lainnya di dunia. Keindahan alam Ngarai Sianok yang mempesona selalu menjadi objek bagi wisatawan dengan mengambil foto-foto serta sebagai imajinasi bagi para pelukis. Perjalanan menjelajah dengan melalui jalan setapak di lembah Ngarai merupakan rekreasi yang menarik, bila perjalanan diteruskan keseberang ngarai dalam waktu 45 menit anda akan sampai di Nagari Koto Gadang, yang memiliki kekhasan tradisi dan eksotisme Minangkabau.</p>
<p style="text-align:center;"><strong>5. Kaliurang, Yogyakarta</strong></p>
<div class="wp-caption aligncenter" style="width: 325px"><a title="Istimewa" href="http://www.tnol.co.id/images/stories/Jacks_Milyarder/10_Destinasi_Eksotis/kaliurang-jogja.jpg" rel="lightbox[9581]" target="_blank"><img title="Kaliurang" src="http://www.tnol.co.id/images/stories/thumbs/315x215-images-stories-Jacks_Milyarder-10_Destinasi_Eksotis-kaliurang-jogja.jpg" alt="" width="315" height="215" /></a><p class="wp-caption-text">Kaliurang</p></div>
<p style="text-align:center;">Kaliurang berjarak 28 kilometer arah utara dari pusat kota Yogyakarta, tepatnya di dusun Kaliurang, Hargobinangun, Pakem, Sleman. Kaliurang kini menjadi sebuah kawasan wisata alam dan budaya yang memikat. Kaliurang memang cocok sebagai tempat <em>leisure</em> dan bersantai bersama keluarga. Hawanya yang sejuk dan berlatar alam pegunungan disertai gemericik sungai sungguh menjadikan suasana menjadi begitu eksotis namun menenangkan.</p>
<p style="text-align:center;"><strong>6. Danau Tiga Warna (Kelimutu), Flores, Nusa Tenggara Timur</strong></p>
<div class="wp-caption aligncenter" style="width: 325px"><a title="Istimewa" href="http://www.tnol.co.id/images/stories/Jacks_Milyarder/10_Destinasi_Eksotis/kelimutu-3colors-lake.jpg" rel="lightbox[9581]" target="_blank"><img title="Danau Tiga Warna (Kelimutu)" src="http://www.tnol.co.id/images/stories/thumbs/315x215-images-stories-Jacks_Milyarder-10_Destinasi_Eksotis-kelimutu-3colors-lake.jpg" alt="" width="315" height="215" /></a><p class="wp-caption-text">Danau Tiga Warna (Kelimutu)</p></div>
<p style="text-align:center;">Danau ini oleh dunia disebut sebagai salah satu dari sembilan keajaiban dunia. Danau tiga warna terletak di Gunung Kelimutu, Flores, NTT. Di sana ada tiga danau yang berdekatan namun dengan warna-warna yang berbeda, yaitu Tiwu Ata Polo (danau merah), Tiwu Nua Muri Kooh Fai (danau hijau) dan Tiwu Ata Mbupu (danau biru). Danau Kelimutu merupakan satu-satunya danau di dunia yang airnya dapat berubah setiap saat, dari merah menjadi hijau tua dan kemudian merah hati, hijau tua menjadi hijau muda, coklat kehitaman menjadi biru langit. Fenomena alam ini merupakan keajaiban, dan pastinya akan memukau bagi Anda dan keluarga.</p>
<p style="text-align:center;"><strong>7. Danau Gunung Tujuh, Taman Nasional Kerinci Seblat, Jambi</strong></p>
<div class="wp-caption aligncenter" style="width: 325px"><a title="Istimewa" href="http://www.tnol.co.id/images/stories/Jacks_Milyarder/10_Destinasi_Eksotis/danau-gunung-tujuh.jpg" rel="lightbox[9581]" target="_blank"><img title="Danau Gunung Tujuh" src="http://www.tnol.co.id/images/stories/thumbs/315x215-images-stories-Jacks_Milyarder-10_Destinasi_Eksotis-danau-gunung-tujuh.jpg" alt="" width="315" height="215" /></a><p class="wp-caption-text">Danau Gunung Tujuh</p></div>
<p style="text-align:center;">Danau Gunung Tujuh merupakan objek wisata paling favorit di Kabupaten Kerinci dan sekitarnya. Sementara, letaknya yang berada pada ketinggian 1.996 meter dpl, menjadikan danau ini sebagai danau tertinggi di Asia Tenggara. Selain alamnya yang asri, panorama di danau yang masuk dalam kawasan Taman Nasional Kerinci Seblat (TNKS) ini sangat indah. Selain panorama alamnya yang indah, danau ini dikelilingi oleh enam gunung, yaitu Gunung Hulu Tebo dengan ketinggian 2.525 meter dpl, Gunung Hulu Sangir (2.330 meter dpl), Gunung Mandura Besi (2.418 meter dpl), Gunung Selasih (2.230 meter dpl), Gunung Jar Panggang (2.469 meter dpl), dan Gunung Tujuh (2.732 meter dpl) yang puncaknya paling tinggi. Bukan cuma itu, sebagai kawasan yang menjadi salah satu sentra keanekaragaman hayati, di kawasan Danau Gunung Tujuh ini juga hidup berbagai jenis satwa khas TNKS seperti harimau sumatera (<em>Panthera tigris sumatranensis</em>), siamang, beruang madu, babi hutan, tapir, bermacam burung dan beragam jenis kupu-kupu. Tumbuhan yang hidup di kawasan ini pun beragam dengan primadona berbagai jenis anggrek alam dan bunga kantong semar. Selain itu ada pula Air Terjun Gunung Tujuh, dengan ketinggian puluhan meter yang bersumber dari Danau Gunung Tujuh. Pengunjung yang ingin mencapai air terjun ini bisa melalui jalur setapak tidak jauh dari bekas wisma peristirahatan di dekat pos jaga di kaki gunung.</p>
