24 Juli 2011,

Bang Rudy yang membangunkan ku dari lelapnya dekapan Pangrango. Yang terasa hanya dingin, masih mencoba membuka mata dan melepaskan badan dari sleeping bag. Sungguh tidak rela jika harus membuka sleeping bag.

“Ayo bangun, bangun, bangun! Jadi ke puncak nggak?” Seruku.

Perlahan tapi pasti satu persatu keluar tenda untuk menyesuaikan diri. Tenda kami biarkan berdiri, semua peralatan yang tidak dibawa kami masukkan ke dalam tenda. Semoga barang-barang yang tidak dibawa bisa aman dan tidak hilang. Peralatan yang dibawa summit hanya perlengkapan masak, air dan makanan untuk sarapan di Puncak.

Setelah semua team siap, tidak lupa sejenak merapatkan lengan-lengan kami untuk berdoa demi kelancaran summit attack Pangrango. Dari semua team hanya Bang Rudy yang pernah naik ke Pangrango itupun sudah lama sekali dan kondisi kali ini di malam hari. Baru berjalan beberapa menit, sudah sempat kebingungan terhadap jalur. Hmmm, cilaka! Tanda-tandanya akan menyeramkan. Namun alangkah beruntungnya, ketika kami bertemu dengan team lain yang akan melakukan summit attack juga. Akhirnya diputuskan bareng dengan Team Ruli. Lumayan, jadi lebih rame. Read the rest of this entry »

Pangrango is one of the mountains in my dreams because its proximity to my idol Soe Hok Gie. About all the beauty that Pangrango have from the writings of Gie. She told about the valley Mandalawangi in verse Gie’s poem. That’s what made ​​me curious, about beauty, life and peace in Mandalawangi.

Berbekal ide antara aku dengan Novi, rencana perjalanan ini memang tidak sampai sebulan menjalankannya. Terhitung 2 minggu sebelum keberangkatan, aku sudah booking rencana pendakian di www.gedepangrango.org/ (Taman Nasional Gede Pangrango) dengan mengurus SIMAKSI (Surat Ijin Masuk Kawasan Konsevasi). Seperti biasanya ada beberapa anggota yang sudah terdaftar, mengundurkan diri. Seleksi alamlah yang memilih orang-orang siap dan tepat dengan sendirinya. Kami mendaftarkan dua group pendakian, satu group Bagas dengan Fitra dan satu lagi Novi dengan aku. Dari beberapa artikel yang saya baca, perlu 7 jam perjalanan untuk sampai Puncak Pangrango dari Pos Cibodas (exclude kalau sering istirahat ya). Pengalaman pendakian Gede sebelumnya, proses pengeluaran SIMAKSI lumayan lama dan bisa keluar setelah jam 10 siang. Alhamdulillah, Bagas dapat kenalan penduduk di Cibodas yang menawarkan proses pengurusan SIMAKSI sehingga Jum’at malam SIMAKSI sudah ditangan. Meskipun menambah biaya sedikit untuk  mengganti ongkos keringat Penduduk itu.

Malam selepas pulang kantor langsung siap-siap untuk berangkat ke kampung rambutan. Janjian sama Bagas, Hatta, Dias dan Fitra pukul 20.00. Bertemu dengan beberapa rombongan lain yang ternyata juga mau ke Pangrango. Kami ditawari untuk carter mobil dari kampung rambutan ke cibodas. Boleh sih, kalau 20 ribu saja. Negoisasi berjalan alot dan akhirnyapun dapat juga dengan tambahan biaya 5 ribu. Lumayan berjepit-jepit di dalam mobil karena diisi dengan 9 orang.

Pukul 01 dini hari, kami sampai di pasar cibodas. Saya dan team menuju ke podok Bu Le’ sedangan rombongan lain ke pondok Mang Idi. Fitra langsung menghubungi penduduk yang mengurus SIMAKSI untuk mengambil surat ijin kami agar besok bisa berangkat pagi. Tak berapa lama kemudian teman saya Novi yang dari nonton konser sampai juga di Cibodas. Selain itu ada teman Bagas satu lagi yang datang dari bandung, Mas Rudi. Semua personel sudah lengkap dan akhirnya dini hari itu beristirahat sejenak di Pondok Bu Le’.

23 Juli 2011,

Cibodas - Background Pangrango

Cibodas - Background Pangrango

Pukul 06.00 kita siap-siap untuk memulai perjalanan. Pagi itu suasana cerah di Puncak Pangrango sehingga sayang kalau dilewatkan tanpa berfoto ria. Seperti biasa di pintu masuk hutan dilakukan pengecekan terhadap peralatan yang dibawa. Kita diminta untuk mendaftar bahan makanan kemasan yang ada dalam ransel. Setelah itu baru pendakian dimulai dengan memasuki komplek pengurus Taman Nasional Gunung Gede Pangrango. Read the rest of this entry »

Apakah Ultralight hiking atau ultralight trekking itu??

Atau bisa juga pertanyaannya menjadi, kenapa orang-orang mau membawa beban 15 – 20 kg dengan ranselnya? yang didalamnya berisikan perbekalan, peralatan serta kebutuhan di saat berada di alam bebas. Dengan kondisi beban berat seperti itu akan membuahkan beberapa problem yaitu:

Lambat, membosankan
Kelelahan, lekas marah, dan rendahnya rasa kebersamaan saat di jalan setapak
Meningkatkan kemungkinan untuk terluka, sakit dipunggung, keseleo mata kaki, lutut nyeri, otot sakit, memar atau lecet, sakit dibagian pinggul serta bahu, dll.
Perjalanan hiking atau trekking yang panjang berarti juga akan membuat sedikitnya waktu untuk bersantai di tenda, menikmati asyiknya suasana saat di basecamp.
Saat kita mulai mendirikan tenda dan mencoba beristirahat, kita akan merasa sangat letih dan membuat malas untuk melakukan hal lain.

