You are currently browsing the daily archive for June 2nd, 2009.
15 juli 2007, pukul 06.00
Semuanya sudah bangun dan selesai “subuhan”. Segar dan sejuk yang Qt rasakan. Udara pagi terasa basah di wajah. Pagi-pagi sekali, Qt sudah membuat api unggun untuk memasak nasi untuk sarapan hari itu jua, bekal untuk naik ke puncak sana. Bagi-bagi tugas pun langsung menjadi pilhan utama Qt. Tejo, Pak Dhe, Juan, Nash bertugas mencari air di tempat yang sama. Yang lainnya merapikan tenda, dan menyiapkan makanan. Dalam misi mencari air tersebut, ternyata sama halnya dengan Juan, secara ga sadar, di kakinya Satria ada bekas gigitan lintah yang sudah mengering. Tapi Satria tak seheboh dengan juan. Satria tenang-tenang aja. Maklum,Satria adalah orang yang sabar..
makan bareng

Hello gank!!!!!
16!!!!!
Begitulah Qt saling memberikan semangat dan komunikasi.
Pukul 09.00, Qt semua sudah sarapan. Tenda juga sudah rapi. Air sudah Qt cukupkan. Sebelum meninggalkan watu godhek, Qt membersihkan sisa-sisa dari semalam. Diusahakan ketika Qt meninggalkan tempat ini, tidak ada sampah yang tertinggal. Sebelum berangkat Qt berdoa jua, membuat lingkaran persahabatan. ”semoga dalam perjalanan ke puncak nanti Qt diberi kemudahan”.
Pukul 09.30 Qt meninggalkan watu godhek menuju puncak. Berjalan ke puncak sama beratnya ketika Qt berangkat dari kaki gunung ke watu godhek. Tapi hal itu tidak menyurutkan semangat Qt semua. Hanya teriakan “hello gank!!!!!” dan jawaban “16!!!” yang membuat Qt semakin semangat. Kadang-kadang, Untuk menjaga kelengkapan anggota, dari depan menginstruksikan untuk berhitung. “berhitung dari depan mulai!!!!!”
“1”
“2”
“3”
“4”
“5”
“6”
“7”
“8”
“9” alhamdulillah lengkap. Read the rest of this entry »
Saat itu 14-16 Juli 2007, aku ‘Rankga’ dan teman-teman kost GRS (Gebang Roda Sekolahan) akan melakukan pendakian ke Gunung Wilis yang berada di kabupaten Tulungagung. Mungkin banyak yang belum tau Tulungagung itu dimana sih? Tulungagung adalah kota dimana aku dibesarkan yang terletak di Jawa Timur bagian Selatan, dekat sekali dengan pesisir Pantai Selatan. Rencana sebelumnya adalah Qt akan mendaki ke Gunung Kawi namun berhubung yang tau jalan nggak jadi ikut ya akhirnya banting setir ke Gunung Wilis soalnya aku uda naek 2 Kali ke puncak. Lagian temen-temenQ masih awam mendaki gunung. Masih pertama kali ini mereka berminat untuk melakukan pendakian. Berangkat dari rasa penat yang melanda dalam hati setelah menempuh UAS dan hidup bergelut dengan jadwal-jadwal kuliah yang semakin membosankan. Maka rekan rekan (GRS) mencoba mencari sebuah solusi terhadap permasalahan ini. Dengan berbagai macam pertimbangan, akhirnya dapat ditarik satu kesimpulan untuk menghilangkan penat bersama akhir semester 4 ini. Semangat awal pun bergelora, bagaikan api yang berkobar-kobar hendak membakar apa saja yang ada dihadapannya namun banyak anggota yang akhirnya mengundurkan diri karena banyak hal. Tetapi nggak apa-apa Qt tetap harus berangkat. Mereka-mereka adalah aku, Juan, Ikin, Tejo, Pak Dhe, Imam, Nash, Laemri, dan M. Beruntunglah dari 12 orang, hilang 5 orang, dan mendapatkan “additional team” 2 orang, jadi jumlah fix yang ikut dalam pendakian ada 9 orang.
Puncak Wilis berketinggian 2.169 mdpl yang merupakan tempat tertinggi di Kabupaten Tulungagung. Puncak Wilis berada dalam satu lingkup pengunungan Wilis. Terdapat pula Puncak Liman yang berada di kabupaten Kediri. Pegunungan Wilis cukup luas karena masuk ke dalam 5 Kabupaten. Vegetasi Gunung Wilis masih sangat perawan karena hutannya masih alami dan lebat. Masih belum banyak orang yang mendaki puncak Wilis karena keberadaan gunung Wilis yang masih belum dikenal banyak orang. Maka dari itu, aku ingin memperkenalkan Puncak Wilis.
14 Juli 2007
Jam 9 pagi Qt bersembilan berkumpul di Rumah Tejo karena Colt yang kami pesan di terminal Tulungagung kemarin akan menunggu disana. Biasanya kalo ingin ke Puncak Wilis dari Terminal Tulungagung langsung aja naek colt kecil jurusan Sendang langsung turun pabrik susu Penampihan biayanya 5 ribuan. Sebelum berangkat aku, Juan, Ikin, Tejo, Pak Dhe, Imam, Nash, Laemri, dan M saling merapatkan jiwa dan hati masing-masing kepada Sang Ilahi, Sang Penjaga Hayat dan Maut hamba-hamba-Nya. Pukul 09.45 berangkat. Pukul 10.45 rombongan tiba di penampihan. Untuk lebih menambah semangat, Qt mengabadikan “jiwa-jiwa kosong pencari kerinduan” dalam jepretan camera HP 6600nya tejo. Qt istirahat dan mengecek perlengakapan agar tidak ada yang ketinggalan. Sebelum berangkat Qt berdoa dulu. Inget temen “Qt semua adalah teman, apapun yang terjadi Qt harus tetap bersama, kekuatan rantai ada pada mata rantai yang terlemah” jadi jaga temen Qt yang tidak kuat. Setelah itu,kami langsung menuju rumah pak RT setempat untuk minta ijin melakukan pendakian. Hal ini dimaksudkan untuk mengantisipasi klo terjadi hal-hal di luar kemampuan team. Beberapa saat Qt sampai di pertigaan Candi Penampihan yang merupakan salah satu cagar wisata Tulungagung dari kejauhan gunung Wilis tertutup kabut begitu menyeramkan karena yang terlihat hanyalah hamparan hutan yang begitu lebat dan gelap tertutup kabut.

Hatiq merinding tapi aku yakin jika Qt nggak aneh-aneh semua pasti berjalan lancar. Udara yang dingin-dingin sejuk seolah-olah membasahi wajah kami, menemani setiap langkah kaki kami. Jalanan yang menanjak, dengan ilalang yang tumbuh subur yang ditepinya dialiri air sungai yang menjadi mata air kehidupan bagi warga sekitar, seakan-akan menyapa kita semua. Sejauh mata memandang yang kami lihat adalah gunung, sawah, rerumputan, air, awan, udara dingin, dan…………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………….s a h a b a t yang harus dilindungi.
Read the rest of this entry »

Recent Comments