<p style="text-align:center;"><strong>8. Pulau Sangalaki, Kep. Derawan, Kalimantan Timur</strong></p>
<div class="wp-caption aligncenter" style="width: 325px"><a title="Istimewa" href="http://www.tnol.co.id/images/stories/Jacks_Milyarder/10_Destinasi_Eksotis/sangalaki-derawan.jpg" rel="lightbox[9581]" target="_blank"><img title="Pulau Sangalaki, Kep. Derawan" src="http://www.tnol.co.id/images/stories/thumbs/315x215-images-stories-Jacks_Milyarder-10_Destinasi_Eksotis-sangalaki-derawan.jpg" alt="" width="315" height="215" /></a><p class="wp-caption-text">Pulau Sangalaki, Kep. Derawan</p></div>
<p style="text-align:center;">Sangalaki adalah pulau kecil yang luasnya sekitar 13 Ha. Dengan jalan santai, Anda bisa mengelilingi pulau yang berstatus Taman Wisata Alam (TWA) ini hanya dalam waktu 30 menit. Selama perjalanan, Anda akan menikmati pantai berpasir putih dan laut yang menawan. Pada pagi dan sore hari, Anda juga bisa menikmati fenomena alam yaitu terbit dan terbenamnya matahari yang menakjubkan. Tak hanya itu, selama mengelilingi pulau, Anda juga bisa menyaksikan berbagai satwa liar yang yang mungkin belum pernah Anda lihat sebelumnya. Seperti ketam kelapa, biawak, elang bondol, burung gosong Philipina, kuntul karang, burung pergam laut dan burung pantai/laut lainnya. Selain itu, Pulau Sangalaki juga memiliki alam bawah laut yang sangat indah, terumbu karang yang ada di pulau ini merupakan salah satu yang terbaik di dunia. Berdasarkan survey yang dilakukan Naturalis Museum Laeden tahun 2003, di Perairan Pulau Sangalaki dan Pulau Derawan ditemukan 40 spesies karang jamur (<em>mushroom coral</em>). Kawasan perairan ini merupakan lokasi dengan keanekaragaman karang jamur tertinggi di KKL Berau (Wiryawan dkk, 2005). Di perairan Pulau Sangalaki juga terdapat 1.051 spesies ikan karang dan lima spesies lamun. Pulau Sangalaki juga merupakan tempat pendaratan penyu dan kawasan perairannya merupakan lokasi agregasi pari Manta (<em>Manta Ray</em>).</p>
<p style="text-align:center;"><strong>9. Pulau Moyo, Nusa Tenggara Barat</strong></p>
<div class="wp-caption aligncenter" style="width: 325px"><a title="Istimewa" href="http://www.tnol.co.id/images/stories/Jacks_Milyarder/10_Destinasi_Eksotis/moyo-island.jpg" rel="lightbox[9581]" target="_blank"><img title="Pulau Moyo" src="http://www.tnol.co.id/images/stories/thumbs/315x215-images-stories-Jacks_Milyarder-10_Destinasi_Eksotis-moyo-island.jpg" alt="" width="315" height="215" /></a><p class="wp-caption-text">Pulau Moyo</p></div>
<p style="text-align:center;">Nah, selain keluarga, bagi Anda yang baru saja menikah, tak ada salahnya memilih Pulau Moyo di Nusa Tenggara Barat sebagai tempat bulan madu Anda berdua. Daerahnya masih sepi dan asli, namun jangan takut tak ada fasilitas. Di sana telah cukup banyak <em>cottage</em> dan penginapan yang menyediakan aneka fasilitas. Selain hamparan pasir putih, ada juga terumbu karang lengkap dengan ikan laut warna-warni. Tak ketinggalan air terjun serta kolam-kolam alami, yang akan menambah suasana romantis bagi Anda dan pasangan.</p>
<p style="text-align:center;"><strong>10. Wakatobi, Sulawesi Tenggara</strong></p>
<div class="wp-caption aligncenter" style="width: 325px"><a title="Istimewa" href="http://www.tnol.co.id/images/stories/Jacks_Milyarder/10_Destinasi_Eksotis/wakatobi-resort.jpg" rel="lightbox[9581]" target="_blank"><img title="Wakatobi" src="http://www.tnol.co.id/images/stories/thumbs/315x215-images-stories-Jacks_Milyarder-10_Destinasi_Eksotis-wakatobi-resort.jpg" alt="" width="315" height="215" /></a><p class="wp-caption-text">Wakatobi</p></div>