Semua hal diatas merupakan penghambat untuk menikmati alam sekitarnya, sedangkan tujuan kita ke alam bebas adalah untuk menikmatinya, jadi kenapa tidak kita rubah?? Bagaimana jika kita pergi dengan ransel ukuran 30 – 40 lt untuk perjalanan 3 hari 2 malam? dengan ukuran dan berat ini, perjalanan yang biasanya terasa berat karena beban berat dari ransel seukuran 70 lt, akan terasa lebih ringan, dan tanpa beban yang terlampau berat. Serta kita akan lebih bisa menikmati alam bebas sepanjang perjalanan, dan juga kita bisa lebih cepat sampai dilokasi basecamp tidak dalam keadaan sangat lelah.

Dengan pemilihan peralatan dan mengaturnya dengan tepat, ransel kapasitas 40 lt akan terasa sangat cukup sekali untuk perjalanan diatas. Mengenai contoh-contoh peralatan ultralight akan dibahas pada bagian lain.

Untuk siapa ultralight hiking (backpacking) itu?
Ultralight backpacking adalah untuk semua orang yang serius dengan kegiatan trekking atau naik gunung. Ransel yang berat akan merubah banyak orang baru yang tadinya mungkin akan bisa menikmati perjalanan trekking menjadi kapok dan tidak mau mencoba lagi.

Apakah aman?
Setiap ultralight hiker atau trekker membawa semua peralatan yang sama tingkat safety pointnya seperti halnya yang dibawa oleh hiker atau trekker pada umumnya. Seperti, pakaian, alat tidur, shelter, P3K, wadah air dll. Tetapi, seperti hal lainnya dalam hidup ini, tidak ada garansi bagi yang tidak berpengalaman, salah keputusanlah yang menyebabkan masalah dalam pendakian, bukanlah peralatan. Ini bisa terjadi pada seseorang yang membawa banyak peralatan tanpa mengerti untuk apa dan kapan digunakannya. Biasakanlah diri dengan tehnik pendakian, serta dengan peralatan, dan juga biasakanlah latihan emergency tehnik dan diatas semua itu adalah berlatih untuk mengambil keputusan yang tepat. Semakin sering anda berlatih maka akan semakin mengerti bagaimana meminimal peralatan tanpa mengurangi kenyamanan anda. Saat ini ada banyak sekali peralatan yang dibuat dan dirancang seringan mungkin. Akan tetapi harganya masih sangat mahal, meskipun begitu anda bisa merancangnya sendiri dan membuatnya, tentu saja biayanya jauh lebih murah.

Lalu, apakah sebenarnya Ultralight hiking atau trekking itu?
Ada banyak sekali individu-individu yang menerjemahkan arti Ultralight ini, tapi dari semua itu pada prinsipnya, ultralight hiking atau trekking itu adalah suatu cara atau tehnik melakukan perjalanan ke alam bebas dengan membawa peralatan dan perbekalan yang ringan dan tanpa meninggalkan prinsip-prinsip safety prosedur serta juga kenyamanan kita selama berada di alam bebas. Dan prinsip ultralight ini bukan hanya untuk perseorangan saja akan tetapi bisa juga diterapkan dalam perjalanan berkelompok. Dan kesemuanya itu membutuhkan perhitungan yang matang pada perencanaan perjalanan. Perlu diingat ultralight disini bukanlah mengurangi kwantitas dari peralatan yang dibawa, akan tetapi membuat sebuah peralatan menjadi simpel dan enteng tanpa kehilangan kwalitas penggunaannya.

Peralatan ultralight hiking

Ada banyak sekali bermacam type peralatan ultralight yang beredar dipasaran, dan saat ini beberapa diantaranya bisa didapatkan di Indonesia, akan tetapi harga peralatan tersebut masih tergolong mahal. Meskipun demikian kita bisa merancang sendiri peralatan yang kita butuhkan dan membuatnya. Berikut adalah beberapa contoh peralatan ultralight yang ada dan sangat simple dalam penggunaannya.

Ransel

Semakin sedikit dan simple peralatan yang dibawa maka akan semakin kecil ransel yang dibutuhkan, hal tersebut juga merupakan kunci dari ultralight. Semakin simple suatu peralatan maka semakin kecil tempat yang dibutuhkan maka akan semakin banyak makanan yang bisa dibawa. Rencanakanlah dengan seksama lama perjalanan dan jumlah makanan yang dibawa. Carilah ransel yang simple dan ringan, ukuran 30 lt atau 40 lt sangat cocok untuk ultralight.

Lagi membutuhkan ransel visit this link, http://rakata_ind.tokobagus.com/

Sleeping Bag

Untuk sleeping bag saat ini ada jenis ultralight baik berbahan down maupun sintetis. Seperti contoh disini packing yang sangat kecil dan ringan. Diatas semua itu kemampuan isolasinya tidak berkurang.

Matras

Untuk matras atau alas tidur, saat ini ada bahan alumimium foil berlapis busa yang sangat ringan dan bisa dilipat, mekipun tipis tapi kemampuan aluminium menahan uap lembab dari tanah sangat baik sekali, jenis matrass ini tersedia dalam ukuran yang lebar dan cukup untuk tenda atau bivy untuk satu orang.

Shelter/Tenda

Shelter adalah suatu keharusan, jika akan bermalam di alam bebas. ada berbagai jenis shelter atau bivy ultralight untuk kapasitas satu orang. Trap juga bisa kita jadikan shelter, dengan sedikit improvisasi trap bisa dijadikan sebuah shelter yang nyaman dan tentu saja ringan dan tanpa kehilangan fungsinya sebagai shelter.

Alat Masak

Ada banyak sekali alat masak ultralight untuk penggunaan satu atau dua orang, sebagai contoh disini kompor spritus dengan satu misting dan penutupnya yang juga bisa berfungsi sebagai penggorengan. Selain kompor jenis spritus saat ini juga tersedia di pasaran kompor gas ultralight buatan primuss sweden.

Lagi membutuhkan cooking set, visit this link http://rakata_ind.tokobagus.com/

Cup/gelas

Untuk cup minum model sierra cup adalah pilihan yang baik sekali, karena selain bisa digunakan sebagai tempat minum kita juga bisa menggunakannya sebagai wadah untuk membuat eeg scramble atau jenis masakan simple lainnya, serta juga bisa dipakai untuk menghangatkan jagung manis dan lainya tergantung improvisasi.

Wadah Air

Tempat minum lipat dari plastik atau kulit sangat praktis dan tidak memakan tempat saat kosong, ada banyak sekali botol lipat saat ini beredar dipasaran, baik itu keluaran nalgene ataupun playtipus. Dan meskipun dalam keadaan diisi air tutupnya sangat rapat dan tidak bocor. Selain itu wadah air lipat untuk membawa air dari lokasi mata air ke tempat camping juga dibutuhkan yang praktis dan bisa dilipat. dibandingkan dengan botol aluminium atau plastik.

Pakaian

Jaket polar dan goretex adalah pilihan yang baik untuk isolasi dingin dan udara lembab, dan ponco adalah pilihan baik juga untuk perlindungan terhadap hujan, disamping bisa digunakan sebagai alas. Untuk pakaian bawalah pakaian yang sesuai dengan musim saat anda mengadakan perjalanan, t-shirt katun dan celana pendek katun tipis sangat baik untuk musim kemarau. Usahakan untuk merencanakannya seefisien mungkin agar tidak kelebihan atau kekurangan.

Hal lainnya
Hal lainnya adalah sama dengan peralatan trekking lainnya, seperti Senter, navigasi aids, survival kits, P3K praktis, dan lainnya. Satu hal lagi yang tidak kalah pentingnya dalam perencanaan sebuah perjalanan dengan prinsip ultralight, adalah packing makanan. Buanglah setiap kotak atau bungkus makanan yang tidak penting, jika makanan bisa dipindahkan kedalam kantong plastik akan lebih mudah lagi dibanding jika tetap harus dalam kotaknya yang akan memakan tempat di dalam ransel serta tentu saja tambahan berat. Didalam ultralight hiking atau trekking, berat extra 1ons saja akan sangat mempengaruhi perjalanan kita.

Jika anda memutuskan untuk memakai gaya ultralight hiking atau ultralight trekking, jangan pernah berhenti untuk berimprofisasi dan mencoba hal baru dalam menimalkan peralatan anda tanpa mengurangi kemampuan peralatan tersebut.

Diambil / copy dari www.highcamp.info

Sawarna Village

Posted: 4 November 2011 in Backpacker
Tags: , ,

19 Juli 2011

Jam 5 pagi, temen-temen sudah berkumpul di kantor. Elf sudah siap berangkat ke Sawarna. Namun sebelum menuju TKP, jemput komandan dulu Pak Widayat di TMII. Cukup lama menunggu Pak Wid, tak begitu jelas harus ketemu dimana. Intinya bulet sejam di TMII. Sekitar jam 7, team sudah lengkap yaitu Teh Heppy, Mba Tati, Ayu, Muji, Adit, Saya, Teh Lusi dan suaminya serta tak lupa Komandan Pak Wid (yang akhirnya kami bentuk Group Sensasi). Let’s go to Sawarna!

Perjalanan yang sangat panjang untuk sampai ke Desa Sawarna. Rute yang kami ambil adalah melalui Cikidang, Pelabuhan Ratu dan berakhir di Sawarna. Melewati perkebunan yang tertata rapi yang berbukit-bukit dan terasa sangat menantang. Namun ada yang janggal waktu itu karena mobil Elf nya saat melewati tanjakan sering tidak kuat dan hanya bisa memakai gigi satu. Yang terpikirkan hanya gimana nanti pulangnya? padahal perjalanan masih jauh dengan kondisi mobil yang begini (apa karena mobil disposal ya? :p). But everything is so fun!

Pelabuhan Ratu

Pelabuhan Ratu

Tercatat 5 jam duduk di kursi goyang mobil Elf. Pukul 12 siang kami baru sampai di desa ini, sudah include dengan nyasar dan tanya-tanya jalan ke orang ya. Kesan pertama sampai di Sawarna, desa yang terpencil dengan jalan yang banyak lubang. Ternyata meskipun dekat dengan Jakarta tapi masih ada aja suasana pedesaan.

Perut uda kelaparan dan pertama kali sampai di Sawarna langsung cari tempat makan. Tempat makan alakardanya tapi harganya lumayan mahal. Yah daripada kelaparan, penjualnya pasang harga tinggi karena tau kita dari jauh dan pasti jarang banget di toko dia. Dari sini juga akhirnya diputuskan untuk ke Goa Lalay terlebih dahulu baru ke Pantai Tanjung Layar.