<p style="text-align:center;">Wakatobi, berada di propinsi Sulawesi Tenggara, terdiri dari pulau Wangi-Wangi, Kaledupa, Tomia, dan Binongko, terkenal dengan keindahan alam bawah laut yang kaya akan terumbu karang beserta spesies laut lainnya. Wakatobi yang merupakan rumah bagi ratusan spesies karang dinobatkan sebagai pusat <em>The Coral Triangle</em> (segitiga terumbu karang dunia yang terdiri dari Indonesia, Filipina, Papua Nugini, Brunei Darussalam, Solomon Islands, dan Timor Leste). Tidak hanya itu, gugusan kepulauan Wakatobi juga memiliki alam yang masih asli, tenang dengan air laut yang segar, gua-gua bawah laut yang saling berdekatan satu sama lain yang disuguhkan khusus untuk pecinta alam sejati. Di samping <em>diving</em> dan <em>snorkling,</em> di pantai juga disediakan khusus motor selam, tour <em>snorkling</em> dan penjelajahan di kepulauan. Sebuah kawasan kecil yang berlokasi di samping Pulau Tomia seluas 8 km2, bernama Pulau Tolandona (Pulau Onernobaa) memiliki keunikan karena pulau ini dikelilingi taman laut yang indah. **MS/dari berbagai sumber (http://www.tnol.co.id)</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/rankga.wordpress.com/361/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/rankga.wordpress.com/361/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/rankga.wordpress.com/361/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/rankga.wordpress.com/361/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/rankga.wordpress.com/361/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/rankga.wordpress.com/361/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/rankga.wordpress.com/361/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/rankga.wordpress.com/361/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/rankga.wordpress.com/361/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/rankga.wordpress.com/361/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/rankga.wordpress.com/361/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/rankga.wordpress.com/361/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/rankga.wordpress.com/361/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/rankga.wordpress.com/361/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=rankga.wordpress.com&amp;blog=1193598&amp;post=361&amp;subd=rankga&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://rankga.wordpress.com/2011/06/22/10-destinasi-wisata-alam-di-indonesia/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/0e721211ed5302bd5959da3ccf31d878?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">rankga</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://www.tnol.co.id/images/stories/thumbs/315x215-images-stories-Jacks_Milyarder-10_Destinasi_Eksotis-komodo-island.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">Pulau Komodo</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://www.tnol.co.id/images/stories/thumbs/315x215-images-stories-Jacks_Milyarder-10_Destinasi_Eksotis-raja-ampat.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">Raja Ampat</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://www.tnol.co.id/images/stories/thumbs/315x215-images-stories-Jacks_Milyarder-10_Destinasi_Eksotis-pulau-bintan.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">Pulau Bintan</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://www.tnol.co.id/images/stories/thumbs/315x215-images-stories-Jacks_Milyarder-10_Destinasi_Eksotis-ngarai-sianok.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">Ngarai Sianok</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://www.tnol.co.id/images/stories/thumbs/315x215-images-stories-Jacks_Milyarder-10_Destinasi_Eksotis-kaliurang-jogja.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">Kaliurang</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://www.tnol.co.id/images/stories/thumbs/315x215-images-stories-Jacks_Milyarder-10_Destinasi_Eksotis-kelimutu-3colors-lake.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">Danau Tiga Warna (Kelimutu)</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://www.tnol.co.id/images/stories/thumbs/315x215-images-stories-Jacks_Milyarder-10_Destinasi_Eksotis-danau-gunung-tujuh.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">Danau Gunung Tujuh</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://www.tnol.co.id/images/stories/thumbs/315x215-images-stories-Jacks_Milyarder-10_Destinasi_Eksotis-sangalaki-derawan.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">Pulau Sangalaki, Kep. Derawan</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://www.tnol.co.id/images/stories/thumbs/315x215-images-stories-Jacks_Milyarder-10_Destinasi_Eksotis-moyo-island.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">Pulau Moyo</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://www.tnol.co.id/images/stories/thumbs/315x215-images-stories-Jacks_Milyarder-10_Destinasi_Eksotis-wakatobi-resort.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">Wakatobi</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>