Persawahan Sawarna

Persawahan Sawarna

Untuk menuju ke Goa Lalay kita akan melewati hamparan sawah yang hijau dan menyeberangi sungai dengan airnya yang jernih. Menikmati suasana seperti ini sungguh sangat menyejukkan hati jadi ingat dengan kampung halaman. Dalam perjalanan menuju goa, kami ditawari penduduk sekitar untuk ditemani ke dalam goa. Namun, kami urung dulu untuk memakai jasanya karena ingin berpetualang sendiri. Lebih menantang kalau sama-sama nggak tau kan. Setelah menyeberangi sungai dengan jembatan kayu yang khas, kami harus memutari batuan kapur. Tak lama kami sampai di muka goa yang sebenarnya kami sendiri nggak yakin benar itu goanya. Kami mencoba masuk ternyata didalam goa terdapat sungai yang cukup dalam, sampai diatas lutut. Kondisi seperti ini membuat kami tidak yakin untuk meneruskan perjalanan tanpa ada guide. Kebetulan disebelah goa ada penduduk yang sedang panen dan akhirnya kami meminta satu orang untuk menemani kami menjelajahi goa Lalay. Read the rest of this entry »

Sempu Island (Part 2)

Posted: 3 November 2011 in Backpacker
Tags: ,

Pagi masih mendung dikawasan Cagar Alam Pulau Sempu. Gerimis pagi mengawali hari ini. Tapi sayangnya tidak jadi hujan, mendung cuma lewat saja. Padahal kalau hujan bisa lebih gila. Pagi buta, suasana pasir pinggir segara anakan sudah ramai. Anjar sudah mengayunkan pancingnya namun sayang tidak ada ikan yang didapat dari semalam.

Mata saya tertarik oleh lekukan karang yang terbuka seperti pintu untuk melihat ke arah Samudra Hindia. Pemandangan dari punggungan karang ini sangat indah karena dapat melihat bebas sampai ke garis perbatasan langit dengan laut. Deburan ombak laut Selatan yang keras menjadi pelengkap indahnya sunrise di Pagi itu. Batu karang yang besar juga kita temui di tengah lautan lepas ini.

Segara Anakan

Segara Anakan

Pemandangan ke arah Segara Anakan juga tidak kalah menarik. Warna airnya yang menghijau dibatasi dengan karang-karang yang tegak tinggi, benar-benar mempesona hati. Karang di Segara Anakan berbentuk seperti pagar yang tinggi berjajar melindungi tempat ini dari Laut Samudra Hindia. Pada ujung yang berbatasan dengan Laut Lepas terdapat lubang yang menyebabkan air laut dapat masuk ke kawasan ini sehingga terbentuk danau. Danau inilah yang dinamakan Segara Anakan. Kalau di artikan dalam bahasa Indonesia adalah “Anak dari Laut”. Jadi terbayarlah meskipun untuk menuju ke tempat ini harus bergelut dengan lumpur-lumpur sedalam lutut kaki. Read the rest of this entry »

Segara Anak

Segara Anak

Bau sawah mulai terasa polos di indera penciumku. Hamparan sawah di kota kebesaranku mulai terlihat dari jendela kereta Senja Kediri. Pukul 05.00, aku sudah sampai kediri. Sesuai kesepakatan dengan teman-temanku SMA, pada  tanggal 02 Juni 2011 kumpul pukul 07.00 di sta. Tulungagung. Tapi kuputuskan untuk pulang ke Rumah dulu karena masih jam 06 pagi. Sambutan hangat dan senyum dari Ibuku sungguh menyenangkan hati.

“Jarene ape nang malang?” tanya Ibu (ind: katanya mau ke malang?)

“Mari ngene Bu, jam 7 janjian di sta. Tulungagung karo Anjar, Noko, terus budhal nang malang.” jawabku (ind: habis ini Bu, jam 7 janji bertemu di sta. Tulungagung sama Anjar dan Noko terus berangkat ke Malang)

“Opo ndak kesel? Yo wes ati-ati.” lanjut Ibu (ind: Apa nggak capek? Ya sudah hati-hati)

“Nggih Bu” jawabku (ind: iya bu)

Sarapan nasi pecel, mengobati rasa kangen dengan makanan-makanan desa setelah hidup berbulan-bulan di Jakarta. Sebelum berangkat ke sta. Tulungagung, aku menghubungi Noko via telpon. Ternyata dia baru bangun tidur, padahal hampir jam 7. Wake up the Mad Man!

Mandi, bongkar tas dan berharap yang ku bawa adalah barang-barang yang memang perlu dibawa. Aku minta diantar sama adikku ke stasiun sekaligus ingin cari tiket kereta untuk balik ke Jakarta hari minggu. Namun na’as tiket sudah habis dan aku minta tolong Ayahku untuk pesan bus Harapan Jaya saja.

Pukul 07.00 sta. Tulungagung,

Hanya ada aku dan Anjar. Dari kejauhan muncul sesosok makhluk kecil dengan ransel yang begitu besar. Ternyata Candra alias Mecil, cewek adik kelas Arismaduta yang ingin ikut juga ke Sempu. Dengan wajah yang sayu, dia bercerita tentang keapesannya hari ini. Alat masaknya yang pecah, jaketnya yang jatuh 2 kali dijalan dan lanjut minta tolong pak Polisi untuk membantu mencari jaketnya yang jatuh. Tapi untungnya jaketnya ketemu juga di Selatan perempatan tamanan. Alhamdulillah. Read the rest of this entry »

Mandalawangi Pangrango

Posted: 23 June 2011 in Uncategorized
Senja itu
Ketika matahari turun ke jurang-jurangmu
Aku datang kembali ke dalam ribaanmu
Dalam sepimu dan dalam dinginmu

     Walau setiap orang berbicara tentang manfaat dan guna
     Aku bicara padamu tentang cinta dan keindahan
     Dan aku terima kau dalam keberadaanmu
     Seperti kau terima dalam daku

Aku cinta padamu, Pangrango yang dingin dan sepi
Sungaimu adalah nyanyian keabadian tentang tiada
Hutanmu adalah misteri segala
Cintaku dan cintamu adalah kebisuan semesta

     Malam itu
     Ketika dingin dan kebisuan menyelimuti Mandalawangi
     Kau datang kembali dan berbicara padaku
     Tentang kehampaan semua

Hidup adalah soal keberanian
Menghadapi tanda tanya tanpa kita mengerti
Tanpa kita menawar
Terimalah dan hadapilah

     Dan diantara ransel-ransel kosong dan api unggun yang membara
     Aku terima ini semua
     Melampaui batas-batas jurangmu

Aku cinta padamu, Pangrango
Karena aku cinta pada keberanian hidup

by Soe Hok Gie

Dahulu tidak banyak orang mengabadikan perjalanannya  dengan kamera, lantaran harga kamera cukup mahal. Seiring perkembangan waktu, harga kamera sekarang sangat terjangkau, terutama kamera digital dalam bentuk pocket. Tak heran, siapapun bisa menenteng kamera pocket atau kamera saku di tempat liburan. Maklum, cara penggunaannya tidak terlalu sulit.

Darwis Triadi

Cukup dengan menekan tombol, gambar yang diinginkan sudah bisa dibidik. Nah, dengan kemudahan itu membuat kamera saku sering menjadi salah satu “amunisi” bagi orang-orang yang ingin berwisata ke tempat tertentu. Tujuan mereka, apalagi kalau bukan untuk membidik keindahan alam setempat.

Mengenai hasil bidikan, kamera saku bisa menghasilkan gambar bagus, asal mengetahui cara penggunaanya. “Dengan kamera pocket kita tidak beban untuk memotret, karena kita bisa lihat langsung light view-nya. Persoalannya,  kadang kita tidak mengetahui menggunakan kamera pocket,” ujar fotografer ternama Darwis Triadi kepada TNOL di Kementrian Budaya dan Pariwisata (Kemenbudpar), Kamis (9/6).

Mengenai penggunaan kamera pocket untuk mengabadikan tempat-tempat wisata, Darwis Triadi memberikan teknik memakai kamera pocket agar dapat menghasilkan gambar yang bagus.

Berikut, saran-saran dari Darwis:

1. Penggunaan flash. Saat berwisata ke suatu tempat, terkadang kita masih berkeliling di malam hari. Kita pun sering menggunakan kesempatan itu untuk berfoto-foto. Agar dapat menghasilkan gambar bagus di malam hari, Darwis menyarankan penggunaan flash tak terlalu jauh dari objek lantaran flash pocket tidak begitu kuat. Sebaiknya, jarak objek dengan flash sekitar 1-2 meter.

Kamera Pocket

2. Pemakaian ASA. Dalam kamera pocket, ada ASA. Variabelnya dari 100 sampai tertinggi. Darwis menyarankan, jangan menggunakan Auto ASA karena kurang bagus. Sebaiknya, penggunaan ASA dibagi dua. Kalau suasana terang gunakan ASA 100 atau masukkan ke Auto saja. Jika kondisi sore gunakan ASA tinggi, bisa ASA 400 atau 800 biar saat mengambil gambar tidak goyang. Kecuali memaka tripod, bila memakai tripod menggunakan ASA 100 tidak masalah. Tapi, saat kamera kita pegang tangan, diperlukan men-capture gambar dengan ketepatan yang stabil sehingga ASA tinggi memegang peranan penting.

3. Lihat momentum. Momentum, sangat memegang peranan penting pula saat mengambil gambar. Sayang, berhubung kita berwisata ke tempat tertentu terkadang kita tidak mengetahui kapan moment bagus datang. Mengutip pendapat dari temannya, Darwis menerangkan, yang bisa men-capture terbaik dari tempat itu adalah orang yang tinggal disana. Sebab, mereka memiliki waktu 24 jam sehingga mengetahui seluk-beluknya.

Kamera Pocket

Foto: Istimewa“Saya pergi ke Rinjani, belum tentu mendapat momentum bagus. Tapi, orang yang tinggal disana hampir dari hari ke hari melihat sesuatu yang bagus,” imbuh Darwis. Meski sebagai pendatang di kawasan wisata, namun jangan berkecil hati mengenai pengambilan gambar. Lantaran Darwis menyarankan agar mengambil foto pada pagi atau sore hari. “Kalau bicara landscape atau momen, entah menangkap suatu kultur di daerah tersebut. Pertama memotret bagus itu, biasanya pagi dan sore. Siang tidak bagus karena posisi kita tropis,” terang Darwis.

Mengambil foto paling bagus adalah pukul 06.30-08.00 WIB. Berikutnya 15.30-17.30 WIB. Bagi Darwis mengambil gambar landscape antara jam seperti itu, supaya mendapatkan dramatik cahaya. “Karena dramatik cahaya ada diposisi itu saja, dari ujung ketemu ujung. Sisanya tinggal lihat momentumnya saja.,” ucap Darwis. Menurut Darwis, beberapa tempat wisata di Indonesia seperti Bali, Sumbawa, Ternate, Manado, Papua, sangat menarik dibadikan dengan lensa kamera, terutama dari kamera pocket.

Teknik Dasar Fotografi

Posted: 22 June 2011 in Fotografi
Tags: , ,

Fotografi

Beberapa kali mencoba memotret di luar ruangan dengan cuaca yang sering berubah kadang-kadang bikin kita ilfil, tapi kalau boleh berandai-andai apa yang terjadi seandainya teknologi mutakhir yang sangat memanjakan anda tiba-tiba kacau? tentu anda akan kembali bertumpu kepada pengetahuan dasar rekayasa agar tetap bisa bekerja dengan alat dan cara yang benar.

Demikian pula halnya fotografi digital yang bertumpu kepada beberapa rumus saat memakai teknologi kamera SLR film. Ingin tahu apa yang bisa bekerja pada kamera film namun bisa diterapkan pada kamera digital? Berikut beberapa teknik dasar dalam fotografi.

  1. Cerah, gunakan rumus 16; dasar eksposur untuk beberapa pengambilan gambar pada hari yang cerah adalah f/16 pada ISO tertentu, biasanya f/6 pada kecepatan rana 1/100 dipakai ISO/ASA 100, dari sini anda bisa atur untuk f/22 pada pemotretan di pantai ( atau gurun) dan f/11 untuk siang yang mendung.
  2. Malam gunakan rumus 11, 8, 5.6; ada beberapa aturan yang berbeda saat memotret saat ada malam hari, umumnya f/11 pada ISO terset saat bulan purnama. Pada bulan separuh gunakan kecepatan shutter f/8 dan saat bulan seperempat gunakan f/5.6.
  3. Rumus kamera goyang; kecepatan shutter paling lambat saat anda memegang kamera biasanya adalah lebih dari seper dari panjang fokal yang anda gunakan, missal bila anda memakai lensa 50mm, bidik dengan 1/60 detik atau lebih cepat. Kurang cahaya? Gunakan lampu kilat, tripod, penyangga apapun agar kamera tetap berdiri tegak. Bila shutter lambat, kamera akan cenderung goyang yang artinya anda akan mempoeroleh hasil gambar yang kurang tajam atau bahkan blur.
  4. Anatomi Gray card; Metering dari 18 persen dari gray card netral (neutral gray card) adalah cara yang baik untuk mendapatkan nilai midtone yang akan memberi anda berbagai eksposure dari scene yang berbeda. lantas gimana kalau kelupaan bawa Gray card? cukup buka lebar tangan anda menghadap asal sinar, biarkan terbaca buka satu stop dan potretlah, tentu beberapa warna kulit yang berbeda akan menghasilkan nilai f-stop yang berbeda.
  5. Depth of field atau DOF; ketika memfokuskan kepada subyek yang dalam, fokuskan pada sebuah titik kurang lebih sepertiga untuk memaksimalkan DOF. Karena daerah DOF (DOF zone) berada dibelakang dari titik lebih kurang tiga kali lebih dalam dari daerah DOF (DOF zone) didepannya. Ini akan berjalan baik untuk semua aperture dan panjang fokal, tetapi pada aperture yang lebih kecil dan panjang fokal yang pendek serta jarak potret yang lebih jauh akan memperbesar daerah DOF-nya.
  6. Rumus Cetak Digital; cara menghitung besar cetakan foto digital dengan memakai kamera digital, anda cukup sisi vertical dan horizontal pixel dengan angka 200, untuk gambar yang lebih tajam seperti catalog atau kualitas cetak untuk pameran, bagi bilangan pixel tersebut dengan 250.
  7. Rumus exposure; ada anjuran kuno “ekspos pada sisi terang, maka sisi (gelap) bayangan akan menyesuaikan”, hal ini bisa berjalan pada slide film maupun digital, namun pada negative fil terutama yang berwarna lebih baik anda over-eksposkan 1 stop.
  8. Rumus tentang lampu kilat (flashlight / blitz ); saaat memakai unit lampu flash otomatis yang tidak mempunyai rasio / perbandingan auto flash-fill, set ISO-nya flash pada dua kali ISO yang anda pakai, ukur meter, pilih sebuah f-stop kemudian set aperture autoflash pada f-stop yang sama dan bidik. Hasil rasionya 2:1 flash-fill akan menghasilkan bayangan satu stop lebih gelap dari subyek utama.
  9. Rumus Jarak lampu kilat (flashlight / blitz ); ingin tahu seberapa banyak jarak ekstra lampu flash pada ISO yang lebih cepat? rumusnya adalah: lipat dua kali jarak, empat kalinya kecepatan. Sebagai contah kalau lampu flash anda bekerja baik pada jarak 6 meter pada ISO 100 (baik pada kamera film maupun kamera digital), maka lampu flash akan mampu bekerja dengan baik pada 12 meter pada ISO 400.
  10. Rumus resolusi Megapixel; untuk melipatgandakan resolusi dalam digital kamera anda, anda harus mengkalikan empat bukan dua, mengapa? Karena angka pixel pada sisi vertical dan horizontal harus dilipat-duakan menjadi lipat dua dari sensor gambar.
  11. Rumus action-stopping; untuk memperoleh action-stop frame yang tegak lurus dengan dengan sumbu lensa, anda membutuhkan shutter speeds 2 stop lebih cepat dari action moving yang melaju mendekat atau menjauh dari anda. Untuk action-moving pada sudut 45 derajat dari sumbu lensa anda bisa memakai cukup satu stop lebih lambat. Misalkan: jika ada orang berlari menuju anda dengan kecepatan moderat yang biasanya dapat dihentikan pada 1/125 detik, maka anda membutuhkan shutter speed 1/500 detik untuk subyek yang melintas menjauh atau mendekat dri lensa dan shutter speed 1/250detik bila dia berlari pada arah miring 45 derajat.
  12. Rumus matahari terbenam; untuk mendapatkan gambar sunset terekspos, ukurlah (metering) langsung keatas matahari (jangan langsung ke matahari). Jika anda ingin gambar pemandangan ini tampak diambil setengah jam kemudian, tinggal kurangi satu exposure compensation-nya.

Pertama kali dipublikasikan pada November 2004, namun dipublikasi ulang oleh Jason Schneider pada September 2007 dan dialihbahasakan oleh yoxx pada 9 September 2008. Semoga bermanfaat.

Libur t’lah tiba! Kemana Anda merencanakan liburan Anda kali ini? Apakah berbelanja ke Singapura? Wisata ke Eropa? Atau traveling ke China? Atau..bersafari di Afrika? Hmm..kenapa juga harus jauh-jauh berlibur ke luar negeri? Tanah air kita tercinta ini menyimpan banyak ragam eksotisme dan keindahan alam, yang mungkin belum sempat Anda kunjungi lho!

Nah, sebelum berlibur jauh-jauh ke luar negeri, kenapa juga nggak mencoba dulu berlibur ke beberapa tempat di bawah ini, yang asli Indonesia tapi tak kalah eksotis dan memukau.. Check it out!

1. Pulau Komodo, Nusa Tenggara Timur

Pulau Komodo

Taman Nasional Komodo (TN Komodo) merupakan kawasan yang terdiri dari beberapa pulau dengan perairan lautnya. Pulau-pulau tersebut merupakan habitat satwa komodo (Varanus komodoensis) yaitu reptil purba yang masih tersisa di bumi. Kondisi alamnya unik, terdapat padang savana yang luas dengan pohon lontarnya (Borassus flabellifer). Pulau Komodo terletak di sebuah selat antara Pulau Flores di Nusa Tenggara Timur (NTT) dan Sumbawa di Nusa Tenggara Barat (NTB). Pada peariran di pulau Komodo juga terdapat perairan yang termasuk keajaiban dunia bawah air. Dasar laut perairan Komodo adalah yang terbaik di dunia, di permukaan laut menyembulnya daratan-daratan kering yang berbukit karang. Sangat pantas jika pulau Komodo dimasukan dalam daftar keajaiban di Indonesia.

2. Raja Ampat, Papua Barat

Raja Ampat

Kepulauan Raja Ampat merupakan tempat yang sangat berpotensi untuk dijadikan sebagai objek wisata, terutama wisata penyelaman. Raja Ampat terdiri dari 4 pulau besar yaitu Misool, Salawati, Batanta dan Waigeo. Perairan Kepulauan Raja Ampat, menurut berbagai sumber, merupakan salah satu dari 10 perairan terbaik untuk diving site di seluruh dunia. Bahkan, mungkin juga diakui sebagai nomor satu untuk kelengkapan flora dan fauna bawah air pada saat ini. Selain itu, sekitar 75% spesies karang dunia berada di Raja Ampat. Tak satupun tempat dengan luas area yang sama memiliki jumlah spesies karang sebanyak ini. Selain itu, spesies unik yang bisa dijumpai pada saat diving di Raja Ampat adalah beberapa jenis kuda laut katai, wobbegong, dan pari Manta (Manta Ray). Juga ada ikan endemik Raja Ampat, yaitu Eviota raja, yaitu sejenis ikan gobbie. Di Manta point yg terletak di Arborek, Selat Dampier, Anda bisa menyelam dengan ditemani beberapa ekor Manta Ray yang jinak, sama seperti ketika Anda menyelam di Kepulauan Derawan, Kalimantan Timur.

3. Pulau Bintan, Kepulauan Riau

Pulau Bintan

Pulau Bintan teletak di Provinsi Kepulauan Riau. Suasana di pulau ini sungguh memikat dengan keindahan alamnya. Kemilau pasir putih, birunya air laut, dan rimbunnya pepohonan merupakan perpaduan yang membuat pulau ini begitu eksotis. Di pulau ini juga tersedia banyak resor yang bisa disewa untuk bulan madu, private beach, wisata selam (diving dan snorkeling), serta wisata kuliner yang bisa jadi alternatif saat berlibur bersama keluarga.

4. Ngarai Sianok, Bukittinggi, Sumatera Barat

Ngarai Sianok

Ngarai Sianok terletak di pusat Kota Bukittinggi, membujur dari selatan Nagari Koto Gadang terus ke utara, Nagari Sianok Enam Suku dan berakhir di Palupuh dengan panjang 15 km, kedalaman 100 meter dan lebar 200 meter. Ngarai Sianok atau ‘Lembah Pendiam’ ini adalah suatu lembah yang indah, hijau dan subur, didasarnya mengalir sebuah anak sungai yang berliku-liku dengan indah, menelusuri celah-celah tebing yang berwarna-warni dengan latar belakang gunung Merapi dan Singgalang yang menghijau. Sungguh keindahan alam yang mempesona. Untuk menikmati keelokan ngarai ini cukup mudah, karena Ngarai Sianok merupakan sebuah ngarai di pusat kota yang tidak ditemui di kota-kota lainnya di dunia. Keindahan alam Ngarai Sianok yang mempesona selalu menjadi objek bagi wisatawan dengan mengambil foto-foto serta sebagai imajinasi bagi para pelukis. Perjalanan menjelajah dengan melalui jalan setapak di lembah Ngarai merupakan rekreasi yang menarik, bila perjalanan diteruskan keseberang ngarai dalam waktu 45 menit anda akan sampai di Nagari Koto Gadang, yang memiliki kekhasan tradisi dan eksotisme Minangkabau.

5. Kaliurang, Yogyakarta

Kaliurang

Kaliurang berjarak 28 kilometer arah utara dari pusat kota Yogyakarta, tepatnya di dusun Kaliurang, Hargobinangun, Pakem, Sleman. Kaliurang kini menjadi sebuah kawasan wisata alam dan budaya yang memikat. Kaliurang memang cocok sebagai tempat leisure dan bersantai bersama keluarga. Hawanya yang sejuk dan berlatar alam pegunungan disertai gemericik sungai sungguh menjadikan suasana menjadi begitu eksotis namun menenangkan.

6. Danau Tiga Warna (Kelimutu), Flores, Nusa Tenggara Timur

Danau Tiga Warna (Kelimutu)

Danau ini oleh dunia disebut sebagai salah satu dari sembilan keajaiban dunia. Danau tiga warna terletak di Gunung Kelimutu, Flores, NTT. Di sana ada tiga danau yang berdekatan namun dengan warna-warna yang berbeda, yaitu Tiwu Ata Polo (danau merah), Tiwu Nua Muri Kooh Fai (danau hijau) dan Tiwu Ata Mbupu (danau biru). Danau Kelimutu merupakan satu-satunya danau di dunia yang airnya dapat berubah setiap saat, dari merah menjadi hijau tua dan kemudian merah hati, hijau tua menjadi hijau muda, coklat kehitaman menjadi biru langit. Fenomena alam ini merupakan keajaiban, dan pastinya akan memukau bagi Anda dan keluarga.

7. Danau Gunung Tujuh, Taman Nasional Kerinci Seblat, Jambi

Danau Gunung Tujuh

Danau Gunung Tujuh merupakan objek wisata paling favorit di Kabupaten Kerinci dan sekitarnya. Sementara, letaknya yang berada pada ketinggian 1.996 meter dpl, menjadikan danau ini sebagai danau tertinggi di Asia Tenggara. Selain alamnya yang asri, panorama di danau yang masuk dalam kawasan Taman Nasional Kerinci Seblat (TNKS) ini sangat indah. Selain panorama alamnya yang indah, danau ini dikelilingi oleh enam gunung, yaitu Gunung Hulu Tebo dengan ketinggian 2.525 meter dpl, Gunung Hulu Sangir (2.330 meter dpl), Gunung Mandura Besi (2.418 meter dpl), Gunung Selasih (2.230 meter dpl), Gunung Jar Panggang (2.469 meter dpl), dan Gunung Tujuh (2.732 meter dpl) yang puncaknya paling tinggi. Bukan cuma itu, sebagai kawasan yang menjadi salah satu sentra keanekaragaman hayati, di kawasan Danau Gunung Tujuh ini juga hidup berbagai jenis satwa khas TNKS seperti harimau sumatera (Panthera tigris sumatranensis), siamang, beruang madu, babi hutan, tapir, bermacam burung dan beragam jenis kupu-kupu. Tumbuhan yang hidup di kawasan ini pun beragam dengan primadona berbagai jenis anggrek alam dan bunga kantong semar. Selain itu ada pula Air Terjun Gunung Tujuh, dengan ketinggian puluhan meter yang bersumber dari Danau Gunung Tujuh. Pengunjung yang ingin mencapai air terjun ini bisa melalui jalur setapak tidak jauh dari bekas wisma peristirahatan di dekat pos jaga di kaki gunung.

8. Pulau Sangalaki, Kep. Derawan, Kalimantan Timur

Pulau Sangalaki, Kep. Derawan

Sangalaki adalah pulau kecil yang luasnya sekitar 13 Ha. Dengan jalan santai, Anda bisa mengelilingi pulau yang berstatus Taman Wisata Alam (TWA) ini hanya dalam waktu 30 menit. Selama perjalanan, Anda akan menikmati pantai berpasir putih dan laut yang menawan. Pada pagi dan sore hari, Anda juga bisa menikmati fenomena alam yaitu terbit dan terbenamnya matahari yang menakjubkan. Tak hanya itu, selama mengelilingi pulau, Anda juga bisa menyaksikan berbagai satwa liar yang yang mungkin belum pernah Anda lihat sebelumnya. Seperti ketam kelapa, biawak, elang bondol, burung gosong Philipina, kuntul karang, burung pergam laut dan burung pantai/laut lainnya. Selain itu, Pulau Sangalaki juga memiliki alam bawah laut yang sangat indah, terumbu karang yang ada di pulau ini merupakan salah satu yang terbaik di dunia. Berdasarkan survey yang dilakukan Naturalis Museum Laeden tahun 2003, di Perairan Pulau Sangalaki dan Pulau Derawan ditemukan 40 spesies karang jamur (mushroom coral). Kawasan perairan ini merupakan lokasi dengan keanekaragaman karang jamur tertinggi di KKL Berau (Wiryawan dkk, 2005). Di perairan Pulau Sangalaki juga terdapat 1.051 spesies ikan karang dan lima spesies lamun. Pulau Sangalaki juga merupakan tempat pendaratan penyu dan kawasan perairannya merupakan lokasi agregasi pari Manta (Manta Ray).

9. Pulau Moyo, Nusa Tenggara Barat

Pulau Moyo

Nah, selain keluarga, bagi Anda yang baru saja menikah, tak ada salahnya memilih Pulau Moyo di Nusa Tenggara Barat sebagai tempat bulan madu Anda berdua. Daerahnya masih sepi dan asli, namun jangan takut tak ada fasilitas. Di sana telah cukup banyak cottage dan penginapan yang menyediakan aneka fasilitas. Selain hamparan pasir putih, ada juga terumbu karang lengkap dengan ikan laut warna-warni. Tak ketinggalan air terjun serta kolam-kolam alami, yang akan menambah suasana romantis bagi Anda dan pasangan.

10. Wakatobi, Sulawesi Tenggara

Wakatobi

Wakatobi, berada di propinsi Sulawesi Tenggara, terdiri dari pulau Wangi-Wangi, Kaledupa, Tomia, dan Binongko, terkenal dengan keindahan alam bawah laut yang kaya akan terumbu karang beserta spesies laut lainnya. Wakatobi yang merupakan rumah bagi ratusan spesies karang dinobatkan sebagai pusat The Coral Triangle (segitiga terumbu karang dunia yang terdiri dari Indonesia, Filipina, Papua Nugini, Brunei Darussalam, Solomon Islands, dan Timor Leste). Tidak hanya itu, gugusan kepulauan Wakatobi juga memiliki alam yang masih asli, tenang dengan air laut yang segar, gua-gua bawah laut yang saling berdekatan satu sama lain yang disuguhkan khusus untuk pecinta alam sejati. Di samping diving dan snorkling, di pantai juga disediakan khusus motor selam, tour snorkling dan penjelajahan di kepulauan. Sebuah kawasan kecil yang berlokasi di samping Pulau Tomia seluas 8 km2, bernama Pulau Tolandona (Pulau Onernobaa) memiliki keunikan karena pulau ini dikelilingi taman laut yang indah. **MS/dari berbagai sumber (http://www.tnol.co.id)